Christine Hakim Akui Pernah Berkali-kali Ingin Berhenti Main Film
frl | CNN Indonesia
Selasa, 08 Agu 2023 13:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Christine Hakim pernah beberapa kali berniat untuk berhenti menjadi aktris, seperti setelah membintangi film Tjoet Nja' Dhien. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Christine Hakim mengaku pernah beberapa kali berniat untuk berhenti menjadi aktris. Ia menjelaskan keinginan pensiun itu muncul beberapa kali, seperti saat Christine selesai membintangi film hit Tjoet Nja' Dhien (1988).
Kala itu, ia ingin pensiun karena syuting biopik tersebut begitu berat. Christine menjelaskan film legendaris karya sutradara Eros Djarot itu sangat menguras energi hingga konsentrasi selama tiga tahun proses syuting.
"Sebenarnya beberapa kali mau berhenti main film, termasuk setelah Tjoet Nja' Dhien," ujar Christine Hakim dalam Pagi Pagi Ambyar Trans TV yang diunggah via YouTube pada Sabtu (5/8).
"Bayangkan itu tiga tahun harus menjaga konsentrasi, mood kerja, untuk fokus dengan satu tokoh. Jadi, berat sekali," lanjut sang aktris.
Bintang The Last of Us itu juga mengaku sempat ragu dengan kehidupannya sebagai aktris di Indonesia. Rasa itu muncul setelah Christine Hakim mengikuti Cannes Film Festival 1989 mewakili Tjoet Nja' Dhien.
Ia melihat kehidupan bintang Hollywood begitu kontras dengan kiprahnya menjadi aktris di Indonesia. Meski demikian, Christine memutuskan untuk tetap bertahan dan melanjutkan karier di dunia akting.
Tak hanya itu, Christine juga mengaku sempat enggan terlibat dalam proyek film Hollywood jauh sebelum ikut bergabung sebagai pemeran The Last of Us (2023).
Momen tersebut terjadi saat aktris berusia 66 tahun itu tampil di film Eat, Pray, Love (2010), film Hollywood berlatar Bali yang dibintangi Julia Roberts dan Javier Bardem. Ia mengungkapkan waktu itu sempat enggan ikut casting karena harus merawat ayahnya.
"Waktu itu enggak mau ikut casting. Bukannya enggak mau atau menolak produksi Hollywood, tapi waktu itu sedang merawat ayah yang di rumah sakit dan sudah dua bulan," ucap aktris yang akrab disapa Ibu itu.
"Ibu waktu itu juga enggak pulang ke rumah. Jadi kalau ada syuting waktu itu pulang ke rumah sakit, hanya ingin berada di samping ayah," lanjutnya.
Lanjut ke sebelah...
Tawaran itu kembali datang beberapa hari setelah ayah Christine meninggal dunia. Ia pun sempat bertemu tim casting maupun produser Eat, Pray, Love untuk diskusi dan casting.
Meski demikian, peran Wayan dalam film itu ternyata sempat diberikan kepada aktris lain. Aktris itu bahkan sempat melakoni syuting selama beberapa waktu, tetapi kemudian digantikan oleh Christine Hakim.
Christine menjelaskan ia dibujuk sutradara dan produser Eat, Pray, Love untuk memerankan Wayan imbas suatu masalah produksi.
"Produser eksekutifnya bilang ini kita ada masalah, bisa enggak sutradaranya mau bertemu kamu lagi," ujar Christine.
"Singkat kata mereka harus mengganti peran Wayan karena ada masalah satu dan lain hal. Sutradara dan produser akhirnya ingin ketemu aku langsung, kemudian main di Eat, Pray, Love," lanjutnya.
Christine Hakim tercatat sebagai salah satu aktris papan atas Indonesia. Ia telah berkiprah selama 50 tahun sejak debut akting pada 1973 lewat film Cinta Pertama.
Aktris kelahiran Jambi itu pun telah membintangi puluhan film hit, mulai dari Badai Pasti Berlalu (1977), Di Balik Kelambu (1982), Kerikil-Kerikil Tajam (1984), Tjoet Nja' Dhien (1986), Pasir Berbisik (2000), Sang Kiai (2013), dan Perempuan Tanah Jahannam (2019).
Ia juga telah mengumpulkan setidaknya 9 Piala Citra, seperti kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.
Christine Hakim mengaku pernah beberapa kali berniat untuk berhenti menjadi aktris. Ia menjelaskan keinginan pensiun itu muncul beberapa kali, seperti saat Christine selesai membintangi film hit Tjoet Nja' Dhien (1988).
Kala itu, ia ingin pensiun karena syuting biopik tersebut begitu berat. Christine menjelaskan film legendaris karya sutradara Eros Djarot itu sangat menguras energi hingga konsentrasi selama tiga tahun proses syuting.
"Sebenarnya beberapa kali mau berhenti main film, termasuk setelah Tjoet Nja' Dhien," ujar Christine Hakim dalam Pagi Pagi Ambyar Trans TV yang diunggah via YouTube pada Sabtu (5/8).
"Bayangkan itu tiga tahun harus menjaga konsentrasi, mood kerja, untuk fokus dengan satu tokoh. Jadi, berat sekali," lanjut sang aktris.
Bintang The Last of Us itu juga mengaku sempat ragu dengan kehidupannya sebagai aktris di Indonesia. Rasa itu muncul setelah Christine Hakim mengikuti Cannes Film Festival 1989 mewakili Tjoet Nja' Dhien.
Ia melihat kehidupan bintang Hollywood begitu kontras dengan kiprahnya menjadi aktris di Indonesia. Meski demikian, Christine memutuskan untuk tetap bertahan dan melanjutkan karier di dunia akting.
Tak hanya itu, Christine juga mengaku sempat enggan terlibat dalam proyek film Hollywood jauh sebelum ikut bergabung sebagai pemeran The Last of Us (2023).
Momen tersebut terjadi saat aktris berusia 66 tahun itu tampil di film Eat, Pray, Love (2010), film Hollywood berlatar Bali yang dibintangi Julia Roberts dan Javier Bardem. Ia mengungkapkan waktu itu sempat enggan ikut casting karena harus merawat ayahnya.
"Waktu itu enggak mau ikut casting. Bukannya enggak mau atau menolak produksi Hollywood, tapi waktu itu sedang merawat ayah yang di rumah sakit dan sudah dua bulan," ucap aktris yang akrab disapa Ibu itu.
"Ibu waktu itu juga enggak pulang ke rumah. Jadi kalau ada syuting waktu itu pulang ke rumah sakit, hanya ingin berada di samping ayah," lanjutnya.
Lanjut ke sebelah...
Tawaran Film Eat, Pray, Love
Christine Hakim pernah beberapa kali berniat untuk berhenti menjadi aktris, seperti setelah membintangi film Tjoet Nja' Dhien. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Tawaran itu kembali datang beberapa hari setelah ayah Christine meninggal dunia. Ia pun sempat bertemu tim casting maupun produser Eat, Pray, Love untuk diskusi dan casting.
Meski demikian, peran Wayan dalam film itu ternyata sempat diberikan kepada aktris lain. Aktris itu bahkan sempat melakoni syuting selama beberapa waktu, tetapi kemudian digantikan oleh Christine Hakim.
Christine menjelaskan ia dibujuk sutradara dan produser Eat, Pray, Love untuk memerankan Wayan imbas suatu masalah produksi.
"Produser eksekutifnya bilang ini kita ada masalah, bisa enggak sutradaranya mau bertemu kamu lagi," ujar Christine.
"Singkat kata mereka harus mengganti peran Wayan karena ada masalah satu dan lain hal. Sutradara dan produser akhirnya ingin ketemu aku langsung, kemudian main di Eat, Pray, Love," lanjutnya.
Christine Hakim tercatat sebagai salah satu aktris papan atas Indonesia. Ia telah berkiprah selama 50 tahun sejak debut akting pada 1973 lewat film Cinta Pertama.
Aktris kelahiran Jambi itu pun telah membintangi puluhan film hit, mulai dari Badai Pasti Berlalu (1977), Di Balik Kelambu (1982), Kerikil-Kerikil Tajam (1984), Tjoet Nja' Dhien (1986), Pasir Berbisik (2000), Sang Kiai (2013), dan Perempuan Tanah Jahannam (2019).
Ia juga telah mengumpulkan setidaknya 9 Piala Citra, seperti kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.