Sutradara Kerja Keras Demi Blue Beetle Hinggap di Layar Lebar
CNN Indonesia
Jumat, 18 Agu 2023 07:34 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sutradara Blue Beetle menyebut awalnya film superhero DC itu hanya akan rilis di layanan streaming Max. (Warner Bros. Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sutradara film Blue Beetle, Angel Manuel Soto, mengisahkan perjuangannya agar film superhero DC terbaru itu tayang di layar lebar, bukan di layanan streaming.
Kepada Collider seperti yang dirilis pada Selasa (15/8), Soto menyebut awalnya film itu hanya akan rilis di layanan streaming Max milik Warner Bros. Discovery.
Namun ia merasa bahwa kisah superhero dengan latar masyarakat Latin ini punya pesan penting yang bila hanya tayang di layanan streaming, bisa mengurangi nilainya.
"Ini menjadi kali pertama kita memiliki seorang superhero Latin di garis terdepan," kata Soto. "Bukan hanya seorang aktor Latino yang memerankan pahlawan, tetapi ia benar-benar seorang Latin,"
"Bersama keluarganya, dan mereka menjadi pahlawan dalam cerita mereka sendiri untuk pertama kalinya," lanjutnya. "Ini tidak bisa hanya berada di streaming. Itu harus tampil di layar lebar,"
Angel Manuel Soto pun berjibaku meyakinkan Warner Bros. Discovery agar film Blue Beetle pantas tayang di layar lebar. Ia mulai mengonsep dan membangun segala hal yang dibutuhkan agar film ini dinilai layak di layar lebar.
Soto mengaku ia dan timnya bekerja sangat keras membangun dunia latar Blue Beetle, mulai dari kostum hingga segala hal yang terutama yang berkaitan dengan budaya masyarakat Latin di Amerika Serikat.
"Kami bekerja sangat keras untuk membangun dunia ini, di mana adegan-adegan aksi, kostum, semangat keluarga, dan aspek-aspek budaya disajikan dengan cara yang pantas untuk ditonton," katanya.
Soto bahkan menyebut obsesinya bukan hanya film ini tayang di layar lebar bioskop pada umumnya, tetapi juga bisa tayang di IMAX. Hingga akhirnya, pihak Warner Bros. Discovery pun menyetujui film ini tayang di layar lebar.
Lanjut ke sebelah...
"Saya pikir kami telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam menghidupkan konsep ini, sehingga akhirnya Warner Bros memutuskan bahwa film ini harus tayang di bioskop," kata Angel Manuel Soto.
Blue Beetle sendiri pertama kali diperkenalkan lewat komik bertajuk Mystery Men Comics #1 yang terbit pada August 1939 silam. Karakter tersebut dibuat oleh komikus Charles Nicholas.
Mulanya hak cipta Blue Beetle dimiliki Fox Comics yang kemudian beralih ke Charlton Comics. Pada 1983, DC Comics membeli IP Blue Beetle.
Pergantian pemilik IP menyebabkan ada tiga nama asli berbeda dari Blue Beetle. Versi orisinal bernama Dan Garret, ia mendapat kekuatan dari vitamin spesial yang kemudian mendapat kekuatan dari seekor kumbang scarab ajaib.
Versi kedua Blue Beetle bernama Ted Kord yang dibuat Charlton Comics. Sebenarnya ia tidak memiliki kekuatan super sama sekali, tapi bisa membuat alat-alat yang membantunya melawan kejahatan.
Sementara itu, versi ketiga Blue Beetle bernama Jaime Reyes yang kini diperankan oleh Xolo Maridueña. Ia dikisahkan sebagai remaja yang menemukan kumbang scarab ajaib hingga membuatnya sangat kuat.
Blue Beetle menjadi film pahlawan super pertama dari DCEU yang menggunakan kebudayaan Latin sebagai latar cerita. Film ini digarap Angel Manuel Soto dengan naskah ditulis Gareth Dunnet-Alcocer.
Selain Xolo Mariduena sebagai bintang utama, film ini juga dibintangi oleh Susan Sarandon, Bruna Marquezine, Alberto Reyes, dan George Lopez.
Blue Beetle dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 16 Agustus 2023.
Sutradara film Blue Beetle, Angel Manuel Soto, mengisahkan perjuangannya agar film superhero DC terbaru itu tayang di layar lebar, bukan di layanan streaming.
Kepada Collider seperti yang dirilis pada Selasa (15/8), Soto menyebut awalnya film itu hanya akan rilis di layanan streaming Max milik Warner Bros. Discovery.
Namun ia merasa bahwa kisah superhero dengan latar masyarakat Latin ini punya pesan penting yang bila hanya tayang di layanan streaming, bisa mengurangi nilainya.
"Ini menjadi kali pertama kita memiliki seorang superhero Latin di garis terdepan," kata Soto. "Bukan hanya seorang aktor Latino yang memerankan pahlawan, tetapi ia benar-benar seorang Latin,"
"Bersama keluarganya, dan mereka menjadi pahlawan dalam cerita mereka sendiri untuk pertama kalinya," lanjutnya. "Ini tidak bisa hanya berada di streaming. Itu harus tampil di layar lebar,"
Angel Manuel Soto pun berjibaku meyakinkan Warner Bros. Discovery agar film Blue Beetle pantas tayang di layar lebar. Ia mulai mengonsep dan membangun segala hal yang dibutuhkan agar film ini dinilai layak di layar lebar.
Soto mengaku ia dan timnya bekerja sangat keras membangun dunia latar Blue Beetle, mulai dari kostum hingga segala hal yang terutama yang berkaitan dengan budaya masyarakat Latin di Amerika Serikat.
"Kami bekerja sangat keras untuk membangun dunia ini, di mana adegan-adegan aksi, kostum, semangat keluarga, dan aspek-aspek budaya disajikan dengan cara yang pantas untuk ditonton," katanya.
Soto bahkan menyebut obsesinya bukan hanya film ini tayang di layar lebar bioskop pada umumnya, tetapi juga bisa tayang di IMAX. Hingga akhirnya, pihak Warner Bros. Discovery pun menyetujui film ini tayang di layar lebar.
Lanjut ke sebelah...
3 Jenis Blue Beetle
Sutradara Blue Beetle menyebut awalnya film superhero DC itu hanya akan rilis di layanan streaming Max. (Warner Bros. Pictures)
"Saya pikir kami telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam menghidupkan konsep ini, sehingga akhirnya Warner Bros memutuskan bahwa film ini harus tayang di bioskop," kata Angel Manuel Soto.
Blue Beetle sendiri pertama kali diperkenalkan lewat komik bertajuk Mystery Men Comics #1 yang terbit pada August 1939 silam. Karakter tersebut dibuat oleh komikus Charles Nicholas.
Mulanya hak cipta Blue Beetle dimiliki Fox Comics yang kemudian beralih ke Charlton Comics. Pada 1983, DC Comics membeli IP Blue Beetle.
Pergantian pemilik IP menyebabkan ada tiga nama asli berbeda dari Blue Beetle. Versi orisinal bernama Dan Garret, ia mendapat kekuatan dari vitamin spesial yang kemudian mendapat kekuatan dari seekor kumbang scarab ajaib.
Versi kedua Blue Beetle bernama Ted Kord yang dibuat Charlton Comics. Sebenarnya ia tidak memiliki kekuatan super sama sekali, tapi bisa membuat alat-alat yang membantunya melawan kejahatan.
Sementara itu, versi ketiga Blue Beetle bernama Jaime Reyes yang kini diperankan oleh Xolo Maridueña. Ia dikisahkan sebagai remaja yang menemukan kumbang scarab ajaib hingga membuatnya sangat kuat.
Blue Beetle menjadi film pahlawan super pertama dari DCEU yang menggunakan kebudayaan Latin sebagai latar cerita. Film ini digarap Angel Manuel Soto dengan naskah ditulis Gareth Dunnet-Alcocer.
Selain Xolo Mariduena sebagai bintang utama, film ini juga dibintangi oleh Susan Sarandon, Bruna Marquezine, Alberto Reyes, dan George Lopez.
Blue Beetle dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 16 Agustus 2023.