Kronologi Sutradara The Glory Dituduh Jadi Perundung hingga Minta Maaf
CNN Indonesia
Senin, 13 Mar 2023 22:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kronologi sutradara The Glory Ahn Gil-ho dituduh lakukan kekerasan saat sekolah, sempat bantah hingga akhirnya akui kekerasan tersebut. (Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sutradara The GloryAhn Gil-ho akhirnya mengaku pernah melakukan kekerasan ketika masih sekolah. Pengakuan itu hadir satu hari lebih setelah ia membantah tuduhan tersebut.
Lewat kuasa hukumnya, Ahn Gil-ho mengaku terbawa emosi sehingga terjadi kejadian seperti yang disampaikan terduga korban beberapa waktu lalu
"Meminta maaf dari hati terdalam untuk mereka yang tersakiti karena insiden itu. Jika diberi kesempatan, dia ingin bertemu langsung atau via telepon untuk meminta maaf," kata Kim Mun-hui selaku kuasa hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia meminta maaf karena membuat kontroversi imbas insiden tersebut," tuturnya seperti diberitakan Sports Chosun, Minggu (12/3).
Tudingan itu awalnya beredar di internet sekitar satu jam sebelum The Glory part 2 tayang pada Jumat (10/3) lalu.
Dilansir Dailian, tudingan tersebut bermula dari unggahan seorang netizen yang mengaku menjadi korban perundungan Ahn Gil-ho di sekolah.
Pengakuan itu muncul setelah netizen tersebut tahu Ahn Gil-ho kini menjadi sutradara drama yang menyoroti kekerasan dan perundungan di sekolah.
"Saya baru tahu dia sutradara drama dari grup chat bersama teman kelas dari Filipina. Saya tidak mau mempermasalahkan fakta dia melakukan yang baik dengan dirinya sendiri," kata netizen tersebut.
"Tapi saya tidak bisa memaafkan dia karena berani mengarahkan drama yang menceritakan perundungan di sekolah, seperti The Glory," tuturnya.
Netizen itu kemudian mengklaim perundungan terjadi pada 1996 ketika dia masih SMP. Kala itu, Ahn Gil-ho disebut sudah SMA di Filipina dan berkencan dengan anak SMP.
Suatu hari, klaim netizen, dia dan teman-temannya bercanda dengan kekasih Ahn Gil-ho. Ia kemudian menuding Gil-ho langsung menyuruh orang lain untuk membawa mereka ke suatu tempat untuk dikeroyok.
"Saat itu, saya terlalu takut untuk menghitung mereka tapi ada sekitar 10 orang, termasuk Ahn Gil-ho," tutur netizen yang kini bermukim di Amerika.
"Kami diserang, dan ditanya-tanya. Kalau kami tak jawab, dia ancam akan menusuk kami dengan pisau. Kami dapat perundungan sekitar dua jam," tutur netizen.
Netizen tersebut menyatakan siap bersaksi jika kasus ini dibawa ke jalur hukum. Ia juga menyebut akan meminta kesaksian teman-teman lain jika Ahn Gil-ho menyangkal tuduhan itu.
Lanjut ke sebelah...
Bantah lakukan kekerasan
Ahn Gil-ho kemudian sempat membantah tuduhan bahwa dirinya pernah melakukan perundungan dan kekerasan saat masih sekolah.
Ia mengaku pernah mengenyam pendidikan di Filipina semasa SMA. Namun, Gil-ho membantah dirinya terlibat masalah kontak fisik dengan murid lain.
"Saya pernah sekolah di Filipina setahun, tapi saya tidak pernah berkelahi atau kontak fisik dengan murid Korea lainnya," kata Ahn Gil-ho seperti diberitakan Yonhap, Jumat (10/3).
"Itu tidak pernah terjadi. Tak peduli seberapa keras saya memikirkannya, saya tidak ingat pernah mengeroyok seseorang," Ahn Gil-ho menegaskan.
Namun pada Minggu (12/3), Kim Mun-hui selaku pengacara Ahn Gil-ho merilis pernyataan resmi yang menanggapi tuduhan tersebut.
Berbeda dari tanggapan sebelumnya, kuasa hukum sutradara The Glory itu justru mengakui bahwa kekerasan itu benar-benar dilakukan oleh kliennya. Mun-hui juga menjelaskan Ahn Gil-ho kala itu melakukan kekerasan karena terbawa emosi akibat kekasihnya diledek.
"Sutradara Ahn Gil-ho punya pacar yang mulai dia kencani saat belajar di Filipina pada 1996," tutur Kim Mun-hui, seperti diberitakan Sports Chosun via Naver.
"Dan ketika dia mendengar bahwa pacarnya menjadi sasaran ejekan di sekolah, dia menjadi emosional untuk sesaat dan memberikan luka tak terlupakan bagi orang lain," lanjutnya.
Ahn Gil-ho lewat pengacara Kim Mun-hui mengaku dirinya membutuhkan waktu untuk memeriksa fakta karena insiden tersebut terjadi 27 tahun lalu.
Hingga akhirnya, Ahn Gil-ho meminta maaf kepada semua pihak yang menjadi korban insiden tersebut. Ia juga berharap bisa bertemu dengan korban untuk mengucapkan permintaan maaf itu secara langsung.
"[Sutradara Ahn Gil-ho] meminta maaf dari lubuk hatinya yang terdalam kepada mereka yang terluka akibat insiden ini," ucap Kim Mun-hui.
"Jika diberi kesempatan, dia ingin bertemu langsung, atau setidaknya menghubungi melalui telepon, untuk menyampaikan permintaan maafnya," sambungnya.
The Glory merupakan drama Korea yang menceritakan perundungan di masa sekolah. Moon Dong-eun (Song Hye-kyo) kemudian menghabiskan masa mudanya untuk menyiapkan balas dendam yang setimpal bagi para perundungnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sutradara The GloryAhn Gil-ho akhirnya mengaku pernah melakukan kekerasan ketika masih sekolah. Pengakuan itu hadir satu hari lebih setelah ia membantah tuduhan tersebut.
Lewat kuasa hukumnya, Ahn Gil-ho mengaku terbawa emosi sehingga terjadi kejadian seperti yang disampaikan terduga korban beberapa waktu lalu
"Meminta maaf dari hati terdalam untuk mereka yang tersakiti karena insiden itu. Jika diberi kesempatan, dia ingin bertemu langsung atau via telepon untuk meminta maaf," kata Kim Mun-hui selaku kuasa hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia meminta maaf karena membuat kontroversi imbas insiden tersebut," tuturnya seperti diberitakan Sports Chosun, Minggu (12/3).
Tudingan itu awalnya beredar di internet sekitar satu jam sebelum The Glory part 2 tayang pada Jumat (10/3) lalu.
Dilansir Dailian, tudingan tersebut bermula dari unggahan seorang netizen yang mengaku menjadi korban perundungan Ahn Gil-ho di sekolah.
Pengakuan itu muncul setelah netizen tersebut tahu Ahn Gil-ho kini menjadi sutradara drama yang menyoroti kekerasan dan perundungan di sekolah.
"Saya baru tahu dia sutradara drama dari grup chat bersama teman kelas dari Filipina. Saya tidak mau mempermasalahkan fakta dia melakukan yang baik dengan dirinya sendiri," kata netizen tersebut.
"Tapi saya tidak bisa memaafkan dia karena berani mengarahkan drama yang menceritakan perundungan di sekolah, seperti The Glory," tuturnya.
Netizen itu kemudian mengklaim perundungan terjadi pada 1996 ketika dia masih SMP. Kala itu, Ahn Gil-ho disebut sudah SMA di Filipina dan berkencan dengan anak SMP.
Suatu hari, klaim netizen, dia dan teman-temannya bercanda dengan kekasih Ahn Gil-ho. Ia kemudian menuding Gil-ho langsung menyuruh orang lain untuk membawa mereka ke suatu tempat untuk dikeroyok.
"Saat itu, saya terlalu takut untuk menghitung mereka tapi ada sekitar 10 orang, termasuk Ahn Gil-ho," tutur netizen yang kini bermukim di Amerika.
"Kami diserang, dan ditanya-tanya. Kalau kami tak jawab, dia ancam akan menusuk kami dengan pisau. Kami dapat perundungan sekitar dua jam," tutur netizen.
Netizen tersebut menyatakan siap bersaksi jika kasus ini dibawa ke jalur hukum. Ia juga menyebut akan meminta kesaksian teman-teman lain jika Ahn Gil-ho menyangkal tuduhan itu.
Lanjut ke sebelah...
Kronologi Sutradara The Glory Dituduh Jadi Perundung hingga Minta Maaf
Kronologi sutradara The Glory Ahn Gil-ho dituduh lakukan kekerasan saat sekolah, sempat bantah hingga akhirnya akui kekerasan tersebut. (Netflix)
Bantah lakukan kekerasan
Ahn Gil-ho kemudian sempat membantah tuduhan bahwa dirinya pernah melakukan perundungan dan kekerasan saat masih sekolah.
Ia mengaku pernah mengenyam pendidikan di Filipina semasa SMA. Namun, Gil-ho membantah dirinya terlibat masalah kontak fisik dengan murid lain.
"Saya pernah sekolah di Filipina setahun, tapi saya tidak pernah berkelahi atau kontak fisik dengan murid Korea lainnya," kata Ahn Gil-ho seperti diberitakan Yonhap, Jumat (10/3).
"Itu tidak pernah terjadi. Tak peduli seberapa keras saya memikirkannya, saya tidak ingat pernah mengeroyok seseorang," Ahn Gil-ho menegaskan.
Namun pada Minggu (12/3), Kim Mun-hui selaku pengacara Ahn Gil-ho merilis pernyataan resmi yang menanggapi tuduhan tersebut.
Berbeda dari tanggapan sebelumnya, kuasa hukum sutradara The Glory itu justru mengakui bahwa kekerasan itu benar-benar dilakukan oleh kliennya. Mun-hui juga menjelaskan Ahn Gil-ho kala itu melakukan kekerasan karena terbawa emosi akibat kekasihnya diledek.
"Sutradara Ahn Gil-ho punya pacar yang mulai dia kencani saat belajar di Filipina pada 1996," tutur Kim Mun-hui, seperti diberitakan Sports Chosun via Naver.
"Dan ketika dia mendengar bahwa pacarnya menjadi sasaran ejekan di sekolah, dia menjadi emosional untuk sesaat dan memberikan luka tak terlupakan bagi orang lain," lanjutnya.
Ahn Gil-ho lewat pengacara Kim Mun-hui mengaku dirinya membutuhkan waktu untuk memeriksa fakta karena insiden tersebut terjadi 27 tahun lalu.
Hingga akhirnya, Ahn Gil-ho meminta maaf kepada semua pihak yang menjadi korban insiden tersebut. Ia juga berharap bisa bertemu dengan korban untuk mengucapkan permintaan maaf itu secara langsung.
"[Sutradara Ahn Gil-ho] meminta maaf dari lubuk hatinya yang terdalam kepada mereka yang terluka akibat insiden ini," ucap Kim Mun-hui.
"Jika diberi kesempatan, dia ingin bertemu langsung, atau setidaknya menghubungi melalui telepon, untuk menyampaikan permintaan maafnya," sambungnya.
The Glory merupakan drama Korea yang menceritakan perundungan di masa sekolah. Moon Dong-eun (Song Hye-kyo) kemudian menghabiskan masa mudanya untuk menyiapkan balas dendam yang setimpal bagi para perundungnya.
Kronologi Sutradara The Glory Dituduh Jadi Perundung hingga Minta Maaf BACA HALAMAN BERIKUTNYA