Fan War Badarawuhi vs Siksa Kubur Bergejolak di Medsos
CNN Indonesia
Kamis, 18 Apr 2024 16:51 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Netizen seolah terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu yang puas dengan Badarawuhi di Desa Penari dan kubu Siksa Kubur. (dok. MD Pictures/Rapi Films via YouTube)
Kedua film itu mendominasi layar lebar hingga saling menyusul dalam capaian angka penonton. Bahkan, Badarawuhi di Desa Penari dan Siksa Kubur sama-sama telah menghasilkan dua juta penonton per Rabu (17/4).
Kejar-kejaran jumlah penonton itu juga diikuti reaksi untuk kedua film yang membanjiri media sosial. Netizen seolah terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu yang puas dengan Badarawuhi di Desa Penari dan kubu Siksa Kubur.
Keriuhan terjadi di berbagai kolom komentar yang membahas dua film horor itu, termasuk ulasan film Badarawuhi di Desa Penari yang dimuat di Instagram @cnnindonesia.
Netizen membanjiri ulasan yang diunggah pada Rabu (17/4) itu dengan menuturkan reaksi dan komentar mereka terhadap Badarawuhi di Desa Penari.
Namun, beberapa netizen juga menulis reaksi untuk Siksa Kubur dalam kolom komentar yang sama. Hal itu menyebabkan sejumlah netizen saling membela film favorit mereka di kolom komentar tersebut.
"Enggak juga, please itu alurnya enggak jelas. Fungsi Ismail di film juga apa gitu," balas netizen lain.
"Kita lihat siapa penonton terbanyak," jawab netizen lain menimpali.
Sejumlah netizen yang merasa kecewa dengan Badarawuhi di Desa Penari juga tidak segan meluapkan reaksi mereka di kolom komentar. Sebut saja salah satu akun yang heran saat mendapati film Kimo Stamboel itu mendulang angka penonton tinggi.
Argumen itu lantas dibalas rentetan komentar dari penonton yang merasa puas dengan film terbaru semesta KKN di Desa Penari tersebut. Kolom komentar itu pun semakin riuh karena kedua penggemar saling membalas.
"Kok bisa deh sejuta lebih yang nonton," ujar salah satu netizen.
"Menurutku bagus. Apalagi kemasan budayanya kena di aku yang memang suka alur begitu," balas netizen lain yang membela Badarawuhi di Desa Penari.
Fan war kubu Badarawuhi dan Siksa Kubur juga bergejolak di akun media sosial masing-masing film.
Ia menilai film terbaru Joko Anwar itu tidak bagus. Namun, komentar itu juga tidak luput dari balasan penggemar yang berbeda pendapat.
Kritik juga muncul dalam akun @kknmovie yang menjadi medium promosi Badarawuhi di Desa Penari. Sebagian penonton kecewa lantaran tidak mendapat penjelasan terkait asal-usul Badarawuhi dalam film tersebut.
Komentar-komentar itu juga menuai beragam respons dari sesama netizen, hingga terjadi perdebatan panjang di kolom komentar.
"Enggak ada bagusnya. Cerita enggak nyambung, jauh sama Badarawuhi film bagus dan alurnya nyambung," tulis netizen di kolom komentar akun @siksakubur.movie.
"Lah, malah alurnya gokil banget," balas akun lainnya.
"Enggak sih karena enggak berekspektasi apa-apa. Justru sebelah yang kecele karena gue kira bakal lebih sadis dari Siksa Neraka," bela netizen lain.
Badarawuhi di Desa Penari masih diadaptasi dari semesta cerita SimpleMan. Namun, film kedua itu tidak lagi diarahkan Awi Suryadi.
Kimo Stamboel menyutradarai Badarawuhi di Desa Penari, dengan skenario garapan Lele Laila bersama SimpleMan.
Sementara itu, Siksa Kubur menjadi proyek terbaru Joko Anwar yang telah menggarap sembilan film panjang sejak debut melalui Janji Joni (2005). Proyek ini juga akan menjadi karya horor terbaru Joko Anwar.
Kedua film itu mendominasi layar lebar hingga saling menyusul dalam capaian angka penonton. Bahkan, Badarawuhi di Desa Penari dan Siksa Kubur sama-sama telah menghasilkan dua juta penonton per Rabu (17/4).
Kejar-kejaran jumlah penonton itu juga diikuti reaksi untuk kedua film yang membanjiri media sosial. Netizen seolah terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu yang puas dengan Badarawuhi di Desa Penari dan kubu Siksa Kubur.
Keriuhan terjadi di berbagai kolom komentar yang membahas dua film horor itu, termasuk ulasan film Badarawuhi di Desa Penari yang dimuat di Instagram @cnnindonesia.
Netizen membanjiri ulasan yang diunggah pada Rabu (17/4) itu dengan menuturkan reaksi dan komentar mereka terhadap Badarawuhi di Desa Penari.
Namun, beberapa netizen juga menulis reaksi untuk Siksa Kubur dalam kolom komentar yang sama. Hal itu menyebabkan sejumlah netizen saling membela film favorit mereka di kolom komentar tersebut.
"Enggak juga, please itu alurnya enggak jelas. Fungsi Ismail di film juga apa gitu," balas netizen lain.
"Kita lihat siapa penonton terbanyak," jawab netizen lain menimpali.
Sejumlah netizen yang merasa kecewa dengan Badarawuhi di Desa Penari juga tidak segan meluapkan reaksi mereka di kolom komentar. Sebut saja salah satu akun yang heran saat mendapati film Kimo Stamboel itu mendulang angka penonton tinggi.
Argumen itu lantas dibalas rentetan komentar dari penonton yang merasa puas dengan film terbaru semesta KKN di Desa Penari tersebut. Kolom komentar itu pun semakin riuh karena kedua penggemar saling membalas.
"Kok bisa deh sejuta lebih yang nonton," ujar salah satu netizen.
"Menurutku bagus. Apalagi kemasan budayanya kena di aku yang memang suka alur begitu," balas netizen lain yang membela Badarawuhi di Desa Penari.
Fan war kubu Badarawuhi dan Siksa Kubur juga bergejolak di akun media sosial masing-masing film.
Netizen seolah terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu yang puas dengan Badarawuhi di Desa Penari dan kubu Siksa Kubur. (dok. MD Pictures/Rapi Films via YouTube)
Netizen membanjiri kolom komentar akun-akun tersebut dengan membagikan reaksi mereka.
Tak jarang, ulasan-ulasan itu bernada miring dan penuh ketidakpuasan. Salah satu netizen mengungkapkan reaksi itu di akun Instagram @siksakubur.movie.
Ia menilai film terbaru Joko Anwar itu tidak bagus. Namun, komentar itu juga tidak luput dari balasan penggemar yang berbeda pendapat.
Kritik juga muncul dalam akun @kknmovie yang menjadi medium promosi Badarawuhi di Desa Penari. Sebagian penonton kecewa lantaran tidak mendapat penjelasan terkait asal-usul Badarawuhi dalam film tersebut.
Komentar-komentar itu juga menuai beragam respons dari sesama netizen, hingga terjadi perdebatan panjang di kolom komentar.
"Enggak ada bagusnya. Cerita enggak nyambung, jauh sama Badarawuhi film bagus dan alurnya nyambung," tulis netizen di kolom komentar akun @siksakubur.movie.
"Lah, malah alurnya gokil banget," balas akun lainnya.
"Enggak sih karena enggak berekspektasi apa-apa. Justru sebelah yang kecele karena gue kira bakal lebih sadis dari Siksa Neraka," bela netizen lain.
Badarawuhi di Desa Penari masih diadaptasi dari semesta cerita SimpleMan. Namun, film kedua itu tidak lagi diarahkan Awi Suryadi.
Kimo Stamboel menyutradarai Badarawuhi di Desa Penari, dengan skenario garapan Lele Laila bersama SimpleMan.
Sementara itu, Siksa Kubur menjadi proyek terbaru Joko Anwar yang telah menggarap sembilan film panjang sejak debut melalui Janji Joni (2005). Proyek ini juga akan menjadi karya horor terbaru Joko Anwar.