Keluarga: Carlo Saba Kira Gejala Serangan Jantung sebagai Asma
CNN Indonesia
Kamis, 20 Apr 2023 14:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Keluarga ungkap Carlo Saba sempat mengira gejala serangan jantung sebagai asma. Sehingga, ia sempat hanya mengonsumsi obat asma. (CNN Indonesia/Maulida Balqis)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mendiang vokalis band KahitnaCarlo Saba disebut sempat mengira gejala serangan jantung yang dialaminya sebagai alergi. Hal itu diungkapkan adik Carlo, Ivan Saba, di Rumah Duka Sentosa, Kamis (20/4).
Menurut Ivan, Carlo selama ini tak sadar jika menderita gejala serangan jantung. Carlo merasa hal itu adalah asma sebelum merasakan serangan pertama pada Januari lalu.
"Dia selama ini enggak sadar kalau dia ada trouble sama jantungnya. Dia selalu mikirnya dia punya alergi, asma. Sebelum Januari itu," kata Ivan.
"Jadi kalau ada gangguan sesak napas gitu dia treatment-nya minum obat alergi, obat asma," lanjut dia.
Ivan mengatakan setiap kali Carlo meminum obat alergi, kondisi sang abang memang langsung membaik. Padahal, gejala-gejala yang dianggap alergi dan asma itu merupakan indikasi awal bahwa akumulasi jantungnya memburuk.
Namun, selama perawatan tersebut, Carlo disebut enggan melakukan check up atau pemeriksaan rutin, terutama jika diantar adik-adiknya dengan alasan tidak mau merepotkan orang.
"Dia enggak mau nyusahin dan ngerepotin orang khususnya adik-adiknya. Carlo ini selalu enggak mau kalau kita periksa," ucapnya.
Lanjut ke sebelah...
Kepergian Carlo menjadi duka besar bagi keluarga. Mendiang disebut sebagai sosok penguat mereka kala saudaranya, Marthin Saba, wafat dua tahun lalu.
"Jadi setelah kehilangan Marthin, kakak kami yang menguatkan saya dan Denny ya termasuk keluarga yang lain adalah Carlo. Jadi sekarang dia berpulang itu buat kami ya sedih banget," tuturnya.
Carlo Saba meninggal dunia saat berusia 54 tahun, Rabu (19/4) malam. Sang musisi tutup usia sekitar pukul 21.41 WIB di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus.
Nama Carlo Saba mulai tenar seiring dengan kiprah perjalanan Kahitna di belantika musik Indonesia. Pria kelahiran 5 Januari 1969 itu menjadi satu dari personel awal Kahitna sejak dekade '80-an.
Namunm Carlo Saba yang selama ini dikenal penampilannya dengan kacamata, kumis, dan jenggot yang khas di atas panggung juga memiliki karier di luar Kahitna.
Ia bersama adik-adiknya, Marthin, Denny, dan Ivan, sempat mendirikan grup musik Saba. Selain itu, ia juga berkarier sebagai penyanyi solo melalui debut album solo pada 2014 yang bergenre rohani.
Tercatat, Carlo bersama Kahitna sudah menetaskan 10 album yang terdiri dari 8 album studio dan 2 album kompilasi. Sementara untuk karier solo, Carlo memiliki dua album studio.
Saat ini jenazah Carlo Saba disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, Pasar Senen, Jakarta Pusat. Jenazah rencananya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jumat (21/4) esok.
Mendiang vokalis band KahitnaCarlo Saba disebut sempat mengira gejala serangan jantung yang dialaminya sebagai alergi. Hal itu diungkapkan adik Carlo, Ivan Saba, di Rumah Duka Sentosa, Kamis (20/4).
Menurut Ivan, Carlo selama ini tak sadar jika menderita gejala serangan jantung. Carlo merasa hal itu adalah asma sebelum merasakan serangan pertama pada Januari lalu.
"Dia selama ini enggak sadar kalau dia ada trouble sama jantungnya. Dia selalu mikirnya dia punya alergi, asma. Sebelum Januari itu," kata Ivan.
"Jadi kalau ada gangguan sesak napas gitu dia treatment-nya minum obat alergi, obat asma," lanjut dia.
Ivan mengatakan setiap kali Carlo meminum obat alergi, kondisi sang abang memang langsung membaik. Padahal, gejala-gejala yang dianggap alergi dan asma itu merupakan indikasi awal bahwa akumulasi jantungnya memburuk.
Namun, selama perawatan tersebut, Carlo disebut enggan melakukan check up atau pemeriksaan rutin, terutama jika diantar adik-adiknya dengan alasan tidak mau merepotkan orang.
"Dia enggak mau nyusahin dan ngerepotin orang khususnya adik-adiknya. Carlo ini selalu enggak mau kalau kita periksa," ucapnya.
Lanjut ke sebelah...
Kesedihan Keluarga Carlo Saba Meninggal Dunia
Keluarga ungkap Carlo Saba sempat mengira gejala serangan jantung sebagai asma. Sehingga, ia sempat hanya mengonsumsi obat asma. (Tangkapan Layar Instagram @carlo_saba)
Kepergian Carlo menjadi duka besar bagi keluarga. Mendiang disebut sebagai sosok penguat mereka kala saudaranya, Marthin Saba, wafat dua tahun lalu.
"Jadi setelah kehilangan Marthin, kakak kami yang menguatkan saya dan Denny ya termasuk keluarga yang lain adalah Carlo. Jadi sekarang dia berpulang itu buat kami ya sedih banget," tuturnya.
Carlo Saba meninggal dunia saat berusia 54 tahun, Rabu (19/4) malam. Sang musisi tutup usia sekitar pukul 21.41 WIB di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus.
Nama Carlo Saba mulai tenar seiring dengan kiprah perjalanan Kahitna di belantika musik Indonesia. Pria kelahiran 5 Januari 1969 itu menjadi satu dari personel awal Kahitna sejak dekade '80-an.
Namunm Carlo Saba yang selama ini dikenal penampilannya dengan kacamata, kumis, dan jenggot yang khas di atas panggung juga memiliki karier di luar Kahitna.
Ia bersama adik-adiknya, Marthin, Denny, dan Ivan, sempat mendirikan grup musik Saba. Selain itu, ia juga berkarier sebagai penyanyi solo melalui debut album solo pada 2014 yang bergenre rohani.
Tercatat, Carlo bersama Kahitna sudah menetaskan 10 album yang terdiri dari 8 album studio dan 2 album kompilasi. Sementara untuk karier solo, Carlo memiliki dua album studio.
Saat ini jenazah Carlo Saba disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, Pasar Senen, Jakarta Pusat. Jenazah rencananya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jumat (21/4) esok.