Mengenang Film Pendek Tilik, Titik Awal Popularitas 'Bu Tejo'
CNN Indonesia
Jumat, 19 Jan 2024 09:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Mengenang Tilik, film pendek awal popularitas karakter Bu Tejo yang kini hadir ke layar lebar lewat film Bu Tejo Sowan Jakarta. (Screenshot via youtube Ravacana Films)
Jakarta, CNN Indonesia --
Karakter Bu Tejo kembali menyapa penonton. Berawal dari film pendek Tilik yang dirilis beberapa tahun lalu, karakter yang masih diperankan Siti Fauziah itu kini hadir di layar lebar melalui Bu Tejo Sowan Jakarta.
Dalam film terbaru, Bu Tejo yang selama ini dkenal sebagai ibu-ibu desa yang tinggal di pinggir pusat kota Yogyakarta berangkat ke Jakarta setelah tahu rencana anak menikah.
Bu Tejo Sowan Jakarta adalah satu dari beberapa proyek pengembangan imbas kesuksesan dan popularitas Tilik.
Tilik ditayangkan secara luas pada 17 Agustus 2020 melalui kanal YouTube resmi Ravacana Films. Namun, film itu telah tayang secara eksklusif pada 2018 di beberapa festival film lokal maupun internasional.
Capaiannya pun tak main-main. Tilik berhasil meraih penghargaan kategori Film Pendek Terpilih Piala Maya 2018. Selain itu, film ini juga terpilih menjadi Official Selection Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2018 dan Official Selection World Cinema Amsterdam 2019.
Tilik awalnya mengisahkan rombongan ibu-ibu yang menempuh perjalanan dengan truk untuk menjenguk Ibu Lurah di rumah sakit. Dalam bahasa Jawa, "tilik" berarti menjenguk orang sakit.
Sepanjang perjalanan, Bu Tejo (Siti Fauziah) menjadi orang yang paling banyak berbicara. Ia kerap membicarakan perempuan muda bernama Dian, kembang desa di tempat mereka berasal.
Tanpa memastikan informasi yang valid, Bu Tejo gibah tentang Dian, seperti mencurigai Dian yang masih melajang sebagai perempuan 'nakal' karena satu dan lain hal dari kejadian yang ia saksikan.
Ibu-ibu lain terpancing membicarakan Dian lebih dalam, atau dengan kata lain bergosip. Spekulasi yang mereka dengar terus dikembangkan hingga Dian terasa seperti sosok negatif.
Buntut penampilan penuh energi dari karakter Bu Tejo, sosoknya pun menjadi sensasi di dunia maya semasa pandemi Covid - 19 merajalela.
Sepanjang 2020, film pendek Tilik menjadi film yang paling banyak dicari dalam Google Indonesia berdasarkan laporan Year in Search 2020 yang diterima oleh CNNIndonesia.com.
Berdasarkan laporan tersebut, Tilik bahkan mengalahkan film dan serial televisi dari luar negeri yang rilis kala itu, seperti The World of The Married.
Pada tahun itu, peringkat kedua pencarian film atau serial televisi dalam Google Indonesia ditempati Crash Landing on You yang juga sempat menjadi perbincangan. Disusul Milea, The World of The Married, dan Mariposa.
Kemudian dari peringkat lima sampai 10 ditempati Mulan, Money Heist, It's Okay to Not Be Okay, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), dan Bucin.
Lanjut ke sebelah...
Tak hanya menjadi terpopuler di mesin pencari Google, penayangan Tilik di YouTube juga berhasil mengundang 10 juta penonton, hanya delapan hari setelah film itu dirilis secara luas di platform pemutar video tersebut.
Per Kamis (18/1), Tilik tercatat memiliki 28 juta penonton, sekaligus menjadi film terlaris yang diunggah oleh kanal resmi Ravacana Films di YouTube.
Kesuksesan itu membuat karakter Bu Tejo hadir lagi dalam film pendek Cap-Cip Top! pada 2020 dan untuk pertama kalinya hadir dalam serial web, Tilik the Series, pada 2023.
Dalam serial itu, Bu Tejo diceritakan jadi ketua tim sukses suaminya Pak Tejo (Ibnu Widodo) dalam kampanye pemilihan kepala desa yang akan segera berlangsung.
Tak lama setelah itu, representasi mak-mak dengan budaya Jawa kental ini dibawa ke layar lebar oleh sutradara Andibachtiar Yusuf dalam film Bu Tejo Sowan Jakarta. Film itu hadir enam tahun setelah Tilik tayang dan menuai ulasan positif.
Meski kini hadir dalam semesta berbeda, Bu Tejo tetap muncul secara familier dengan didampingi tiga karakter pendukung yang juga masih serupa, untuk melengkapi gaduhnya penampilan mereka.
Sang pemeran Siti Fauziah pun mengakui karakter Bu Tejo miliknya memang menyimpan beberapa lapisan yang melekat kuat dengan dirinya di kehidupan nyata.
"Tentu ada beberapa lapisan dan irisan yang sama dengan kehidupanku di dunia nyata," ujarnya saat ditemui di balik layar Gala Premiere Bu Tejo Sowan Jakarta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1) petang.
"Love language kami itu kayaknya memang word of anger sih," sambungnya berkelakar diiringi tawa renyah dari dua rekannya, Putri Manjo dan Brilliana Arfira, yang selalu mendampingi karakter Bu Tejo di beberapa judul berbeda.
Dalam beberapa pendapat, keriuhan dan aksi saling nyinyir antar ibu-ibu dianggap sebagai elemen yang sangat beracun dan tak menyenangkan.
Namun tak dapat dipungkiri, jika kejenakaan adalah elemen yang paling mencolok dalam setiap representasi ibu-ibu alias mak-mak dalam film-film Indonesia.
"Ibu-ibu itu kan identiknya dengan tiga ng, yaitu: ngemil, ngemong, ngomel. Itu melekat pada kami," timpal Brilliana Arfira, sekaligus mengamini bahwa sisi kehidupan pribadi tentu terbawa dalam setiap akting mereka.
Aksi terbaru Bu Tejo bisa disaksikan dalam Bu Tejo Sowan Jakarta yang tayang sejak 18 Januari di bioskop.
Jakarta, CNN Indonesia --
Karakter Bu Tejo kembali menyapa penonton. Berawal dari film pendek Tilik yang dirilis beberapa tahun lalu, karakter yang masih diperankan Siti Fauziah itu kini hadir di layar lebar melalui Bu Tejo Sowan Jakarta.
Dalam film terbaru, Bu Tejo yang selama ini dkenal sebagai ibu-ibu desa yang tinggal di pinggir pusat kota Yogyakarta berangkat ke Jakarta setelah tahu rencana anak menikah.
Bu Tejo Sowan Jakarta adalah satu dari beberapa proyek pengembangan imbas kesuksesan dan popularitas Tilik.
Tilik ditayangkan secara luas pada 17 Agustus 2020 melalui kanal YouTube resmi Ravacana Films. Namun, film itu telah tayang secara eksklusif pada 2018 di beberapa festival film lokal maupun internasional.
Capaiannya pun tak main-main. Tilik berhasil meraih penghargaan kategori Film Pendek Terpilih Piala Maya 2018. Selain itu, film ini juga terpilih menjadi Official Selection Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2018 dan Official Selection World Cinema Amsterdam 2019.
Tilik awalnya mengisahkan rombongan ibu-ibu yang menempuh perjalanan dengan truk untuk menjenguk Ibu Lurah di rumah sakit. Dalam bahasa Jawa, "tilik" berarti menjenguk orang sakit.
Sepanjang perjalanan, Bu Tejo (Siti Fauziah) menjadi orang yang paling banyak berbicara. Ia kerap membicarakan perempuan muda bernama Dian, kembang desa di tempat mereka berasal.
Tanpa memastikan informasi yang valid, Bu Tejo gibah tentang Dian, seperti mencurigai Dian yang masih melajang sebagai perempuan 'nakal' karena satu dan lain hal dari kejadian yang ia saksikan.
Ibu-ibu lain terpancing membicarakan Dian lebih dalam, atau dengan kata lain bergosip. Spekulasi yang mereka dengar terus dikembangkan hingga Dian terasa seperti sosok negatif.
Buntut penampilan penuh energi dari karakter Bu Tejo, sosoknya pun menjadi sensasi di dunia maya semasa pandemi Covid - 19 merajalela.
Sepanjang 2020, film pendek Tilik menjadi film yang paling banyak dicari dalam Google Indonesia berdasarkan laporan Year in Search 2020 yang diterima oleh CNNIndonesia.com.
Berdasarkan laporan tersebut, Tilik bahkan mengalahkan film dan serial televisi dari luar negeri yang rilis kala itu, seperti The World of The Married.
Pada tahun itu, peringkat kedua pencarian film atau serial televisi dalam Google Indonesia ditempati Crash Landing on You yang juga sempat menjadi perbincangan. Disusul Milea, The World of The Married, dan Mariposa.
Kemudian dari peringkat lima sampai 10 ditempati Mulan, Money Heist, It's Okay to Not Be Okay, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), dan Bucin.
Lanjut ke sebelah...
Pengembangan Tilik Usai Sukses Jadi Film Pendek
Mengenang Tilik, film pendek awal popularitas karakter Bu Tejo yang kini hadir ke layar lebar lewat film Bu Tejo Sowan Jakarta. (Screenshot via youtube Ravacana Films)
Tak hanya menjadi terpopuler di mesin pencari Google, penayangan Tilik di YouTube juga berhasil mengundang 10 juta penonton, hanya delapan hari setelah film itu dirilis secara luas di platform pemutar video tersebut.
Per Kamis (18/1), Tilik tercatat memiliki 28 juta penonton, sekaligus menjadi film terlaris yang diunggah oleh kanal resmi Ravacana Films di YouTube.
Kesuksesan itu membuat karakter Bu Tejo hadir lagi dalam film pendek Cap-Cip Top! pada 2020 dan untuk pertama kalinya hadir dalam serial web, Tilik the Series, pada 2023.
Dalam serial itu, Bu Tejo diceritakan jadi ketua tim sukses suaminya Pak Tejo (Ibnu Widodo) dalam kampanye pemilihan kepala desa yang akan segera berlangsung.
Tak lama setelah itu, representasi mak-mak dengan budaya Jawa kental ini dibawa ke layar lebar oleh sutradara Andibachtiar Yusuf dalam film Bu Tejo Sowan Jakarta. Film itu hadir enam tahun setelah Tilik tayang dan menuai ulasan positif.
Meski kini hadir dalam semesta berbeda, Bu Tejo tetap muncul secara familier dengan didampingi tiga karakter pendukung yang juga masih serupa, untuk melengkapi gaduhnya penampilan mereka.
Sang pemeran Siti Fauziah pun mengakui karakter Bu Tejo miliknya memang menyimpan beberapa lapisan yang melekat kuat dengan dirinya di kehidupan nyata.
"Tentu ada beberapa lapisan dan irisan yang sama dengan kehidupanku di dunia nyata," ujarnya saat ditemui di balik layar Gala Premiere Bu Tejo Sowan Jakarta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1) petang.
"Love language kami itu kayaknya memang word of anger sih," sambungnya berkelakar diiringi tawa renyah dari dua rekannya, Putri Manjo dan Brilliana Arfira, yang selalu mendampingi karakter Bu Tejo di beberapa judul berbeda.
Dalam beberapa pendapat, keriuhan dan aksi saling nyinyir antar ibu-ibu dianggap sebagai elemen yang sangat beracun dan tak menyenangkan.
Namun tak dapat dipungkiri, jika kejenakaan adalah elemen yang paling mencolok dalam setiap representasi ibu-ibu alias mak-mak dalam film-film Indonesia.
"Ibu-ibu itu kan identiknya dengan tiga ng, yaitu: ngemil, ngemong, ngomel. Itu melekat pada kami," timpal Brilliana Arfira, sekaligus mengamini bahwa sisi kehidupan pribadi tentu terbawa dalam setiap akting mereka.
Aksi terbaru Bu Tejo bisa disaksikan dalam Bu Tejo Sowan Jakarta yang tayang sejak 18 Januari di bioskop.