Materi Visual Tur Beyonce Dituding Jiplak Karya Seniman Jepang
CNN Indonesia
Rabu, 13 Des 2023 08:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Beyoncé dituding menjiplak karya seniman Jepang, Hajime Sorayama, untuk materi visual tur Renaissance. (dok. Beyonce/Parkwood Entertainment via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia --
Beyoncé dituding menjiplak karya seniman Jepang, Hajime Sorayama, untuk materi visual tur Renaissance. Tudingan itu disampaikan secara terbuka oleh Hajime lewat unggahan di media sosial, Senin (11/12).
Dalam unggahan itu, Hajime menyentil Beyoncé dan meminta penyanyi itu untuk setidaknya meminta izin langsung untuk mempergunakan karyanya.
"Yo Beyoncé, seharusnya Anda meminta izin kepadaku secara resmi," ujar Hajime dengan menyertakan akun Instagram milik sang diva di Instagram.
Dalam unggahan bernada sindiran tersebut, Hajime menyertakan beberapa karya visual miliknya sebagai perbandingan dengan materi visual yang ditayangkan dalam panggung tur Renaissance.
Karya visual dengan tema futuristik tersebut memeragakan beberapa karakter dengan jubah berwarna silver, lengkap dengan perisai wajah ala film alien dan fiksi ilmiah.
Sedangkan foto pertama yang diunggah, Hajime juga memamerkan foto panggung tur Renaissance dengan wajah Beyonce yang terpampang di layar lebar, mengenakan perisai wajah yang serupa dengan karakter miliknya.
Hajime kemudian merujuk pada pengalamannya di masa lalu saat pernah mengerjakan aset visual untuk The Weeknd alias Abel Tesfaye.
"Jadi saya bisa membuatkan karya yang lebih baik untukmu, seperti yang pernah saya lakukan untuk teman saya The Weeknd," kata Hajime di akhir takarirnya.
Menurut pemberitaan Page Six, Senin (11/12), unggahan Hajime pun mengundang perdebatan pro dan kontra dari kalangan fans.
"Kamu kan bukan pemilik genre Robot Hypere Feme," ujar salah satu penggemar Beyoncé, menuding Hajime balik.
Beberapa pengguna lainnya juga menyoroti bahwa Hajime dan Beyoncé memang sama-sama terinspirasi dari film fiksi ilmiah asal Jerman, Metropolis (1927).
Lanjut ke sebelah...
Sementara, beberapa netizen lain bingung dengan Hajime yang baru mempersoalkan haltersebut setelah tur Rennaisanceresmi berakhir.
Page Six melaporkan belum diketahui secara pasti Hajime Sorayama akan mengajukan tuntutan hukum atau tidak. Sementara itu, pihak Beyoncé juga belum memberikan respons atas tudingan terkait.
Renaissance World Tour diumumkan pertama kali pada Februari 2023 dan tiket konser pembuka ini terjual habis dengan cepat hingga penyelenggara menambah tanggal konser.
Beyonce hanya mengunjungi Eropa dan Amerika Utara untuk tur bertitel tur dunia ini. Dua tur sebelumnya Beyonce juga hanya datang ke negara-negara Barat tersebut.
Setelah tur itu digelar, Beyoncé dikabarkan meraup sekitar US$578 juta atau Rp9,046 triliun (US$1=Rp15.624) dari tur dunia Renaissance yang resmi berakhir pada Minggu (1/10) di Kansas City, AS.
Berdasarkan laporan Variety via Live Nation, pendapatan tersebut diraih Beyoncé melalui perjalanannya di seluruh dunia dengan menghadirkan 2,7 juta penonton dalam 56 pertunjukan di 39 kota.
Sedangkan Renaissance merupakan album yang berhasil memuncaki tangga album populer Amerika Serikat Billboard 200 dan menjadi album dari musisi perempuan pertama yang menempati posisi itu pada 2022.
Menurut data Luminate yang dilaporkan Hollywood Reporter, Minggu (7/8) waktu AS, Renaissance terjual lebih dari 332 ribu kopi unit setara album pada pekan pertamanya hingga 4 Agustus lalu.
Dari total tersebut, 190 ribu penjualan merupakan album fisik, 138 ribu dari album setara streaming (SEA), dan empat ribu dari album setara trek (TEA).
Beyoncé dituding menjiplak karya seniman Jepang, Hajime Sorayama, untuk materi visual tur Renaissance. Tudingan itu disampaikan secara terbuka oleh Hajime lewat unggahan di media sosial, Senin (11/12).
Dalam unggahan itu, Hajime menyentil Beyoncé dan meminta penyanyi itu untuk setidaknya meminta izin langsung untuk mempergunakan karyanya.
"Yo Beyoncé, seharusnya Anda meminta izin kepadaku secara resmi," ujar Hajime dengan menyertakan akun Instagram milik sang diva di Instagram.
Dalam unggahan bernada sindiran tersebut, Hajime menyertakan beberapa karya visual miliknya sebagai perbandingan dengan materi visual yang ditayangkan dalam panggung tur Renaissance.
Karya visual dengan tema futuristik tersebut memeragakan beberapa karakter dengan jubah berwarna silver, lengkap dengan perisai wajah ala film alien dan fiksi ilmiah.
Sedangkan foto pertama yang diunggah, Hajime juga memamerkan foto panggung tur Renaissance dengan wajah Beyonce yang terpampang di layar lebar, mengenakan perisai wajah yang serupa dengan karakter miliknya.
Hajime kemudian merujuk pada pengalamannya di masa lalu saat pernah mengerjakan aset visual untuk The Weeknd alias Abel Tesfaye.
"Jadi saya bisa membuatkan karya yang lebih baik untukmu, seperti yang pernah saya lakukan untuk teman saya The Weeknd," kata Hajime di akhir takarirnya.
Menurut pemberitaan Page Six, Senin (11/12), unggahan Hajime pun mengundang perdebatan pro dan kontra dari kalangan fans.
"Kamu kan bukan pemilik genre Robot Hypere Feme," ujar salah satu penggemar Beyoncé, menuding Hajime balik.
Beberapa pengguna lainnya juga menyoroti bahwa Hajime dan Beyoncé memang sama-sama terinspirasi dari film fiksi ilmiah asal Jerman, Metropolis (1927).
Lanjut ke sebelah...
Tudingan Hajime ke Beyonce Dipertanyakan Netizen
Beyoncé dituding menjiplak karya seniman Jepang, Hajime Sorayama, untuk materi visual tur Renaissance. (dok. Beyonce/Parkwood Entertainment via YouTube)
Sementara, beberapa netizen lain bingung dengan Hajime yang baru mempersoalkan haltersebut setelah tur Rennaisanceresmi berakhir.
Page Six melaporkan belum diketahui secara pasti Hajime Sorayama akan mengajukan tuntutan hukum atau tidak. Sementara itu, pihak Beyoncé juga belum memberikan respons atas tudingan terkait.
Renaissance World Tour diumumkan pertama kali pada Februari 2023 dan tiket konser pembuka ini terjual habis dengan cepat hingga penyelenggara menambah tanggal konser.
Beyonce hanya mengunjungi Eropa dan Amerika Utara untuk tur bertitel tur dunia ini. Dua tur sebelumnya Beyonce juga hanya datang ke negara-negara Barat tersebut.
Setelah tur itu digelar, Beyoncé dikabarkan meraup sekitar US$578 juta atau Rp9,046 triliun (US$1=Rp15.624) dari tur dunia Renaissance yang resmi berakhir pada Minggu (1/10) di Kansas City, AS.
Berdasarkan laporan Variety via Live Nation, pendapatan tersebut diraih Beyoncé melalui perjalanannya di seluruh dunia dengan menghadirkan 2,7 juta penonton dalam 56 pertunjukan di 39 kota.
Sedangkan Renaissance merupakan album yang berhasil memuncaki tangga album populer Amerika Serikat Billboard 200 dan menjadi album dari musisi perempuan pertama yang menempati posisi itu pada 2022.
Menurut data Luminate yang dilaporkan Hollywood Reporter, Minggu (7/8) waktu AS, Renaissance terjual lebih dari 332 ribu kopi unit setara album pada pekan pertamanya hingga 4 Agustus lalu.
Dari total tersebut, 190 ribu penjualan merupakan album fisik, 138 ribu dari album setara streaming (SEA), dan empat ribu dari album setara trek (TEA).