Jakarta, CNN Indonesia -- Proses panjang dilalui sutradara sekaligus penulis naskah Kim Yong-hwa demi menyiapkan set realistis untuk film terbarunya. Setelah bermain-main dengan afterlife dalam seri Along with the Gods, ia berusaha menciptakan antariksa yang riil untuk The Moon.
Hal tersebut dilakukan untuk menghadirkan cerita space-survival dan misi ke Bulan yang terasa begitu nyata berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi luar angkasa yang berkembang nyata di Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, Kim Yong-hwa menghabiskan sedikitnya tujuh bulan hanya untuk masa fase praproduksi demi menghidupkan ruang angkasa itu di layar lebar.
Hal itu dilakukan karena tak ingin sepenuhnya mengandalkan pada visual efek (Visual FX) semata.
"Jika membangun setiap elemen dengan hati-hati, kualitas keseluruhan akan meningkat. Entah itu untuk pakaian atau properti, niatnya adalah untuk membuat objek fisik yang sebenarnya dan berkolaborasi dengan VFX," kata Kim Yong-hwa.
[Gambas:Video CNN]
Dari tahap skenario dan desain produksi, Kim Yong-hwa dan tim meminta saran lembaga penelitian nasional seperti Korea Aerospace Research Institute dan Korea Astronomy and Space Science Institute.
Tak hanya itu, sebelum masuk ke fase pengambilan gambar, mereka melakukan pra-tes dan simulasi ekstensif, seperti untuk art dan pencahayaan, untuk meningkatkan kualitas gambaran luar angkasa lewat tahapan pra-visualisasi.
 Set pesawat ruang angkasa yang dibuat tim produksi The Moon. (CJ ENM Co., Ltd) |
Mereka juga menciptakan satu set pesawat ruang angkasa yang sangat mirip dengan aslinya dan secara langsung membuat semua elemen yang harus dimiliki pesawat ruang angkasa, termasuk panel LED internal, grafik yang melayang di atasnya, dan semua sakelar yang berfungsi, menggunakan komponen dan bahan yang digunakan NASA.
Lusinan layar monitor di Naro Space Center yang jadi tempat para staf dapat memeriksa secara real-time juga dirancang dengan grafik gerak beresolusi tertinggi dengan menggabungkan data terperinci, bukan menggunakan layar biru.
Lanjut ke sebelah...
Kendaraan D.O. EXO di The Moon
Sutradara Kim Yong-hwa menempuh jalan panjang untuk membuat set antariksa serealistis mungkin untuk The Moon yang dibintangi D.O. EXO. (CJ ENM Co., Ltd)
Kendaraan eksplorasi Bulan yang dikemudikan astronaut Hwang Sun-woo (D.O. EXO) juga dibuat hingga tahap para ahli seperti bisa mengoperasikannya secara nyata dan menjalankan misi di Bulan.
Tak hanya set yang dibuat senyata mungkin, ia juga menyiapkan kamera beresolusi tinggi demi mencapai realisme.
Sutradara Kim Yong-hwa menggunakan kamera IMAX dengan lensa 4K bersama dengan 45 lensa kamera lainnya. Korea Herald mencatat hal itu membuat The Moon menjadi film Korea yang pertama kali melakukannya.
Hal-hal tersebut yang kemudian membuat Kim Yong-hwa percaya diri dengan visual hiper-realistis yang ia ciptakan dalam The Moon.
"Saat penonton memeriksa setiap detail, tidak ada perbedaan antara film dan kenyataan," ucapnya.
Set itu pun dipuji D.O. EXO yang merasakan seluruhnya karena memerankan Hwang Sun-woo, astronaut yang menjalankan misi ke Bulan dan malah terasing di antariksa karena beberapa hal yang ditemui di tengah perjalanannya.
Dalam wawancara kepada media lokal beberapa waktu lalu, D.O. EXO memuji lokasi syuting The Moon. Menurutnya, penonton nantinya bisa ikut merasa seperti berada di Bulan bersamanya.
"Set syuting film ini begitu luar biasa hingga membuatmu bisa tak sadar seperti berada di Bulan. Bulannya digambarkan secara riil, sehingga tak ada kesulitan untuk syuting," kata D.O. EXO seperti diberitakan Herald Pop pada Kamis (6/7).
 Mobil penjelajah Bulan dalam film Korea The Moon. (CJ ENM Co., Ltd) |
 D.O. EXO dalam behind the scenes film Korea The Moon. (CJ ENM Co., Ltd) |
Secara keseluruhan, The Moon dibuat dengan bujet sekitar 28 miliar won atau sekitar US$21,3 juta.
Semua hasil riset dan usaha Kim Yong-hwa tersebut bisa ditonton dalam The Moon yang tayang sejak 9 Agustus di bioskop Indonesia.
[Gambas:Youtube]