SMTOWN Live 2023 Jakarta yang Meninggalkan Tanya di Hati
Muhammad Feraldi Hifzurahman | CNN Indonesia
Minggu, 24 Sep 2023 13:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Review SMTOWN Live in Jakarta: Semua penampilan mungkin akan sempurna bila tidak ada regulasi pembeda yang memisahkan pewarta dan penonton. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
3
Semua aksi SMTOWN Live in Jakarta mungkin akan sempurna bila tidak ada regulasi pembeda yang memisahkan pewarta dan penonton.
Masalah itu terjadi nyaris separuh pertunjukan, mulai dari empat lagu yang dibawa NCT 127, empat lagu Super Junior, empat lagu NCT Dream, dan empat lagu Red Velvet.
Penampilan debut RIIZE di Indonesia lewat single Memories dan lagu kolaborasi Taeyong, Jeno, Hendery, Yangyang, dan Giselle berjudul ZOO juga tak bisa diamati secara utuh.
Saya juga melewatkan momen interaksi Super Junior yang tampak begitu heboh dan lucu, obrolan member NCT 127 yang terlihat membius puluhan ribu fan, maupun cerita di balik kemunculan Irene Red Velvet yang menjadi kejutan.
Pengalaman itu membuat saya gusar selama dua jam pertunjukan. Sampai akhirnya promotor membuka akses media untuk masuk ke venue kebanggaan bangsa Indonesia itu.
Saya tiba di tribun saat konser masuk sesi TVXQ, tepatnya ketika duo Changmin dan U-Know membawakan Rising Sun dan Keep Your Head Down.
Saya tidak bisa langsung merasakan antusiasme lantaran harus memulihkan suasana hati. Di sisi lain, saya juga butuh beradaptasi dengan crowd yang sudah kepalang panas dan diselimuti euforia usai diguyur 20 lebih lagu.
Namun, antusiasme saya perlahan ikut naik seiring dengan pertunjukan yang terus bergulir. Nyawa helatan SMTOWN sedikit demi sedikit merasuk dalam diri lewat aksi menawan penampil membawakan single hit para artis yang sudah berkomitmen untuk penggemar mereka.
Sebut saja aespa yang membawakan Spicy, atau NCT Dream dengan single barunya berjudul ISTJ, hingga Red Velvet lewat Feel My Rhythm yang memang begitu familier di telinga.
Tak disangka, justru NCT 127 yang berhasil memikat hati saya lewat nomor Faster dan 2 Baddies. Kedua lagu itu dibawakan dengan begitu menawan, terutama koreografi yang penuh energi dan begitu menjiwai.
Rasanya saya bisa menobatkan kedua aksi NCT 127 dan penampilan SuJu dengan Sorry Sorry sebelum akhir pertunjukan sebagai penampilan favorit pribadi dalam helatan malam itu.
SMTOWN LIVE 2023 SMCU PALACE di Jakarta ditutup dengan persembahan seluruh penampil membawakan Hope from KWANGYA. Lagu kolaborasi itu menciptakan suasana syahdu sekaligus menutup malam yang sempurna untuk fan.
Leeteuk Super Junior, mewakili rombongan idol agensi, juga sempat mengungkapkan rasa terima kasih di ujung perhelatan. Ia berterima kasih atas antusias tinggi fan yang menyambut penantian 11 tahun SMTOWN Live di Jakarta dengan begitu hangat.
"Terima kasih banyak kepada fan yang telah membuat kami bersinar setelah 11 tahun lamanya," tutur Leeteuk.
Helatan SMTOWN Live in Jakarta tentu meninggalkan kesan yang mendalam bagi puluhan ribu penonton. Namun bagi saya, ada pergolakan yang menyisakan tanda tanya di hati.
Mungkinkah semua berbalik menjadi sempurna bila saya diizinkan ada di tengah puluhan ribu penonton sejak awal? Apakah semua berbeda jika segala urusan teknis yang dialami itu tidak terjadi?
Ah, sudahlah. Saya rasa itu tak seberapa penting dibanding pengorbanan penggemar demi menjadi bagian dari sejarah SMTOWN LIVE 2023 di Jakarta, sebuah hajatan yang tidak mesti datang setiap tahun.
Sebuah disclaimer perlu saya berikan di awal bahwa bisa jadi pengalaman saya mengenai SMTOWN LIVE 2023 SMCU PALACE di Jakarta, Sabtu (23/9) malam, akan berbeda dengan penonton lainnya.
Perbedaan itu akan sangat mendasar lantaran pihak promotor, Dyandra Global Edutainment, mengatakan di awal bakal memisahkan awak media dengan penonton sesuai dengan "regulasi dan kesepakatan" dengan SM Entertainment.
Promotor menjelaskan media yang bertugas akan menyaksikan konser melalui tayangan streaming di ruangan khusus, kemudian bakal diarahkan untuk menonton konser sesuai aba-aba dari penyelenggara. Tentu saja regulasi ini tak bisa digoyang protes dari awak media.
Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana pemberitaan pewarta bisa jadi relevan bila dipisahkan dari kejadian yang sebenarnya di lapangan? Mana mungkin saya bisa merasakan pengalaman yang sama dengan penonton jika ada regulasi pembeda seperti ini?
Lagipula rasanya nyaris setiap konser yang mengundang media, termasuk di Amerika Serikat, akan memperlakukan pewarta seperti penonton awam, meskipun seringkali diberikan lokasi observasi yang jauh hingga harus menyipitkan mata untuk melihat apa yang terjadi di panggung.
Apakah setiap pewarta yang bertugas meliput SMTOWN sejak dulu juga menghadapi regulasi yang menghalangi media seperti ini?
Que sera sera. Saya mencoba move on dan menempatkan diri sebijak mungkin selagi menyaksikan SMTOWN LIVE 2023 SMCU PALACE Jakarta melalui layar streaming, meski kami bak hanya terpisah dinding dengan tempat pertunjukan.
Lantaran "regulasi dan kesepakatan" diskriminatif itu, maka saya tak tahu bagaimana usaha para artis SM membawa dan menghidupkan semangat penonton, selain daripada saya cuma bermodal tayangan streaming dan gemuruh penonton yang terdengar dari balik dinding.
aespa membuka hajatan besar idol SM itu dengan penuh energi lewat single Girls dan Hold On Tight. Menempatkan aespa sebagai penampil pembuka jadi langkah berani berkat suasana lagu membara dan semangat tinggi yang tampak dari keempat anggota.
Lautan penonton yang menyala karena pendar lightstick membuat arena konser terlihat semakin menggelora. Kesan itu juga berlanjut saat Karina, Winter, Ningning, dan Giselle melantunkan Better Things dan Next Level.
Lighting panggung berubah menjadi merah setelah aespa rampung, mengisyaratkan grup berikutnya akan beraksi. Enam member WayV kemudian muncul dengan percaya diri, membawakan Kick Back dan Take Off.
Mereka juga sempat memberikan suguhan spesial ketika melantunkan tembang hit lokal milik Kaleb J berjudul It's Only Me, diikuti Love Talk dari album Take Over the Moon (2019).
Hingga kemudian, kekhawatiran saya terjadi.
Audio streaming yang diputar di ruangan media tidak menampilkan suara penampil secara live, melainkan hanya backing track saja. Saya tidak bisa mendengar apa pun kecuali instrumen dan vokal pengiring lagu yang dibawakan.
Suara member saat berbincang dengan fan di sela-sela penampilan juga tidak terdengar sama sekali, menyisakan raut wajah serta gerak bibir yang terpampang di layar. Saya bagai mengikuti kuis tebak gerak bibir dari orang yang tidak satu bahasa ibu dengan saya.
Lanjut ke sebelah..
Review Konser SMTOWN Live in Jakarta 2023
Review SMTOWN Live in Jakarta: NCT 127 berhasil memikat hati lewat nomor Faster dan 2 Baddies. (dok. SM Town via Twitter @NCTsmtown_127 )
Masalah itu terjadi nyaris separuh pertunjukan, mulai dari empat lagu yang dibawa NCT 127, empat lagu Super Junior, empat lagu NCT Dream, dan empat lagu Red Velvet.
Penampilan debut RIIZE di Indonesia lewat single Memories dan lagu kolaborasi Taeyong, Jeno, Hendery, Yangyang, dan Giselle berjudul ZOO juga tak bisa diamati secara utuh.
Saya juga melewatkan momen interaksi Super Junior yang tampak begitu heboh dan lucu, obrolan member NCT 127 yang terlihat membius puluhan ribu fan, maupun cerita di balik kemunculan Irene Red Velvet yang menjadi kejutan.
Pengalaman itu membuat saya gusar selama dua jam pertunjukan. Sampai akhirnya promotor membuka akses media untuk masuk ke venue kebanggaan bangsa Indonesia itu.
Saya tiba di tribun saat konser masuk sesi TVXQ, tepatnya ketika duo Changmin dan U-Know membawakan Rising Sun dan Keep Your Head Down.
Saya tidak bisa langsung merasakan antusiasme lantaran harus memulihkan suasana hati. Di sisi lain, saya juga butuh beradaptasi dengan crowd yang sudah kepalang panas dan diselimuti euforia usai diguyur 20 lebih lagu.
Namun, antusiasme saya perlahan ikut naik seiring dengan pertunjukan yang terus bergulir. Nyawa helatan SMTOWN sedikit demi sedikit merasuk dalam diri lewat aksi menawan penampil membawakan single hit para artis yang sudah berkomitmen untuk penggemar mereka.
Sebut saja aespa yang membawakan Spicy, atau NCT Dream dengan single barunya berjudul ISTJ, hingga Red Velvet lewat Feel My Rhythm yang memang begitu familier di telinga.
Tak disangka, justru NCT 127 yang berhasil memikat hati saya lewat nomor Faster dan 2 Baddies. Kedua lagu itu dibawakan dengan begitu menawan, terutama koreografi yang penuh energi dan begitu menjiwai.
Rasanya saya bisa menobatkan kedua aksi NCT 127 dan penampilan SuJu dengan Sorry Sorry sebelum akhir pertunjukan sebagai penampilan favorit pribadi dalam helatan malam itu.
SMTOWN LIVE 2023 SMCU PALACE di Jakarta ditutup dengan persembahan seluruh penampil membawakan Hope from KWANGYA. Lagu kolaborasi itu menciptakan suasana syahdu sekaligus menutup malam yang sempurna untuk fan.
Leeteuk Super Junior, mewakili rombongan idol agensi, juga sempat mengungkapkan rasa terima kasih di ujung perhelatan. Ia berterima kasih atas antusias tinggi fan yang menyambut penantian 11 tahun SMTOWN Live di Jakarta dengan begitu hangat.
"Terima kasih banyak kepada fan yang telah membuat kami bersinar setelah 11 tahun lamanya," tutur Leeteuk.
Helatan SMTOWN Live in Jakarta tentu meninggalkan kesan yang mendalam bagi puluhan ribu penonton. Namun bagi saya, ada pergolakan yang menyisakan tanda tanya di hati.
Mungkinkah semua berbalik menjadi sempurna bila saya diizinkan ada di tengah puluhan ribu penonton sejak awal? Apakah semua berbeda jika segala urusan teknis yang dialami itu tidak terjadi?
Ah, sudahlah. Saya rasa itu tak seberapa penting dibanding pengorbanan penggemar demi menjadi bagian dari sejarah SMTOWN LIVE 2023 di Jakarta, sebuah hajatan yang tidak mesti datang setiap tahun.