Jakarta, CNN Indonesia -- Jennifer Aniston mengakui dirinya bertukar pesan dengan mendiang Matthew Perry hanya beberapa jam sebelum aktor tersebut meninggal dunia. Aniston menyebut kondisi Perry sangat baik.
Cerita itu adalah kali pertama Aniston wawancara dan membahas kematian sahabatnya itu secara terbuka semenjak Matthew Perry meninggal pada 28 Oktober.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sungguh bertukar pesan dengan dia di pagi itu, Matty yang lucu," kata Aniston mengisahkan momen terakhirnya sembari menangis saat wawancara dengan Variety. "Dia saat itu tidak sakit. Dia tidak dalam kondisi susah. Dia bahagia,"
Aniston kembali melanjutkan momen dirinya bertukar pesan dengan Matthew Perry setelah rekannya dalam serial The Morning Show, Reese Witherspoon, memberikan ia tisu dan menggenggam tangannya.
Jennifer Aniston disebut Matthew Perry dalam biografinya sebagai sosok yang paling rutin menghubungi aktor itu hanya untuk memeriksa kondisinya semenjak mereka masih terlibat dalam sitkom Friends.
Bukan hanya itu, Perry juga menyebut Aniston adalah orang yang paling menyadari ketika Matthew mengalami masalah kecanduan dan kesehatan mental.
[Gambas:Video CNN]
"Perry bahagia," kata Aniston dalam wawancara yang rilis Senin (11/12). "Dia dalam kondisi sehat, dia berhenti merokok. Dia sedang aktif berolahraga. Dia bahagia, itu saja yang saya ketahui,"
"Saya ingin orang tahu bahwa dia sungguh sehat, dan semakin sehat," kata Aniston. "Dia sedang bersemangat. Dia bekerja sangat keras. Dia benar-benar menghadapi masalah yang sulit,"
"Saya sungguh merindukannya. Kami semua. Ya ampun, dia sering membuat kami tertawa terbahak-bahak," katanya. "Dia akan dikenang seperti keinginannya,"
Dalam percakapan dalam siniar Q With Tom Power pada November 2022 soal memoar Friends, Lovers, and the Big Terrible Thing, Matthew Perry mengatakan bahwa buku itu adalah caranya untuk bisa dikenang oleh banyak orang.
"Saya ingin diingat sebagai seseorang yang hidup dengan baik, dicintai dengan baik, dan seorang pencari. Dan yang terpenting adalah sebagai orang yang ingin membantu orang lain. Itu yang saya mau," kata Perry.
Lanjut ke sebelah...
'Luka yang Amat Dalam'
Jennifer Aniston mengakui ia bertukar pesan dengan mendiang Matthew Perry hanya beberapa jam sebelum aktor tersebut meninggal dunia. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Matthew Perry sebelumnya ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Los Angeles, pada Sabtu (28/10) sore waktu setempat.
Pada 2022, Matthew Perry merilis sebuah memoar bertajuk Friends, Lovers, and the Big Trouble Thing: A Memoir yang merinci kenaikan popularitasnya, perjuangan melawan kecanduan obat dan alkohol, serta perjuangan kesehatan mentalnya.
Sementara itu melalui unggahan di Instagram, Rabu (15/11), Jennifer Aniston mengunggah foto ia dengan Perry saat sedang tertawa. Latar foto tersebut terlihat di lokasi set syuting Friends dengan siluet aktris Lisa Kudrow yang ada di kejauhan.
"Oh boy, yang satu ini memang meninggalkan luka amat dalam. Harus mengucapkan selamat tinggal kepada sahabat kita semua Matty, adalah gelombang emosi yang sangat gila yang pernah saya alami sebelumnya," kata Aniston membuka pesannya.
Aniston menyadari dengan menghadapi rasa duka tersebut, itu memungkinkan dirinya dan siapapun merasakan kebahagiaan dan rasa syukur pernah bersama dengan seseorang.
[Gambas:Instagram]
Aniston pun mengenang sosok Perry di masa-masa kejayaan mereka ketika bersama-sama membintangi Friends. Kata Aniston, keberadaan Perry menjadi bagian dari enam bintang Friends bersama dirinya adah sebuah takdir.
"Kami semua mencintainya. Dia telah menjadi bagian dari DNA kami. Kami berenam selalu menikmati waktu bersama-sama," kenang Aniston.
"Untuk Matty, dia tahu dia suka membuat orang tertawa. Seperti yang dia katakan sendiri, jika dia tidak mendengar tawa, dia pikir dia akan mati," cerita Aniston.
"Hidupnya benar-benar bergantung pada rasa tawa. Dan dia berhasil melakukannya. Dia telah membuat kita semua tertawa. Tawa yang amat kencang," katanya soal karakter Perry di kehidupan sehari-hari.
[Gambas:Photo CNN]