Jakarta, CNN Indonesia -- GF Entertainment menyatakan bakal menghancurkan dan mendesain ulang kover album terbaru Kingdom. Pernyataan itu disampaikan menyikapi kritik bahwa kover tersebut mirip dengan Alquran.
Dalam keterangan resmi, agensi tersebut meminta maaf atas hal itu dan menyatakan pemesanan ulang album boy group itu sudah dimulai sejak Selasa (26/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada komunitas Muslim dan siapa pun yang mungkin merasa tidak nyaman dengan situasi ini," tulis GF Entertainment di fan cafe Kingdom, Senin (25/9).
"Demi menyikapi hal itu, kami memutuskan untuk menarik dan menghancurkan 70 ribu kopi album awal dan memulai ulang, [...] dan perilisan resmi akan dilanjutkan sesuai jadwal semula pada tanggal 18 Oktober."
Mereka juga menyatakan Kingdom merupakan boy group yang menghormati dan berusaha menampilkan kekayaan budaya dunia melalui Kpop.
[Gambas:Video CNN]
Boy group itu juga disebut memiliki komitmen kuat untuk mempromosikan keragaman budaya dan hidup berdampingan. Sehingga, mereka kembali meminta maaf atas kontroversi yang terjadi.
"Kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para penggemar berdedikasi yang mencintai Kingdom atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan."
Kontroversi tersebut terjadi tak lama setelah agensi mengungkapkan sampul awal album terbaru Kingdom yang bertajuk History of Kingdom: Part VII. Jahan pada 21 September.
Pengumuman itu langsung dikritik banyak orang karena serupa dengan kover Alquran, kitab suci umat Muslim. Pre-order pun segera dihentikan kala itu. Hingga kini, mereka meminta maaf dan menyatakan menghancurkan 70 ribu eksemplar album.
GF Entertainment pun sudah memamerkan desain baru kover album itu dengan warna latar yang sama seperti sebelumnya.
Lanjut ke sebelah...
Pernyataan Lengkap Agensi Soal Sampul Album Kingdom
Agensi meminta maaf sampul album Kingdom mirip Al Quran. Mereka pun menyatakan telah menghancurkan 70 ribu kopi album tersebut. (GF Entertainment)
Berikut pernyataan lengkap agensi Kingdom soal penghancuran album.
"Halo, ini GF Entertainment.
Kami baru-baru ini menerima tanggapan mengenai kover mini album ke-7 KINGDOM, yang awalnya dijadwalkan untuk pre-order pada 21 September. Telah ditunjukkan bahwa desainnya memiliki kemiripan dengan kitab suci Islam.
KINGDOM adalah grup yang berupaya menampilkan kekayaan budaya dunia melalui Kpop, dengan komitmen kuat untuk mempromosikan keragaman budaya dan hidup berdampingan.
Kami sangat menyayangkan kontroversi ini muncul karena kurangnya kesadaran dan pengawasan kami, dan kami mengakui kekurangan kami dalam hal ini.
Kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada komunitas Muslim dan siapa pun yang mungkin merasa tidak nyaman dengan situasi ini.
Kami dengan rendah hati menyampaikan penyesalan kami dan menggunakan kesempatan ini untuk meyakinkan Anda bahwa kami berkomitmen mengambil langkah-langkah untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.
Mengingat hal ini, kami telah mengambil keputusan untuk menarik kembali dan membuang seluruh 70.000 eksemplar edisi album awal dan melanjutkan dengan penerbitan ulang.
Pre-order untuk album baru KINGDOM dimulai kembali pada 26 pukul 11 pagi (KST), dan perilisan resmi akan dilanjutkan sesuai jadwal semula pada 18 Oktober.
Kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para penggemar berdedikasi yang mencintai KINGDOM atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan."