FIFTY FIFTY Buka Suara Pertama Kali Soal Kisruh dengan Agensi
CNN Indonesia
Jumat, 18 Agu 2023 19:25 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
FIFTY FIFTY buka suara untuk pertama kali mengenai kisruh dengan agensi, Attrakt, yang telah terjadi beberapa bulan terakhir. (Attrakt via Twitter @we_fiftyfifty)
Jakarta, CNN Indonesia --
Fifty Fifty untuk pertama kalinya buka suara mengenai permasalahan dengan agensi, Attrakt, dalam beberapa bulan terakhir. Mereka menulis surat secara langsung dan diunggah pada Kamis (17/8).
Di awal surat tersebut, para member; Keena, Saena, Sio, dan Aran, mengaku merasakan penyesalan yang tak terlukiskan di tengah kesalahpahaman dan kritik yang mereka terima setiap hari.
"Kami percaya bahwa di tengah kesulitan itu, kebenaran harus diungkapkan," tulis Fifty Fifty seperti diberitakan Korea JoongAng Daily, Jumat (18/8).
"Kami harap hingga saat ini juga berharap, hak kami bisa dilindungi pengadilan. Kami akan terus mengumpulkan dan mengajukan bukti,"
Dalam kesempatan itu, mereka mengatakan ada banyak hal tidak benar yang beredar dalam beberapa bulan terakhir. Kendati demikian, girl group tersebut tidak merincikan hal-hal yang keliru.
"Banyak sekali cerita tidak benar yang diberitakan dan diedarkan. Tapi kami telah menghindar menyebutkan pemutusan kontrak eksklusif, bukan karena kami setuju dengan pemberitaan itu," tutur Fify Fifty.
Surat tersebut kemudian diakhir dengan permintaan kepada orang-orang untuk menghentikan kritik berlebihan dan berharap bisa tetap menjaga pandangan objektif dalam mengomentari permasalahan itu.
Fifty Fifty menggugat kontrak eksklusif mereka dengan Attrakt pada Juni 2023. Mereka mengklaim telah diperlakukan tidak adil oleh perusahaan.
Pendapatan mereka juga disebut belum didistribusikan dengan baik kepada setiap member meskipun lagu Cupid begitu meledak dan viral di pasaran sejak 2022.
Sementara itu, Attrakt sebelumnya berargumen "pihak luar" sedang mencoba mengincar artis perusahaannya. Oscar Jun selaku CEO kemudian menuding Warner Music Korea sebagai pihak luar tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Tak hanya itu, dalam klaimnya, produser Ahn Sung-il juga disebut bekerja sama dengan Warner di belakangnya. Ahn adalah CEO The Givers, perusahaan produksi yang menangani musik dan manajemen Fifty Fifty.
Attrakt melaporkan Ahn dan tiga orang lainnya di The Givers atas pelanggaran kepercayaan pada 27 Juni dan member girl grup tersebut pada keesokan harinya mengumumkan telah mengajukan gugatan ke pengadilan.
Publik telah memihak Jun dan Attrakt dan menyebut para anggota sebagai "ikon pengkhianatan" dan "angsa emas yang mengeluarkan isi perutnya sendiri" sejak perkelahian hukum dimulai.
Pada Kamis (17/8), member Fifty Fifty juga melaporkan Jun ke polisi karena melanggar kepercayaan, mengklaim bahwa dia menggunakan anggaran perusahaan secara tidak benar untuk melunasi utang daripada berinvestasi di band.
Grup itu juga melaporkan CEO Attrakt Oscar Jun ke Kantor Polisi Gangnam Seoul karena melanggar Undang-Undang Hukuman yang Diperparah dari Kejahatan Ekonomi Khusus dengan salah menempatkan uang perusahaan yang dia terima dari investor luar.
Fifty Fifty berpendapat Jun menggunakan sekitar 2 miliar won untuk melunasi utang StarCrew ENT, agensi tempat empat member sebelumnya saat masuk sebagai trainee sebelum beralih ke Attrakt pada Juli 2021.
Jun juga merupakan CEO StarCrew ENT tetapi dia mendirikan Attrakt pada Juni 2021 untuk debut Fifty Fifty.
Menurut para member, Jun menerima 9 miliar won sebagai investasi dari distributor musik Interpark pada Agustus 2020 atas nama StarCrew ENT, tetapi jumlah tersebut dibayarkan dengan pendapatan Fifty Fifty ketika girl grup tersebut tidak masuk ke StarCrew ENT.
"Ini adalah pelanggaran kepercayaan dan dapat dilihat sebagai kejahatan yang merugikan Attrakt," kata Fifty Fifty.
Jakarta, CNN Indonesia --
Fifty Fifty untuk pertama kalinya buka suara mengenai permasalahan dengan agensi, Attrakt, dalam beberapa bulan terakhir. Mereka menulis surat secara langsung dan diunggah pada Kamis (17/8).
Di awal surat tersebut, para member; Keena, Saena, Sio, dan Aran, mengaku merasakan penyesalan yang tak terlukiskan di tengah kesalahpahaman dan kritik yang mereka terima setiap hari.
"Kami percaya bahwa di tengah kesulitan itu, kebenaran harus diungkapkan," tulis Fifty Fifty seperti diberitakan Korea JoongAng Daily, Jumat (18/8).
"Kami harap hingga saat ini juga berharap, hak kami bisa dilindungi pengadilan. Kami akan terus mengumpulkan dan mengajukan bukti,"
Dalam kesempatan itu, mereka mengatakan ada banyak hal tidak benar yang beredar dalam beberapa bulan terakhir. Kendati demikian, girl group tersebut tidak merincikan hal-hal yang keliru.
"Banyak sekali cerita tidak benar yang diberitakan dan diedarkan. Tapi kami telah menghindar menyebutkan pemutusan kontrak eksklusif, bukan karena kami setuju dengan pemberitaan itu," tutur Fify Fifty.
Surat tersebut kemudian diakhir dengan permintaan kepada orang-orang untuk menghentikan kritik berlebihan dan berharap bisa tetap menjaga pandangan objektif dalam mengomentari permasalahan itu.
Fifty Fifty menggugat kontrak eksklusif mereka dengan Attrakt pada Juni 2023. Mereka mengklaim telah diperlakukan tidak adil oleh perusahaan.
Pendapatan mereka juga disebut belum didistribusikan dengan baik kepada setiap member meskipun lagu Cupid begitu meledak dan viral di pasaran sejak 2022.
Sementara itu, Attrakt sebelumnya berargumen "pihak luar" sedang mencoba mengincar artis perusahaannya. Oscar Jun selaku CEO kemudian menuding Warner Music Korea sebagai pihak luar tersebut.
Lanjut ke sebelah...
FIFTY FIFTY Buka Suara Pertama Kali Soal Kisruh dengan Agensi
FIFTY FIFTY buka suara untuk pertama kali mengenai kisruh dengan agensi, Attrakt, yang telah terjadi beberapa bulan terakhir. (Attrakt via Twitter @we_fiftyfifty)
Tak hanya itu, dalam klaimnya, produser Ahn Sung-il juga disebut bekerja sama dengan Warner di belakangnya. Ahn adalah CEO The Givers, perusahaan produksi yang menangani musik dan manajemen Fifty Fifty.
Attrakt melaporkan Ahn dan tiga orang lainnya di The Givers atas pelanggaran kepercayaan pada 27 Juni dan member girl grup tersebut pada keesokan harinya mengumumkan telah mengajukan gugatan ke pengadilan.
Publik telah memihak Jun dan Attrakt dan menyebut para anggota sebagai "ikon pengkhianatan" dan "angsa emas yang mengeluarkan isi perutnya sendiri" sejak perkelahian hukum dimulai.
Pada Kamis (17/8), member Fifty Fifty juga melaporkan Jun ke polisi karena melanggar kepercayaan, mengklaim bahwa dia menggunakan anggaran perusahaan secara tidak benar untuk melunasi utang daripada berinvestasi di band.
Grup itu juga melaporkan CEO Attrakt Oscar Jun ke Kantor Polisi Gangnam Seoul karena melanggar Undang-Undang Hukuman yang Diperparah dari Kejahatan Ekonomi Khusus dengan salah menempatkan uang perusahaan yang dia terima dari investor luar.
Fifty Fifty berpendapat Jun menggunakan sekitar 2 miliar won untuk melunasi utang StarCrew ENT, agensi tempat empat member sebelumnya saat masuk sebagai trainee sebelum beralih ke Attrakt pada Juli 2021.
Jun juga merupakan CEO StarCrew ENT tetapi dia mendirikan Attrakt pada Juni 2021 untuk debut Fifty Fifty.
Menurut para member, Jun menerima 9 miliar won sebagai investasi dari distributor musik Interpark pada Agustus 2020 atas nama StarCrew ENT, tetapi jumlah tersebut dibayarkan dengan pendapatan Fifty Fifty ketika girl grup tersebut tidak masuk ke StarCrew ENT.
"Ini adalah pelanggaran kepercayaan dan dapat dilihat sebagai kejahatan yang merugikan Attrakt," kata Fifty Fifty.