Mia Khalifa Dipecat Playboy Usai Bela Palestina dalam Israel vs Hamas
CNN Indonesia
Rabu, 11 Okt 2023 07:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Mia Khalifa diputus kontrak oleh Playboy setelah membela Palestina dalam perang Israel vs Hamas yang terjadi sejak akhir pekan lalu. (Screenshot via Instagram/@miakhalifa)
Jakarta, CNN Indonesia --
Playboy mengeluarkan Mia Khalifa dari daftar pembuat konten mereka. Keputusan itu diambil setelah keturunan Lebanon-Amerika itu dinilai "merayakan" serangan mematikan Hamas terhadap Israel sejak akhir pekan lalu.
"Kami menulis surat ini hari ini untuk memberi tahu keputusan kami mengakhiri hubungan Playboy dengan Mia Khalifa, termasuk menghapus saluran Playboy Mia di platform creator kami," tulis Playboy seperti diberitakan Variety, Selasa (10/10).
Berdasarkan pemberitaan, laman Mia Khalifa sudah menghilang dan benar-benar tak lagi tersedia di situs Playboy per Selasa waktu AS.
"Selama beberapa hari terakhir, Mia telah melontarkan komentar-komentar yang menjijikkan dan tercela karena merayakan serangan Hamas terhadap Israel dan pembunuhan terhadap pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah," tulis perusahaan itu.
"Di Playboy, kami mendorong kebebasan berekspresi dan debat politik yang konstruktif, namun kami tidak memiliki kebijakan toleransi terhadap ujaran kebencian. Kami berharap Mia memahami bahwa perkataan dan tindakannya memiliki konsekuensi."
Sebelumnya, Mia Khalifa menyatakan pembelaannya terhadap rakyat Palestina dalam peperangan yang terjadi antara pihak Israel melawan kelompok militan Hamas.
Di antara unggahan-unggahan di X atau Twitter belakangan ini, Mia menyoroti kehidupan rakyat Palestina yang terus tertindas oleh sikap pemerintah dan militer Israel di tengah konflik yang terus berkecamuk di wilayah Tepi Barat Palestina.
"Jika Anda dapat melihat situasi di Palestina dan tidak berpihak pada Palestina, maka Anda berada di pihak yang salah dalam Apartheid dan sejarah akan terjadi dan menunjukkan itu pada waktunya," tulis Mia Khalifa.
Dia juga menulis, "Saya tidak percaya rezim Apartheid Zionis dijatuhkan pejuang gerilya yang mengenakan kemeja Gucci palsu - film biografi dari momen-momen ini mencerminkan hal itu dengan lebih baik."
Lanjut ke sebelah...
Pada Minggu (8/10), Mia Khalifa juga berkomentar seperti "Saya hanya ingin memastikan ada rekaman 4K yang menunjukkan orang-orang saya merobohkan tembok penjara, tempat mereka dipaksa keluar rumah, sehingga kami memiliki pilihan yang bagus untuk buku-buku sejarah tentang cara mereka membebaskan diri dari apartheid."
Pemutusan kontrak membuat nasib kerja sama Mia Khalifa dan Playboy hanya berusia lebih dari satu tahun. Kemitraan keduanya diumumkan pada Februari 2022.
"Pendekatan Mia yang tak kenal takut, lugas, menggugah pikiran, dan menyenangkan dalam hidup dan kariernya menjadikannya tambahan penting dalam komunitas Centerfold kami," pengumuman Playboy kala itu.
"Kebebasan berekspresi adalah landasan warisan Playboy kami, dan Centerfold bertujuan untuk memberdayakan para pembuat konten seperti Mia untuk mengekspresikan diri mereka dalam lingkungan yang aman dan menerimanya."
Sementara itu, perang Israel dan Hamas yang berlangsung sejak akhir pekan lalu (7/10) semakin merembet ke kawasan lain hingga ke Lebanon dan Suriah per Selasa (10/10) waktu setempat.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan rentetan roket yang ditembakkan dari Suriah berupaya menargetkan wilayah Israel.
Sementara itu, dikutip Al Jazeera, Israel langsung melancarkan rentetan penembakan mortir dan artileri ke wilayah Suriah.
The Washington Post pada Selasa (10/10) memberitakan setidaknya lebih dari 1.000 orang tewas dan 2.800 orang lainnya terluka dari pihak Israel.
Sementara itu, sebanyak 920 orang tewas dan 4.600 orang lainnya terluka dari pihak Palestina baik di wilayah Jalur Gaza maupun di Tepi Barat.
Jakarta, CNN Indonesia --
Playboy mengeluarkan Mia Khalifa dari daftar pembuat konten mereka. Keputusan itu diambil setelah keturunan Lebanon-Amerika itu dinilai "merayakan" serangan mematikan Hamas terhadap Israel sejak akhir pekan lalu.
"Kami menulis surat ini hari ini untuk memberi tahu keputusan kami mengakhiri hubungan Playboy dengan Mia Khalifa, termasuk menghapus saluran Playboy Mia di platform creator kami," tulis Playboy seperti diberitakan Variety, Selasa (10/10).
Berdasarkan pemberitaan, laman Mia Khalifa sudah menghilang dan benar-benar tak lagi tersedia di situs Playboy per Selasa waktu AS.
"Selama beberapa hari terakhir, Mia telah melontarkan komentar-komentar yang menjijikkan dan tercela karena merayakan serangan Hamas terhadap Israel dan pembunuhan terhadap pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah," tulis perusahaan itu.
"Di Playboy, kami mendorong kebebasan berekspresi dan debat politik yang konstruktif, namun kami tidak memiliki kebijakan toleransi terhadap ujaran kebencian. Kami berharap Mia memahami bahwa perkataan dan tindakannya memiliki konsekuensi."
Sebelumnya, Mia Khalifa menyatakan pembelaannya terhadap rakyat Palestina dalam peperangan yang terjadi antara pihak Israel melawan kelompok militan Hamas.
Di antara unggahan-unggahan di X atau Twitter belakangan ini, Mia menyoroti kehidupan rakyat Palestina yang terus tertindas oleh sikap pemerintah dan militer Israel di tengah konflik yang terus berkecamuk di wilayah Tepi Barat Palestina.
"Jika Anda dapat melihat situasi di Palestina dan tidak berpihak pada Palestina, maka Anda berada di pihak yang salah dalam Apartheid dan sejarah akan terjadi dan menunjukkan itu pada waktunya," tulis Mia Khalifa.
Dia juga menulis, "Saya tidak percaya rezim Apartheid Zionis dijatuhkan pejuang gerilya yang mengenakan kemeja Gucci palsu - film biografi dari momen-momen ini mencerminkan hal itu dengan lebih baik."
Lanjut ke sebelah...
Cuitan Mia Khalifa Bela Palestina
Mia Khalifa diputus kontrak oleh Playboy setelah membela Palestina dalam perang Israel vs Hamas yang terjadi sejak akhir pekan lalu. (Screenshot via Instagram/@miakhalifa)
Pada Minggu (8/10), Mia Khalifa juga berkomentar seperti "Saya hanya ingin memastikan ada rekaman 4K yang menunjukkan orang-orang saya merobohkan tembok penjara, tempat mereka dipaksa keluar rumah, sehingga kami memiliki pilihan yang bagus untuk buku-buku sejarah tentang cara mereka membebaskan diri dari apartheid."
Pemutusan kontrak membuat nasib kerja sama Mia Khalifa dan Playboy hanya berusia lebih dari satu tahun. Kemitraan keduanya diumumkan pada Februari 2022.
"Pendekatan Mia yang tak kenal takut, lugas, menggugah pikiran, dan menyenangkan dalam hidup dan kariernya menjadikannya tambahan penting dalam komunitas Centerfold kami," pengumuman Playboy kala itu.
"Kebebasan berekspresi adalah landasan warisan Playboy kami, dan Centerfold bertujuan untuk memberdayakan para pembuat konten seperti Mia untuk mengekspresikan diri mereka dalam lingkungan yang aman dan menerimanya."
Sementara itu, perang Israel dan Hamas yang berlangsung sejak akhir pekan lalu (7/10) semakin merembet ke kawasan lain hingga ke Lebanon dan Suriah per Selasa (10/10) waktu setempat.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan rentetan roket yang ditembakkan dari Suriah berupaya menargetkan wilayah Israel.
Sementara itu, dikutip Al Jazeera, Israel langsung melancarkan rentetan penembakan mortir dan artileri ke wilayah Suriah.
The Washington Post pada Selasa (10/10) memberitakan setidaknya lebih dari 1.000 orang tewas dan 2.800 orang lainnya terluka dari pihak Israel.
Sementara itu, sebanyak 920 orang tewas dan 4.600 orang lainnya terluka dari pihak Palestina baik di wilayah Jalur Gaza maupun di Tepi Barat.