Gigi Hadid Kutuk Perang Israel vs Hamas: Yang Tak Bersalah Jadi Korban
CNN Indonesia
Rabu, 11 Okt 2023 12:01 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gigi Hadid mengatakan memanasnya konflik Israel dan Hamas tak dapat dibenarkan karena menelan banyak korban dari orang-orang tak bersalah. (AFP/Bertrand Guay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Gigi Hadid buka suara mengenai serangan Hamas ke Israel yang disambut sebagai perang oleh Tel Aviv sejak akhir pekan lalu. Ia mengutuk tindakan yang menewaskan lebih dari 2.100 orang, baik Palestina dan Israel, serta anak-anak.
"Pikiran saya tertuju pada semua orang yang terkena dampak tragedi yang tidak dapat dibenarkan ini dan setiap hari nyawa orang tak berdosa menjadi korban konflik ini - banyak di antaranya adalah anak-anak," keterangan tertulis Gigi Hadid yang diunggah ke Instagram, Selasa (10/10).
"Saya memiliki empati dan patah hati yang mendalam terhadap perjuangan Palestina dan kehidupan di bawah pendudukan, ini adalah tanggung jawab yang saya emban setiap hari."
Dalam kesempatan itu, Gigi Hadid menegaskan semua aksi yang menewaskan orang-orang tak bersalah tak sejalan dengan gerakan Free Palestine yang selama ini ia suarakan.
"Saya juga merasa bertanggung jawab kepada teman-teman Yahudi untuk menjelaskannya, seperti yang telah saya lakukan sebelumnya: Meskipun saya memiliki harapan dan impian untuk orang-orang Palestina, tidak ada satupun yang memuat kerugian bagi orang Yahudi."
"Teror terhadap orang-orang yang tidak bersalah tidak sejalan dan tidak memberikan manfaat apa pun bagi gerakan 'Palestina Merdeka,'" Gigi Hadid menegaskan.
Model keturunan Palestina ini mengatakan semua orang, tak peduli warga negara, etnis atau agama apa pun, berhak mendapatkan hak-hak dasar, perlakuan dan keamanan yang sama.
"Jika Anda terluka saat saya menyampaikan belasungkawa hari ini kepada orang-orang yang saya cintai, baik warga Palestina maupun Yahudi, saya mengirimkan cinta dan kekuatan saya - siapa pun dan di mana pun Anda berada," tulis Gigi Hadid.
"Ada banyak perasaan yang kompleks, pribadi dan valid, namun setiap manusia berhak mendapatkan hak-hak dasar, perlakuan dan keamanan; tidak peduli kebangsaan, agama, etnis atau di mana mereka dilahirkan."
"Saya tahu kata-kata saya tidak akan pernah cukup atau menyembuhkan luka mendalam banyak orang, namun saya selalu berdoa untuk keselamatan nyawa orang yang tidak bersalah," tulisnya.
Sementara itu, jumlah korban tewas mencapai total 2.100 orang dan luka-luka terus bertambah dalam hampir lima hari sejak perang Israel dengan militan Palestina Hamas.
Dari total tersebut, korban tewas dari sisi Israel adalah 1.200 orang, sementara di sisi Palestina ada 900 orang yang meninggal dunia, termasuk ratusan anak-anak.
Berdasarkan data Pasukan Pertahanan Israel (IDF), lebih dari 2.800 orang terluka imbas serangan Hamas. Sementara Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 4.600 orang terluka dalam serangan Israel.
Lanjut ke sebelah...
Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza usai militan Hamas menyerbu kota-kota di Israel dalam serangan tak terduga dari berbagai sisi pada Sabtu (7/10).
Sedangkan Hamas mengklaim serangan dengan sebutan Operasi Badai Al Aqsa itu guna mengakhiri pendudukan terakhir di bumi.
Aksi saling serang itu disebut-sebut yang paling mematikan sejak serangan Mesir dan Suriah dalam perang Yom Kippur pada 1973 silam.
Banyak artis Hollywood turut buka suara mengenai hal tersebut. Mereka menyuarakan dukungan kepada Israel terutama setelah Hamas menyerang kawasan yang jadi lokasi festival musik sehingga menelan begitu banyak korban jiwa dari warga sipil.
Kini, Gigi Hadid turut buka suara terkait perang Israel dan Hamas. Berikut pernyataan lengkap Gigi Hadid.
"Pikiran saya tertuju pada semua orang yang terkena dampak tragedi yang tidak dapat dibenarkan ini dan setiap hari nyawa orang tak berdosa menjadi korban konflik ini - banyak di antaranya adalah anak-anak.
Saya memiliki empati dan patah hati yang mendalam terhadap perjuangan Palestina dan kehidupan di bawah pendudukan, ini adalah tanggung jawab yang saya emban setiap hari.
Saya juga merasa bertanggung jawab kepada teman-teman Yahudi untuk menjelaskannya, seperti yang telah saya lakukan sebelumnya: Meskipun saya memiliki harapan dan impian untuk orang-orang Palestina, tidak ada satupun yang memuat kerugian bagi orang Yahudi.
Teror terhadap orang-orang yang tidak bersalah tidak sejalan dan tidak memberikan manfaat apa pun bagi gerakan 'Palestina Merdeka'.
Gagasan bahwa hal tersebut telah memicu siklus pembalasan bolak-balik yang menyakitkan selama puluhan tahun (tidak pantas menjadi korban bagi warga sipil yang tidak bersalah, Palestina atau Israel) dan membantu melanggengkan gagasan salah bahwa menjadi Pro-Palestina = antisemit.
Jika Anda terluka saat saya menyampaikan belasungkawa hari ini kepada orang-orang yang saya cintai, baik warga Palestina maupun Yahudi, saya mengirimkan cinta dan kekuatan saya - siapa pun dan di mana pun Anda berada.
Ada banyak perasaan yang kompleks, pribadi dan valid, namun setiap manusia berhak mendapatkan hak-hak dasar, perlakuan dan keamanan; tidak peduli kebangsaan, agama, etnis atau di mana mereka dilahirkan.
Saya tahu kata-kata saya tidak akan pernah cukup atau menyembuhkan luka mendalam banyak orang, namun saya selalu berdoa untuk keselamatan nyawa orang yang tidak bersalah."
Gigi Hadid buka suara mengenai serangan Hamas ke Israel yang disambut sebagai perang oleh Tel Aviv sejak akhir pekan lalu. Ia mengutuk tindakan yang menewaskan lebih dari 2.100 orang, baik Palestina dan Israel, serta anak-anak.
"Pikiran saya tertuju pada semua orang yang terkena dampak tragedi yang tidak dapat dibenarkan ini dan setiap hari nyawa orang tak berdosa menjadi korban konflik ini - banyak di antaranya adalah anak-anak," keterangan tertulis Gigi Hadid yang diunggah ke Instagram, Selasa (10/10).
"Saya memiliki empati dan patah hati yang mendalam terhadap perjuangan Palestina dan kehidupan di bawah pendudukan, ini adalah tanggung jawab yang saya emban setiap hari."
Dalam kesempatan itu, Gigi Hadid menegaskan semua aksi yang menewaskan orang-orang tak bersalah tak sejalan dengan gerakan Free Palestine yang selama ini ia suarakan.
"Saya juga merasa bertanggung jawab kepada teman-teman Yahudi untuk menjelaskannya, seperti yang telah saya lakukan sebelumnya: Meskipun saya memiliki harapan dan impian untuk orang-orang Palestina, tidak ada satupun yang memuat kerugian bagi orang Yahudi."
"Teror terhadap orang-orang yang tidak bersalah tidak sejalan dan tidak memberikan manfaat apa pun bagi gerakan 'Palestina Merdeka,'" Gigi Hadid menegaskan.
Model keturunan Palestina ini mengatakan semua orang, tak peduli warga negara, etnis atau agama apa pun, berhak mendapatkan hak-hak dasar, perlakuan dan keamanan yang sama.
"Jika Anda terluka saat saya menyampaikan belasungkawa hari ini kepada orang-orang yang saya cintai, baik warga Palestina maupun Yahudi, saya mengirimkan cinta dan kekuatan saya - siapa pun dan di mana pun Anda berada," tulis Gigi Hadid.
"Ada banyak perasaan yang kompleks, pribadi dan valid, namun setiap manusia berhak mendapatkan hak-hak dasar, perlakuan dan keamanan; tidak peduli kebangsaan, agama, etnis atau di mana mereka dilahirkan."
"Saya tahu kata-kata saya tidak akan pernah cukup atau menyembuhkan luka mendalam banyak orang, namun saya selalu berdoa untuk keselamatan nyawa orang yang tidak bersalah," tulisnya.
Sementara itu, jumlah korban tewas mencapai total 2.100 orang dan luka-luka terus bertambah dalam hampir lima hari sejak perang Israel dengan militan Palestina Hamas.
Dari total tersebut, korban tewas dari sisi Israel adalah 1.200 orang, sementara di sisi Palestina ada 900 orang yang meninggal dunia, termasuk ratusan anak-anak.
Berdasarkan data Pasukan Pertahanan Israel (IDF), lebih dari 2.800 orang terluka imbas serangan Hamas. Sementara Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 4.600 orang terluka dalam serangan Israel.
Lanjut ke sebelah...
Pernyataan Gigi Hadid Soal Perang Israel vs Hamas
Gigi Hadid mengatakan memanasnya konflik Israel dan Hamas tak dapat dibenarkan karena menelan banyak korban dari orang-orang tak bersalah. (AFP/Julien De Rosa)
Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza usai militan Hamas menyerbu kota-kota di Israel dalam serangan tak terduga dari berbagai sisi pada Sabtu (7/10).
Sedangkan Hamas mengklaim serangan dengan sebutan Operasi Badai Al Aqsa itu guna mengakhiri pendudukan terakhir di bumi.
Aksi saling serang itu disebut-sebut yang paling mematikan sejak serangan Mesir dan Suriah dalam perang Yom Kippur pada 1973 silam.
Banyak artis Hollywood turut buka suara mengenai hal tersebut. Mereka menyuarakan dukungan kepada Israel terutama setelah Hamas menyerang kawasan yang jadi lokasi festival musik sehingga menelan begitu banyak korban jiwa dari warga sipil.
Kini, Gigi Hadid turut buka suara terkait perang Israel dan Hamas. Berikut pernyataan lengkap Gigi Hadid.
"Pikiran saya tertuju pada semua orang yang terkena dampak tragedi yang tidak dapat dibenarkan ini dan setiap hari nyawa orang tak berdosa menjadi korban konflik ini - banyak di antaranya adalah anak-anak.
Saya memiliki empati dan patah hati yang mendalam terhadap perjuangan Palestina dan kehidupan di bawah pendudukan, ini adalah tanggung jawab yang saya emban setiap hari.
Saya juga merasa bertanggung jawab kepada teman-teman Yahudi untuk menjelaskannya, seperti yang telah saya lakukan sebelumnya: Meskipun saya memiliki harapan dan impian untuk orang-orang Palestina, tidak ada satupun yang memuat kerugian bagi orang Yahudi.
Teror terhadap orang-orang yang tidak bersalah tidak sejalan dan tidak memberikan manfaat apa pun bagi gerakan 'Palestina Merdeka'.
Gagasan bahwa hal tersebut telah memicu siklus pembalasan bolak-balik yang menyakitkan selama puluhan tahun (tidak pantas menjadi korban bagi warga sipil yang tidak bersalah, Palestina atau Israel) dan membantu melanggengkan gagasan salah bahwa menjadi Pro-Palestina = antisemit.
Jika Anda terluka saat saya menyampaikan belasungkawa hari ini kepada orang-orang yang saya cintai, baik warga Palestina maupun Yahudi, saya mengirimkan cinta dan kekuatan saya - siapa pun dan di mana pun Anda berada.
Ada banyak perasaan yang kompleks, pribadi dan valid, namun setiap manusia berhak mendapatkan hak-hak dasar, perlakuan dan keamanan; tidak peduli kebangsaan, agama, etnis atau di mana mereka dilahirkan.
Saya tahu kata-kata saya tidak akan pernah cukup atau menyembuhkan luka mendalam banyak orang, namun saya selalu berdoa untuk keselamatan nyawa orang yang tidak bersalah."