Berikut 5 fakta seputar The First Slam Dunk yang tayang 22 Februari di bioskop Indonesia. (Tangkapan layar YouTube @ToeiAnimationjp)
Jakarta, CNN Indonesia --
The First Slam Dunk merupakan film animasi terbaru hasil adaptasi manga berjudul serupa karya Takehiko Inoue. Sejak tayang 22 Februari di Indonesia, film itu The ramai menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Kesan nostalgia dalam bungkus yang lebih baru menjadi hal utama yang dihadirkan film karya Takehiko Inoue tersebut, terlebih lagi film Slam Dunk terakhir tayang pada 1996 silam.
Kini The First Slam Dunk menceritakan kisah terbaru nan jenaka dari tim basket SMA Shohoku ketika melawan tim basket SMA terkuat di Jepang, yakni SMK Sannoh.
Kelima pemain inti Hanamichi Sakuragi, Ryota Miyagi, Kaede Rukawa, Takenori Akagi, dan Hisashi Mitsui kini hadir dengan versi lebih segar dan berjuang bersama menjadi tim basket SMA nomor satu di Jepang.
Berikut 5 fakta menarik yang hadir dalam film The First Slam Dunk.
Meski manga orisinal Slam Dunk berpusat pada sosok Hanamichi Sakuragi, film The First Slam Dunk lebih fokus pada karakter Ryota Miyagi.
Di tim basket Shohoku, Miyagi yang memiliki perawakan pendek bertugas sebagai point guard alias pengatur ritme dan serangan tim.
The First Slam Dunk menyajikan sekelumit kisah di balik layar dari lahirnya seorang Ryota Miyagi hingga didapuk sebagai salah satu point guard terbaik di Jepang.
Untuk itu, bagi para penggemar ataupun penonton baru waralaba Slam Dunk tidak akan merasa kewalahan dalam mengikuti alur cerita di dalam film ini.
The First Slam Dunk menjadi karya komprehensif dari Takehiko Inoue yang juga menjadi sutradara dan penulis naskah. Namun, penonton akan mendapatkan pengalaman menarik melalui ilustrasi animasi yang berbeda dibandingkan dengan produk animasi Slam Dunk sebelumnya.
Dalam filmnya kali ini, Inoue menggabungkan teknologi computer-generated imagery (CGI) untuk adegan permainan basket serta tetap memelihara ilustrasi gambar tangan 2D untuk adegan kehidupan sehari-hari.
Lanjut ke sebelah...
3. Arahan pemain basket profesional
Dengan kombinasi CGI dan 2D di tiap adegannya, maka dipastikan jika adegan permainan basket akan terasa lebih nyata di tiap adegannya.
Dalam mengupayakan hal tersebut, Inoue dan tim menghadirkan sederet pemain basket profesional untuk membantu mengulas permainan basket yang terasa nyata dalam bentuk animasi.
4. Soundtrack baru
Dalam film The First Slam Dunk, Inoue mendapuk lagu Love Rockets milik The Birthday serta Dai Zero Kan milik 10-Feet sebagai dua soundtrack utamanya.
Kedua lagu memiliki musikalitas sarat gitar distorsi yang dapat memantik adrenalin dan emosi penonton ketika menyaksikan Shohoku bertanding melawan Sannoh.
Menariknya, dua lagu di atas dipilih Inoue untuk menggantikan dua soundtrack ikonis, berjudul Kimi ga Suki da to Sakebitai dan Anata Dake Mitsumeteru, yang sudah terpatri lama di telinga dan benak para pengikut lama Slam Dunk.
The First Slam Dunk menjadi film yang menghalangi Avatar: The Way of Water menguasai box office Jepang. The First Slam Dunk berhasil meraup pendapatan sebesar US$9,5 juta atau sekitar Rp142 miliar (US$1=14.949,65).
Berdasarkan data dari Box Office Mojo yang diakses pada Kamis (23/2), The First Slam Dunk telah mengumpulkan US$80,3 juta di pasar domestik Jepang, serta US$111 juta di box office global atau sekitar Rp1,7 triliun (US$1=14.949,65).
Sementara itu, Avatar: The Way of Water hanya mengumpulkan US$24,1 juta sejak tayang 16 Desember 2022, meski kini menjadi film terlaris ketiga di dunia saat ini.
Jakarta, CNN Indonesia --
The First Slam Dunk merupakan film animasi terbaru hasil adaptasi manga berjudul serupa karya Takehiko Inoue. Sejak tayang 22 Februari di Indonesia, film itu The ramai menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Kesan nostalgia dalam bungkus yang lebih baru menjadi hal utama yang dihadirkan film karya Takehiko Inoue tersebut, terlebih lagi film Slam Dunk terakhir tayang pada 1996 silam.
Kini The First Slam Dunk menceritakan kisah terbaru nan jenaka dari tim basket SMA Shohoku ketika melawan tim basket SMA terkuat di Jepang, yakni SMK Sannoh.
Kelima pemain inti Hanamichi Sakuragi, Ryota Miyagi, Kaede Rukawa, Takenori Akagi, dan Hisashi Mitsui kini hadir dengan versi lebih segar dan berjuang bersama menjadi tim basket SMA nomor satu di Jepang.
Berikut 5 fakta menarik yang hadir dalam film The First Slam Dunk.
Meski manga orisinal Slam Dunk berpusat pada sosok Hanamichi Sakuragi, film The First Slam Dunk lebih fokus pada karakter Ryota Miyagi.
Di tim basket Shohoku, Miyagi yang memiliki perawakan pendek bertugas sebagai point guard alias pengatur ritme dan serangan tim.
The First Slam Dunk menyajikan sekelumit kisah di balik layar dari lahirnya seorang Ryota Miyagi hingga didapuk sebagai salah satu point guard terbaik di Jepang.
Untuk itu, bagi para penggemar ataupun penonton baru waralaba Slam Dunk tidak akan merasa kewalahan dalam mengikuti alur cerita di dalam film ini.
The First Slam Dunk menjadi karya komprehensif dari Takehiko Inoue yang juga menjadi sutradara dan penulis naskah. Namun, penonton akan mendapatkan pengalaman menarik melalui ilustrasi animasi yang berbeda dibandingkan dengan produk animasi Slam Dunk sebelumnya.
Dalam filmnya kali ini, Inoue menggabungkan teknologi computer-generated imagery (CGI) untuk adegan permainan basket serta tetap memelihara ilustrasi gambar tangan 2D untuk adegan kehidupan sehari-hari.
Lanjut ke sebelah...
5 Fakta Menarik The First Slam Dunk
Berikut 5 fakta seputar The First Slam Dunk yang tayang 22 Februari di bioskop Indonesia. (Tangkapan layar YouTube @ToeiAnimationjp)
3. Arahan pemain basket profesional
Dengan kombinasi CGI dan 2D di tiap adegannya, maka dipastikan jika adegan permainan basket akan terasa lebih nyata di tiap adegannya.
Dalam mengupayakan hal tersebut, Inoue dan tim menghadirkan sederet pemain basket profesional untuk membantu mengulas permainan basket yang terasa nyata dalam bentuk animasi.
4. Soundtrack baru
Dalam film The First Slam Dunk, Inoue mendapuk lagu Love Rockets milik The Birthday serta Dai Zero Kan milik 10-Feet sebagai dua soundtrack utamanya.
Kedua lagu memiliki musikalitas sarat gitar distorsi yang dapat memantik adrenalin dan emosi penonton ketika menyaksikan Shohoku bertanding melawan Sannoh.
Menariknya, dua lagu di atas dipilih Inoue untuk menggantikan dua soundtrack ikonis, berjudul Kimi ga Suki da to Sakebitai dan Anata Dake Mitsumeteru, yang sudah terpatri lama di telinga dan benak para pengikut lama Slam Dunk.
The First Slam Dunk menjadi film yang menghalangi Avatar: The Way of Water menguasai box office Jepang. The First Slam Dunk berhasil meraup pendapatan sebesar US$9,5 juta atau sekitar Rp142 miliar (US$1=14.949,65).
Berdasarkan data dari Box Office Mojo yang diakses pada Kamis (23/2), The First Slam Dunk telah mengumpulkan US$80,3 juta di pasar domestik Jepang, serta US$111 juta di box office global atau sekitar Rp1,7 triliun (US$1=14.949,65).
Sementara itu, Avatar: The Way of Water hanya mengumpulkan US$24,1 juta sejak tayang 16 Desember 2022, meski kini menjadi film terlaris ketiga di dunia saat ini.