Sandiaga Uno Beber Sebab Coldplay Cuma Konser Sehari di Jakarta
CNN Indonesia
Rabu, 02 Agu 2023 11:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut sejumlah hal yang menjadi kendala utama Coldplay hanya bisa konser satu hari di Jakarta. (via REUTERS/RITZAU SCANPIX)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut masalah perizinan menjadi kendala utama Coldplay hanya bisa konser satu hari di Jakarta, sementara di negara tetangga bisa berhari-hari.
"Salah satu pertimbangan kenapa Coldplay hanya memilih satu hari di sini dan lebih dari satu hari di negara lain itu karena faktor salah satunya perizinan," kata Sandiaga di Kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (1/8).
"Baik daripada kemudahan perizinan, waktu dari perizinan, dan juga biaya dari perizinan tersebut," lanjutnya.
Coldplay sebelumnya memastikan hanya akan menggelar konser Music of the Spheres World Tour di Jakarta selama satu hari, yakni pada 15 November 2023.
Sementara itu, Coldplay menggelar enam hari untuk rangkaian tur yang sama di Singapura pada Januari 2024, serta dua hari di Manila, Filipina, juga Bangkok, Thailand.
Padahal Jakarta menjadi kota nomor satu dengan jumlah pendengar Coldplay bulanan terbanyak di dunia dalam layanan streaming Spotify, sebesar 1,6 juta pendengar per bulan, per Rabu (2/8).
"Ini yang dikeluhkan oleh para penyelenggara kegiatan events organizer, karena ada yang izinnya itu baru keluar beberapa jam sebelum event dilaksanakan. Jadi ini banyak menimbulkan ketidakpastian," kata Sandiaga.
Menghadapi masalah perizinan tersebut, Sandiaga mengatakan pemerintah bakal mengubah sistem perizinan secara digital mulai September untuk proyek pilot dengan harapan bisa mempermudah perizinan acara di Indonesia.
Menurut Sandiaga, digitalisasi perizinan acara ini bisa membuat proses menjadi lebih efisien, yakni izin bisa keluar 14 hari sebelum acara level nasional digelar dan 21 hari untuk acara level internasional.
Lanjut ke sebelah..
Proses yang lebih cepat itu dianggap Sandiaga bisa menambah nilai tambah ekonomi mencapai Rp17 triliun dari 3.000 acara yang bisa digelar di Indonesia dalam setahun.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Dino Hamid mengungkapkan hal senada dengan Sandiaga Uno. Ia menilai Indonesia memang butuh digitalisasi perizinan acara.
"Kalau secara keseluruhan, memang konteks perizinan acara di Indonesia harus segera diperbaharui dengan sistem satu pintu dan digitalisasi, agar kami kempunyai fixed time line dan fixed cost," kata Dino kepada CNNIndonesia.com, Rabu (2/8).
"[Masalah perizinan] tidak hanya [untuk] musisi international, tetapi menjadi hambatan untuk perkembangan dunia event, pertunjukan dan festival di Indonesia," lanjutnya.
Penyederhanaan birokrasi juga sempat disinggung oleh akademisi manajemen pertunjukan musik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Yosia Revie Pongoh terkait sebab Indonesia dilewati musisi asing berskala besar semacam Coldplay dan Taylor Swift.
"Sudah seharusnya ada koordinasi antarlembaga atau instansi yang terkait dengan regulasi artis asing untuk mengeluarkan aturan yang jelas," kata Revie kepada CNNIndonesia.com, Juni 2023.
"Mungkin juga perlu penyederhanaan birokrasi yang memudahkan artis asing untuk melakukan pertunjukan di sini," sambungnya.
"Karena kemudahan perizinan juga menjadi salah satu penilaian bagi manajemen artis asing ketika melakukan riset awal mengenai negara tujuan." kata Revie.
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut masalah perizinan menjadi kendala utama Coldplay hanya bisa konser satu hari di Jakarta, sementara di negara tetangga bisa berhari-hari.
"Salah satu pertimbangan kenapa Coldplay hanya memilih satu hari di sini dan lebih dari satu hari di negara lain itu karena faktor salah satunya perizinan," kata Sandiaga di Kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (1/8).
"Baik daripada kemudahan perizinan, waktu dari perizinan, dan juga biaya dari perizinan tersebut," lanjutnya.
Coldplay sebelumnya memastikan hanya akan menggelar konser Music of the Spheres World Tour di Jakarta selama satu hari, yakni pada 15 November 2023.
Sementara itu, Coldplay menggelar enam hari untuk rangkaian tur yang sama di Singapura pada Januari 2024, serta dua hari di Manila, Filipina, juga Bangkok, Thailand.
Padahal Jakarta menjadi kota nomor satu dengan jumlah pendengar Coldplay bulanan terbanyak di dunia dalam layanan streaming Spotify, sebesar 1,6 juta pendengar per bulan, per Rabu (2/8).
"Ini yang dikeluhkan oleh para penyelenggara kegiatan events organizer, karena ada yang izinnya itu baru keluar beberapa jam sebelum event dilaksanakan. Jadi ini banyak menimbulkan ketidakpastian," kata Sandiaga.
Menghadapi masalah perizinan tersebut, Sandiaga mengatakan pemerintah bakal mengubah sistem perizinan secara digital mulai September untuk proyek pilot dengan harapan bisa mempermudah perizinan acara di Indonesia.
Menurut Sandiaga, digitalisasi perizinan acara ini bisa membuat proses menjadi lebih efisien, yakni izin bisa keluar 14 hari sebelum acara level nasional digelar dan 21 hari untuk acara level internasional.
Lanjut ke sebelah..
Respons Asosiasi Promotor
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut sejumlah hal yang menjadi kendala utama Coldplay hanya bisa konser satu hari di Jakarta. ( via REUTERS/RITZAU SCANPIX)
Proses yang lebih cepat itu dianggap Sandiaga bisa menambah nilai tambah ekonomi mencapai Rp17 triliun dari 3.000 acara yang bisa digelar di Indonesia dalam setahun.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Dino Hamid mengungkapkan hal senada dengan Sandiaga Uno. Ia menilai Indonesia memang butuh digitalisasi perizinan acara.
"Kalau secara keseluruhan, memang konteks perizinan acara di Indonesia harus segera diperbaharui dengan sistem satu pintu dan digitalisasi, agar kami kempunyai fixed time line dan fixed cost," kata Dino kepada CNNIndonesia.com, Rabu (2/8).
"[Masalah perizinan] tidak hanya [untuk] musisi international, tetapi menjadi hambatan untuk perkembangan dunia event, pertunjukan dan festival di Indonesia," lanjutnya.
Penyederhanaan birokrasi juga sempat disinggung oleh akademisi manajemen pertunjukan musik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Yosia Revie Pongoh terkait sebab Indonesia dilewati musisi asing berskala besar semacam Coldplay dan Taylor Swift.
"Sudah seharusnya ada koordinasi antarlembaga atau instansi yang terkait dengan regulasi artis asing untuk mengeluarkan aturan yang jelas," kata Revie kepada CNNIndonesia.com, Juni 2023.
"Mungkin juga perlu penyederhanaan birokrasi yang memudahkan artis asing untuk melakukan pertunjukan di sini," sambungnya.
"Karena kemudahan perizinan juga menjadi salah satu penilaian bagi manajemen artis asing ketika melakukan riset awal mengenai negara tujuan." kata Revie.