Kritikus Puji Duet Scorsese dan DiCaprio di Killers of the Flower Moon
CNN Indonesia
Minggu, 22 Okt 2023 02:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kritikus memuji banyak hal dari Killers of the Flower Moon, mulai dari sang sutradara hingga akting Lily Gladstone. (dok. Apple Original Films/Paramount Pictures via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Killers of the Flower Moon menjadi salah satu film layar lebar yang paling dinanti pencinta sinema. Film tersebut ramai ditunggu karena jadi karya terbaru sutradara legendaris Martin Scorsese.
Killers of the Flower Moon juga jadi ajang reuni Scorsese dengan dua aktor langganannya, Leonardo DiCaprio dan Robert De Niro. Catatan tersebut semakin lengkap saat film ini mendapat standing ovation 9 menit usai tayang perdana di Cannes Film Festival 2023.
Apresiasi tinggi itu diikuti dengan pujian yang membanjiri Killers of the Flower Moon dari para kritikus film. Kritikus lewat ulasan di media film internasional melontarkan kekaguman mereka terhadap karya teranyar Scorsese itu.
Menurut laman agregator Rotten Tomatoes, film itu bahkan mencetak skor kritikus mencapai 95 persen dari 134 ulasan. Capaian impresif itu menempatkan Killers of the Flower Moon sebagai salah satu karya Scorsese dengan skor kritikus tertinggi.
Per Rabu (18/10) malam WIB, film ini menempati peringkat keempat rating tertinggi karya Martin Scorsese di Rotten Tomatoes. Killers of the Flower Moon hanya berada di bawah The Last Waltz (1978), The Irishman (2019), dan Mean Streets (1973).
Sebagian besar kritikus memuji Killers of the Flower Moon sebagai film yang unggul di segala aspek. Isaac Feldberg dari Inverse membeberkan karya Scorsese itu memiliki sentuhan slow burn bak tarian yang menyentuh berbagai isu.
Kritikus The Hollywood Reporter David Rooney juga melontarkan pujian serupa. Rooney bahkan menilai Killers of the Flower Moon berhak punya durasi 3,5 jam karena cerita dieksekusi dengan begitu brilian.
"Sebuah tarian lambat yang mematikan tentang kesetiaan atas nama keluarga, eksploitasi, dan pengkhianatan yang dikemas lewat tiga karakter kompleks dengan motif penuh twist," tutur Isaac Feldberg, Kamis (17/10).
"Durasi 3,5 jam ini sepenuhnya bisa dibenarkan mengingat tragedi yang terus menanjak dan tidak pernah lepas dari cengkeramannya," tulis David Rooney.
Martin Scorsese juga tidak luput dari pujian para kritikus. Usai merilis The Irishman empat tahun lalu, kritikus tentu dibuat tak sabar dan menaruh ekspektasi tinggi terhadap film terbaru Scorsese.
Untungnya, sutradara 80 tahun itu bisa menjawab ekspektasi dengan memuaskan, seperti yang ditulis kritikus GQ Magazine Hannah Strong. Ia semula menekankan film ini tidak seperti karya Scorsese lainnya, tetapi memuji kemauan sang sutradara untuk terus berinovasi.
"Ini mungkin bukan film yang diharapkan sebagian besar penonton Scorsese, tetapi pada titik saat ini, sangat menyenangkan melihat sutradara ulung terus berinovasi dan menghadirkan hal-hal yang tidak terduga," tulis Strong dari GQ Magazine.
Lanjut ke sebelah...
Namun, dari semua pujian itu, Lily Gladstone menjadi satu nama yang paling sering disebut. Pemeran Mollie Burkhart itu berhasil menjadi bintang utama dalam Killers of the Flower Moon.
Aktris keturunan asli suku Indian, yang juga menjadi latar karakter Mollie, itu dianggap berhasil menjadi jantung cerita. Hal itu pun diakui Robert Daniels dari The Playlist.
Kritikus lain, seperti Clarisse Loughrey dari The Independent, menilai Lily Gladstone sukses menjadi pusat cerita. Gladstone juga dinilai menyuguhkan penampilan terbaik dari seorang aktris dalam semua karya Scorse.
"Menyaksikan kepiawaian DiCaprio dan De Niro memungkinkan film untuk tetap berada di ruang terbatas di mana motif karakternya jelas tapi belum dapat dikonfirmasi. Namun, Gladstone-lah yang menjadi sorotan utama," ujar Daniels dari The Playlist.
"Gladstone-lah yang menjadi pusat gravitasi di film ini. Ia menyuguhkan salah satu penampilan paling luar biasa dari seorang perempuan dalam karya Scorsese mana pun," tulis Loughrey.
Meski demikian, Killers of the Flower Moon tetap tak luput dari kritik. Segelintir reaksi miring itu menyoroti penulisan naskah film yang dinilai kurang apik.
Sebut saja Kevin Maher, kritikus The Times yang menilai narasi cerita Killers of the Flower Moon tak berarah. Ia juga menilai penampilan Robert De Niro dan Leonardo DiCaprio kurang memuaskan dalam film ini.
"Naskahnya berkelok-kelok dari narasi pembunuhan dan akhirnya membebani kita dengan penjahat pada De Niro yang tidak cukup jahat dan protagonis DiCaprio yang bodoh," ungkap Kevin Maher.
Killers of the Flower Moon tayang perdana secara global di Cannes Film Festival 2023. Usai tayang perdana, film itu mendapatkan standing ovation hingga sembilan menit.
Killers of the Flower Moon tayang di bioskop mulai 18 Oktober.
Killers of the Flower Moon menjadi salah satu film layar lebar yang paling dinanti pencinta sinema. Film tersebut ramai ditunggu karena jadi karya terbaru sutradara legendaris Martin Scorsese.
Killers of the Flower Moon juga jadi ajang reuni Scorsese dengan dua aktor langganannya, Leonardo DiCaprio dan Robert De Niro. Catatan tersebut semakin lengkap saat film ini mendapat standing ovation 9 menit usai tayang perdana di Cannes Film Festival 2023.
Apresiasi tinggi itu diikuti dengan pujian yang membanjiri Killers of the Flower Moon dari para kritikus film. Kritikus lewat ulasan di media film internasional melontarkan kekaguman mereka terhadap karya teranyar Scorsese itu.
Menurut laman agregator Rotten Tomatoes, film itu bahkan mencetak skor kritikus mencapai 95 persen dari 134 ulasan. Capaian impresif itu menempatkan Killers of the Flower Moon sebagai salah satu karya Scorsese dengan skor kritikus tertinggi.
Per Rabu (18/10) malam WIB, film ini menempati peringkat keempat rating tertinggi karya Martin Scorsese di Rotten Tomatoes. Killers of the Flower Moon hanya berada di bawah The Last Waltz (1978), The Irishman (2019), dan Mean Streets (1973).
Sebagian besar kritikus memuji Killers of the Flower Moon sebagai film yang unggul di segala aspek. Isaac Feldberg dari Inverse membeberkan karya Scorsese itu memiliki sentuhan slow burn bak tarian yang menyentuh berbagai isu.
Kritikus The Hollywood Reporter David Rooney juga melontarkan pujian serupa. Rooney bahkan menilai Killers of the Flower Moon berhak punya durasi 3,5 jam karena cerita dieksekusi dengan begitu brilian.
"Sebuah tarian lambat yang mematikan tentang kesetiaan atas nama keluarga, eksploitasi, dan pengkhianatan yang dikemas lewat tiga karakter kompleks dengan motif penuh twist," tutur Isaac Feldberg, Kamis (17/10).
"Durasi 3,5 jam ini sepenuhnya bisa dibenarkan mengingat tragedi yang terus menanjak dan tidak pernah lepas dari cengkeramannya," tulis David Rooney.
Martin Scorsese juga tidak luput dari pujian para kritikus. Usai merilis The Irishman empat tahun lalu, kritikus tentu dibuat tak sabar dan menaruh ekspektasi tinggi terhadap film terbaru Scorsese.
Untungnya, sutradara 80 tahun itu bisa menjawab ekspektasi dengan memuaskan, seperti yang ditulis kritikus GQ Magazine Hannah Strong. Ia semula menekankan film ini tidak seperti karya Scorsese lainnya, tetapi memuji kemauan sang sutradara untuk terus berinovasi.
"Ini mungkin bukan film yang diharapkan sebagian besar penonton Scorsese, tetapi pada titik saat ini, sangat menyenangkan melihat sutradara ulung terus berinovasi dan menghadirkan hal-hal yang tidak terduga," tulis Strong dari GQ Magazine.
Lanjut ke sebelah...
Pujian Utama untuk Lily Gladstone di Killers of the Flower Moon
Kritikus memuji banyak hal dari Killers of the Flower Moon, mulai dari sang sutradara hingga akting Lily Gladstone. (dok. Apple Original Films/Paramount Pictures via IMDb)
Namun, dari semua pujian itu, Lily Gladstone menjadi satu nama yang paling sering disebut. Pemeran Mollie Burkhart itu berhasil menjadi bintang utama dalam Killers of the Flower Moon.
Aktris keturunan asli suku Indian, yang juga menjadi latar karakter Mollie, itu dianggap berhasil menjadi jantung cerita. Hal itu pun diakui Robert Daniels dari The Playlist.
Kritikus lain, seperti Clarisse Loughrey dari The Independent, menilai Lily Gladstone sukses menjadi pusat cerita. Gladstone juga dinilai menyuguhkan penampilan terbaik dari seorang aktris dalam semua karya Scorse.
"Menyaksikan kepiawaian DiCaprio dan De Niro memungkinkan film untuk tetap berada di ruang terbatas di mana motif karakternya jelas tapi belum dapat dikonfirmasi. Namun, Gladstone-lah yang menjadi sorotan utama," ujar Daniels dari The Playlist.
"Gladstone-lah yang menjadi pusat gravitasi di film ini. Ia menyuguhkan salah satu penampilan paling luar biasa dari seorang perempuan dalam karya Scorsese mana pun," tulis Loughrey.
Meski demikian, Killers of the Flower Moon tetap tak luput dari kritik. Segelintir reaksi miring itu menyoroti penulisan naskah film yang dinilai kurang apik.
Sebut saja Kevin Maher, kritikus The Times yang menilai narasi cerita Killers of the Flower Moon tak berarah. Ia juga menilai penampilan Robert De Niro dan Leonardo DiCaprio kurang memuaskan dalam film ini.
"Naskahnya berkelok-kelok dari narasi pembunuhan dan akhirnya membebani kita dengan penjahat pada De Niro yang tidak cukup jahat dan protagonis DiCaprio yang bodoh," ungkap Kevin Maher.
Killers of the Flower Moon tayang perdana secara global di Cannes Film Festival 2023. Usai tayang perdana, film itu mendapatkan standing ovation hingga sembilan menit.
Killers of the Flower Moon tayang di bioskop mulai 18 Oktober.