Kritikus Nilai Oppenheimer Menawan, Dianggap Film Terbaik Nolan
CNN Indonesia
Minggu, 23 Jul 2023 07:24 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Nilai Rotten Tomatoes milik Oppenheimer bahkan setara dengan The Dark Knight (2008) yang selama ini dianggap capaian terbaik Christopher Nolan. (Universal Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --
Christopher Nolan berhasil menjawab ekspektasi kritikus dengan karya terbarunya berjudul Oppenheimer. Film itu mendapat penilaian impresif dari kritikus film di berbagai media internasional.
Pujian itu tak lepas dari kepiawaian Nolan mengemas kisah hidup J. Robert Oppenheimer, fisikawan teoretis Amerika yang punya andil penting di balik penciptaan bom atom pertama di dunia.
Berdasarkan laman agregator Rotten Tomatoes pada Minggu (23/7), Oppenheimer mencetak skor kritikus 94 persen dari 294 ulasan yang telah dirilis. Jumlah itu merupakan salah satu capaian terbaik yang pernah diperoleh Christopher Nolan.
Nilai Rotten Tomatoes Oppenheimer itu bahkan setara dengan The Dark Knight yang rilis pada 2008, yakni 94 persen. Setelah itu, ada Dunkirk (2017) dan Insomnia (2002) dengan 92 persen, dan The Dark Knight Rises (2012) serta Inception (2010) dengan 87 persen.
Sebagian besar ulasan yang ditulis kritikus berisi pujian terhadap nyaris semua aspek dalam Oppenheimer. Film itu dinilai berhasil mengemas kisah hidup sang fisikawan menjadi cerita yang betah untuk ditonton, didukung audio visual memukau serta akting brilian para pemeran.
Johnny Oleksinski dari New York Post dalam ulasannya menilai Oppenheimer menyuguhkan cerita yang memicu rasa kagum sekaligus takut pada waktu bersamaan.
Ulasan Peter Bradshaw di Guardian juga menuliskan hal serupa. Ia bahkan mengibaratkan Oppenheimer seperti ledakan big bang yang begitu megah berkat peran Nolan sebagai sutradara.
"Oppenheimer adalah film yang membuat Anda berkata "Ya Tuhan" berulang kali--dalam kekaguman dan rasa takut," ucap Johnny Oleksinski, Kamis (19/7).
"Ini adalah ledakan big bang, dan tidak ada yang bisa menggarapnya lebih megah dan luar biasa daripada Nolan," tutur Bradshaw.
Selain itu, tidak sedikit juga kritikus yang menobatkan Oppenheimer sebagai film terbaik Christopher Nolan. Seperti ulasan dari Matthew Jackson di AV Club yang menilai film tersebut berhasil mengangkat derajat Nolan menuju ke titik yang lebih tinggi.
Oppenheimer, menurut Jackson, juga disebut sebagai film yang 'membakar otak' karena cerita yang kompleks dan penuh lapis.
"Ini adalah film terbaik Christopher Nolan sejauh ini, hal yang meningkat ke level baru dari salah satu sutradara terbaik kita, dan film yang membakar otak Anda," ujar Jackson.
Aktor bertabur bintang yang bergabung dalam film ini pun tidak luput dari perhatian kritikus. Seperti Cillian Murphy, pemeran J. Robert Oppenheimer, yang mendapat apresiasi tinggi dalam berbagai ulasan.
Lanjut ke sebelah...
Ulasan Tomris Laffly di The Wrap menilai Cillian Murphy punya dedikasi dalam proyek ini sehingga Oppenheimer berhasil menawarkan tontonan yang megah.
Selain Murphy, Robert Downey Jr. juga mendapat pujian lewat perannya sebagai Lewis Strauss. Penampilan itu dinilai sebagai salah satu akting terbaik Robert Downey Jr. usai jarang muncul belakangan ini.
"Melesat berkat kinerja ulet Cillian Murphy, film biografi Nolan soal bapak bom atom itu benar-benar megah dan melibatkan moralitas rumit," tulis Laffly dari The Wrap.
"Cillian Murphy menampilkan performa terbaik dalam karier sebagai fisikawan teoretis J. Robert Oppenheimer, dan Robert Downey Jr. memukau dengan cara yang tidak kita lihat dalam beberapa waktu," tulis Truitt.
Meski demikian, beberapa kritikus memiliki argumen lain terhadap Oppenheimer. Sejumlah ulasan itu menyebut Oppenheimer meninggalkan banyak catatan miring.
Alonso Duralde dalam ulasannya di The Film Verdict menganggap film itu punya kelemahan dari berbagai aspek. Masalah tersebut dinilai berakar dari skenario Christopher Nolan yang buruk.
Di sisi lain, Odie Henderson dari Boston Globe menilai Oppenheimer hanya seperti penjelasan di Wikipedia yang digarap menjadi tontonan sepanjang tiga jam.
"Seperti protagonisnya, Oppenheimer adalah karya yang selalu berkonflik dirinya sendiri, dengan sebagian besar masalahnya berakar pada skenario Nolan," tutur Alonso Duralde.
"Yang bisa saya katakan dengan pasti adalah bahwa Oppenheimer terlalu sering terasa seperti entri Wikipedia tiga jam daripada film yang menarik," ujar Henderson dari Boston Globe.
Oppenheimer merupakan film terbaru Christopher Nolan yang diadaptasi dari buku American Prometheus (2005) karya Kai Bird dan Martin J. Sherwin.
Film itu mengisahkan perjalanan J. Robert Oppenheimer, seorang fisikawan teoretis yang berperan penting dalam penciptaan bom atom ketika memimpin penelitian untuk Manhattan Project.
Cillian Murphy dipercaya sebagai pemeran utama dalam film tersebut, yakni sebagai Oppenheimer. Film itu juga dibintangi Emily Blunt, Matt Damon, Robert Downey Jr., hingga Florence Pugh.
Sejumlah aktor papan atas lain ikut meramaikan deretan pemeran Oppenheimer, seperti Josh Hartnett, Casey Affleck, Rami Malek, Kenneth Branagh, Benny Safdie, Tom Conti, hingga Jack Quaid.
Christopher Nolan berhasil menjawab ekspektasi kritikus dengan karya terbarunya berjudul Oppenheimer. Film itu mendapat penilaian impresif dari kritikus film di berbagai media internasional.
Pujian itu tak lepas dari kepiawaian Nolan mengemas kisah hidup J. Robert Oppenheimer, fisikawan teoretis Amerika yang punya andil penting di balik penciptaan bom atom pertama di dunia.
Berdasarkan laman agregator Rotten Tomatoes pada Minggu (23/7), Oppenheimer mencetak skor kritikus 94 persen dari 294 ulasan yang telah dirilis. Jumlah itu merupakan salah satu capaian terbaik yang pernah diperoleh Christopher Nolan.
Nilai Rotten Tomatoes Oppenheimer itu bahkan setara dengan The Dark Knight yang rilis pada 2008, yakni 94 persen. Setelah itu, ada Dunkirk (2017) dan Insomnia (2002) dengan 92 persen, dan The Dark Knight Rises (2012) serta Inception (2010) dengan 87 persen.
Sebagian besar ulasan yang ditulis kritikus berisi pujian terhadap nyaris semua aspek dalam Oppenheimer. Film itu dinilai berhasil mengemas kisah hidup sang fisikawan menjadi cerita yang betah untuk ditonton, didukung audio visual memukau serta akting brilian para pemeran.
Johnny Oleksinski dari New York Post dalam ulasannya menilai Oppenheimer menyuguhkan cerita yang memicu rasa kagum sekaligus takut pada waktu bersamaan.
Ulasan Peter Bradshaw di Guardian juga menuliskan hal serupa. Ia bahkan mengibaratkan Oppenheimer seperti ledakan big bang yang begitu megah berkat peran Nolan sebagai sutradara.
"Oppenheimer adalah film yang membuat Anda berkata "Ya Tuhan" berulang kali--dalam kekaguman dan rasa takut," ucap Johnny Oleksinski, Kamis (19/7).
"Ini adalah ledakan big bang, dan tidak ada yang bisa menggarapnya lebih megah dan luar biasa daripada Nolan," tutur Bradshaw.
Selain itu, tidak sedikit juga kritikus yang menobatkan Oppenheimer sebagai film terbaik Christopher Nolan. Seperti ulasan dari Matthew Jackson di AV Club yang menilai film tersebut berhasil mengangkat derajat Nolan menuju ke titik yang lebih tinggi.
Oppenheimer, menurut Jackson, juga disebut sebagai film yang 'membakar otak' karena cerita yang kompleks dan penuh lapis.
"Ini adalah film terbaik Christopher Nolan sejauh ini, hal yang meningkat ke level baru dari salah satu sutradara terbaik kita, dan film yang membakar otak Anda," ujar Jackson.
Aktor bertabur bintang yang bergabung dalam film ini pun tidak luput dari perhatian kritikus. Seperti Cillian Murphy, pemeran J. Robert Oppenheimer, yang mendapat apresiasi tinggi dalam berbagai ulasan.
Lanjut ke sebelah...
Banyak Catatan Miring
Nilai Rotten Tomatoes milik Oppenheimer bahkan setara dengan The Dark Knight (2008) yang selama ini dianggap capaian terbaik Christopher Nolan. (Melinda Sue Gordon/Universal Pictures)
Ulasan Tomris Laffly di The Wrap menilai Cillian Murphy punya dedikasi dalam proyek ini sehingga Oppenheimer berhasil menawarkan tontonan yang megah.
Selain Murphy, Robert Downey Jr. juga mendapat pujian lewat perannya sebagai Lewis Strauss. Penampilan itu dinilai sebagai salah satu akting terbaik Robert Downey Jr. usai jarang muncul belakangan ini.
"Melesat berkat kinerja ulet Cillian Murphy, film biografi Nolan soal bapak bom atom itu benar-benar megah dan melibatkan moralitas rumit," tulis Laffly dari The Wrap.
"Cillian Murphy menampilkan performa terbaik dalam karier sebagai fisikawan teoretis J. Robert Oppenheimer, dan Robert Downey Jr. memukau dengan cara yang tidak kita lihat dalam beberapa waktu," tulis Truitt.
Meski demikian, beberapa kritikus memiliki argumen lain terhadap Oppenheimer. Sejumlah ulasan itu menyebut Oppenheimer meninggalkan banyak catatan miring.
Alonso Duralde dalam ulasannya di The Film Verdict menganggap film itu punya kelemahan dari berbagai aspek. Masalah tersebut dinilai berakar dari skenario Christopher Nolan yang buruk.
Di sisi lain, Odie Henderson dari Boston Globe menilai Oppenheimer hanya seperti penjelasan di Wikipedia yang digarap menjadi tontonan sepanjang tiga jam.
"Seperti protagonisnya, Oppenheimer adalah karya yang selalu berkonflik dirinya sendiri, dengan sebagian besar masalahnya berakar pada skenario Nolan," tutur Alonso Duralde.
"Yang bisa saya katakan dengan pasti adalah bahwa Oppenheimer terlalu sering terasa seperti entri Wikipedia tiga jam daripada film yang menarik," ujar Henderson dari Boston Globe.
Oppenheimer merupakan film terbaru Christopher Nolan yang diadaptasi dari buku American Prometheus (2005) karya Kai Bird dan Martin J. Sherwin.
Film itu mengisahkan perjalanan J. Robert Oppenheimer, seorang fisikawan teoretis yang berperan penting dalam penciptaan bom atom ketika memimpin penelitian untuk Manhattan Project.
Cillian Murphy dipercaya sebagai pemeran utama dalam film tersebut, yakni sebagai Oppenheimer. Film itu juga dibintangi Emily Blunt, Matt Damon, Robert Downey Jr., hingga Florence Pugh.
Sejumlah aktor papan atas lain ikut meramaikan deretan pemeran Oppenheimer, seperti Josh Hartnett, Casey Affleck, Rami Malek, Kenneth Branagh, Benny Safdie, Tom Conti, hingga Jack Quaid.