Geliat Kru Ciptakan Tanah Suku Osage di Killers of the Flower Moon
CNN Indonesia
Kamis, 26 Okt 2023 19:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Martin Scorsese menggandeng desainer produksi legendaris untuk membangun tanah tempat suku Osage tinggal pada 1920-an silam. (dok. Apple Original Films/Paramount Pictures via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Martin Scorsese menjajaki genre dan gaya baru kala mengerjakan film teranyarnya, Killers of the Flower Moon. Ia beralih mengusung genre western dengan mengambil latar di Oklahoma, tanah tempat suku Osage bermukim.
Dengan genre itu, Scorsese harus melakukan banyak penyesuaian demi mendapatkan akurasi cerita dan visual. Desain produksi mau tak mau menjadi kunci yang turut menentukan keberhasilan Killers of the Flower Moon.
Scorsese menyikapi tantangan itu dengan merekrut desainer produksi legendaris, Jack Fisk. Ia merupakan desainer yang mengerjakan set Mulholland Drive (2001), There Will Be Blood (2007), hingga film karya Alejandro Inarritu berjudul The Revenant (2014).
Killers of the Flower Moon menjadi kerja sama pertama Scorsese dengan Jack Fisk. Mereka pun sepakat untuk berbagi visi mengerjakan dunia suku Osage era 1920-an.
"Saya berbincang dengan Marty dan dia berkata, 'Kata orang-orang kau bisa membuat sebuah film menjadi terlihat besar dan megah'," tutur Fisk sambil tertawa, seperti dikutip dari keterangan pers Killers of the Flower Moon.
"Saya suka bekerja di luar. Reputasi saya adalah mengerjakan set di luar, bukan di panggung suara," lanjutnya.
Suasana lokasi tempat tinggal suku Osage dalam Killers of the Flower Moon. (dok. Apple Original Films/Paramount Pictures via IMDb)
Kota asli suku Osage sekaligus tempat tinggal keluarga Mollie Burkhart di Fairfax sudah berubah drastis. Kota tersebut kini telah dimodernisasi dan bangunan-bangunan lamanya dibongkar.
Padahal, Scorsese membutuhkan hamparan terbuka yang luas dan menggambarkan suburnya wilayah suku Osage pada masa itu. Scorsese dan Fisk akhirnya setuju untuk membangun lokasi syuting di Pawhuska, sekitar 30 menit dari Fairfax.
Sehingga, menggarap Killers of the Flower Moon bukan pekerjaan mudah bagi Fisk. Dia membangun tanah Osage masa 1920-an, baik dengan memakai bangunan yang sudah ada maupun membangun dari awal di Pawhuska.
"Fairfax telah hancur setelah bertahun-tahun akibat kerusakan alam, puting beliung, dan perekonomian yang melemah," ujar Fisk.
"Banyak bangunan yang rentan. Atapnya sudah lapuk. Hanya ada sedikit titik tempat kami dapat bekerja dengan aman, terutama dibanding dengan yang ada di Pawhuska," lanjutnya.
Di Pawhuska, Fisk mulai membangun tata ruang Fairfax era 1920-an. Ia menyusuri titik demi titik untuk mencari lokasi yang tepat untuk berbagai bangunan, seperti permukiman hingga pasar Osage.
Lanjut ke sebelah...
Kru produksi akhirnya menciptakan tempat tinggal suku Osage terpusat di sebuah wilayah bernama Kihekah yang berada di Pawhuska. Fisk juga menambahkan berbagai sentuhan supaya nuansa western dalam latar itu semakin kuat.
"Sentuhan terakhir dalam rekonstruksi jalan Kihekah adalah menutup jalan dengan tanah dan lumpur," ujar Fisk.
"Cara itu menyatukan lokasi, menjadikannya lebih western dan entah bagaimana menghidupkan semuanya," lanjutnya.
Fisk tidak lupa menambahkan detail lain untuk menyempurnakan kondisi wilayah suku Osage pada masa itu. Salah satunya, stasiun kereta api yang kala itu menjadi transportasi penghubung antara Osage dan bangsa luar.
Untuk membangun stasiun yang lengkap dengan kereta api dan relnya, Fisk meminta bantuan dari keturunan asli Osage. Sebab, kala itu, bangsa Osage baru saja membeli sebidang tanah di dekat jalanan utama Pawhuska.
Tempat yang dulunya stasiun kereta itu semula bakal direnovasi oleh Osage untuk dijadikan taman dan tempat rekreasi. Namun, Fisk meminta Osage menunda rencana itu karena ingin menggunakan lahannya untuk rel kereta api dan stasiun.
"Kami meminta mereka agar menunda rencana itu. Kami melihat bahwa bentangan itu berfungsi dengan sempurna untuk tujuan kami," ujar Fisk.
"Kami memperoleh izin untuk membangun stasiun kereta api kami di sana, dengan memasang rel sepanjang 1.200 kaki dan lokomotif sungguhan. Itu adalah tempat yang sempurna," sambungnya.
Killers of the Flower Moon menjadi karya terbaru Martin Scorsese usai merilis The Irishman (2019) empat tahun lalu. Dalam proyek itu, Scorsese bekerja sama dengan penulis skenario kawakan Eric Roth.
Film Killers of the Flower Moon dibintangi sederet aktor hit Hollywood, termasuk Leonardo DiCaprio dan Robert De Niro yang sudah menjadi aktor 'langganan' Martin Scorsese.
Selain itu, Killers of the Flower Moon juga dibintangi sederet aktor hit, mulai dari Lily Gladstone, Jesse Plemons, hingga Brendan Fraser.
Killers of the Flower Moon tayang di bioskop mulai 18 Oktober.
Martin Scorsese menjajaki genre dan gaya baru kala mengerjakan film teranyarnya, Killers of the Flower Moon. Ia beralih mengusung genre western dengan mengambil latar di Oklahoma, tanah tempat suku Osage bermukim.
Dengan genre itu, Scorsese harus melakukan banyak penyesuaian demi mendapatkan akurasi cerita dan visual. Desain produksi mau tak mau menjadi kunci yang turut menentukan keberhasilan Killers of the Flower Moon.
Scorsese menyikapi tantangan itu dengan merekrut desainer produksi legendaris, Jack Fisk. Ia merupakan desainer yang mengerjakan set Mulholland Drive (2001), There Will Be Blood (2007), hingga film karya Alejandro Inarritu berjudul The Revenant (2014).
Killers of the Flower Moon menjadi kerja sama pertama Scorsese dengan Jack Fisk. Mereka pun sepakat untuk berbagi visi mengerjakan dunia suku Osage era 1920-an.
"Saya berbincang dengan Marty dan dia berkata, 'Kata orang-orang kau bisa membuat sebuah film menjadi terlihat besar dan megah'," tutur Fisk sambil tertawa, seperti dikutip dari keterangan pers Killers of the Flower Moon.
"Saya suka bekerja di luar. Reputasi saya adalah mengerjakan set di luar, bukan di panggung suara," lanjutnya.
Suasana lokasi tempat tinggal suku Osage dalam Killers of the Flower Moon. (dok. Apple Original Films/Paramount Pictures via IMDb)
Kota asli suku Osage sekaligus tempat tinggal keluarga Mollie Burkhart di Fairfax sudah berubah drastis. Kota tersebut kini telah dimodernisasi dan bangunan-bangunan lamanya dibongkar.
Padahal, Scorsese membutuhkan hamparan terbuka yang luas dan menggambarkan suburnya wilayah suku Osage pada masa itu. Scorsese dan Fisk akhirnya setuju untuk membangun lokasi syuting di Pawhuska, sekitar 30 menit dari Fairfax.
Sehingga, menggarap Killers of the Flower Moon bukan pekerjaan mudah bagi Fisk. Dia membangun tanah Osage masa 1920-an, baik dengan memakai bangunan yang sudah ada maupun membangun dari awal di Pawhuska.
"Fairfax telah hancur setelah bertahun-tahun akibat kerusakan alam, puting beliung, dan perekonomian yang melemah," ujar Fisk.
"Banyak bangunan yang rentan. Atapnya sudah lapuk. Hanya ada sedikit titik tempat kami dapat bekerja dengan aman, terutama dibanding dengan yang ada di Pawhuska," lanjutnya.
Di Pawhuska, Fisk mulai membangun tata ruang Fairfax era 1920-an. Ia menyusuri titik demi titik untuk mencari lokasi yang tepat untuk berbagai bangunan, seperti permukiman hingga pasar Osage.
Lanjut ke sebelah...
Penyempurnaan Tanah Suku Osage
Martin Scorsese menggandeng desainer produksi legendaris untuk membangun tanah tempat suku Osage tinggal pada 1920-an silam. (dok. Apple Original Films/Paramount Pictures via IMDb)
Kru produksi akhirnya menciptakan tempat tinggal suku Osage terpusat di sebuah wilayah bernama Kihekah yang berada di Pawhuska. Fisk juga menambahkan berbagai sentuhan supaya nuansa western dalam latar itu semakin kuat.
"Sentuhan terakhir dalam rekonstruksi jalan Kihekah adalah menutup jalan dengan tanah dan lumpur," ujar Fisk.
"Cara itu menyatukan lokasi, menjadikannya lebih western dan entah bagaimana menghidupkan semuanya," lanjutnya.
Fisk tidak lupa menambahkan detail lain untuk menyempurnakan kondisi wilayah suku Osage pada masa itu. Salah satunya, stasiun kereta api yang kala itu menjadi transportasi penghubung antara Osage dan bangsa luar.
Untuk membangun stasiun yang lengkap dengan kereta api dan relnya, Fisk meminta bantuan dari keturunan asli Osage. Sebab, kala itu, bangsa Osage baru saja membeli sebidang tanah di dekat jalanan utama Pawhuska.
Tempat yang dulunya stasiun kereta itu semula bakal direnovasi oleh Osage untuk dijadikan taman dan tempat rekreasi. Namun, Fisk meminta Osage menunda rencana itu karena ingin menggunakan lahannya untuk rel kereta api dan stasiun.
"Kami meminta mereka agar menunda rencana itu. Kami melihat bahwa bentangan itu berfungsi dengan sempurna untuk tujuan kami," ujar Fisk.
"Kami memperoleh izin untuk membangun stasiun kereta api kami di sana, dengan memasang rel sepanjang 1.200 kaki dan lokomotif sungguhan. Itu adalah tempat yang sempurna," sambungnya.
Killers of the Flower Moon menjadi karya terbaru Martin Scorsese usai merilis The Irishman (2019) empat tahun lalu. Dalam proyek itu, Scorsese bekerja sama dengan penulis skenario kawakan Eric Roth.
Film Killers of the Flower Moon dibintangi sederet aktor hit Hollywood, termasuk Leonardo DiCaprio dan Robert De Niro yang sudah menjadi aktor 'langganan' Martin Scorsese.
Selain itu, Killers of the Flower Moon juga dibintangi sederet aktor hit, mulai dari Lily Gladstone, Jesse Plemons, hingga Brendan Fraser.
Killers of the Flower Moon tayang di bioskop mulai 18 Oktober.