CEO HYBE Minta Maaf Usai Laporan Internal Provokatif Diketahui Publik
CNN Indonesia
Selasa, 29 Okt 2024 15:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
CEO HYBE Lee Jae-sang meminta maaf setelah laporan mingguan internal yang provokatif terungkap ke publik saat audit Majelis Nasional. (HYBE)
Jakarta, CNN Indonesia --
CEO HYBE Lee Jae-sang meminta maaf setelah laporan mingguan perusahaan mereka terungkap ke publik dan menuai kritik keras dari banyak pihak saat audit Majelis Nasional beberapa waktu lalu.
Dalam laporan tren industri yang dibagikan kepada pimpinan perusahaan setiap pekan itu, tim HYBE kerap memberikan komentar provokatif dan hinaan fisik kepada artis lain, termasuk idol di bawah umur.
"Terkait dokumen pemantauan kami yang disorot selama audit Komite Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Majelis Nasional pada 24 Oktober, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para artis, pemangku kepentingan industri, dan penggemar," kata Lee Jae-sang melalui keterangan resmi di laman perusahaan.
Ia pun mengakui bahwa isi dokumen atau laporan tersebut merupakan kata-kata yang tidak pantas dan penuh dengan opini pribadi terhadap banyak idol lain.
"Meskipun dimaksudkan untuk dibagikan hanya kepada sejumlah kecil pimpinan untuk memahami sentimen pasar dan penggemar, isinya sangat tidak pantas. Dokumen tersebut berisi ekspresi provokatif dan eksplisit yang ditujukan kepada artis K-pop, menyertakan opini dan evaluasi pribadi penulis, dan disimpan dalam bentuk tertulis."
"Sebagai perwakilan perusahaan, saya mengakui semua kesalahan dan bertanggung jawab penuh," tuturnya.
Lee Jae-sang kemudian mengatakan HYBE juga sudah menghubungi langsung agensi yang idolnya disebut dalam laporan tak pantas tersebut dan meminta maaf kepada mereka, termasuk para artis yang berada di bawah anak perusahaan HYBE.
"Kami juga menghubungi setiap agensi secara individual untuk menyampaikan permintaan maaf kami secara langsung," pengakuannya.
"Selain itu, saya juga dengan tulus menyampaikan permintaan maaf resmi kepada semua artis HYBE Music Group yang telah menjadi sasaran kritik karena perusahaan."
Pada akhir keterangan tertulis, ia kembali meminta maaf kepada semua pihak, agensi, idol K-pop, hingga para penggemar atas hal-hal yang tak pantas yang sudah beredar selama ini melalui laporan mingguan tren industri perusahaan mereka.
Laporan berisi hinaan itu terungkap dalam audit beberapa waktu lalu. Min Hyung-bae dari Partai Demokrat Korea selama audit yang diadakan Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mencecar COO HYBE Kim Tae-ho.
Min Hyung-bae mengungkapkan dokumen internal HYBE yang bertajuk Weekly Music Industry Report atau Laporan Industri Musik Mingguan yang berisikan tinjauan tren industri.
Dalam laporan tersebut, Min Hyung-bae menyoroti penggunaan kata-kata yang tidak pantas dalam mendeskripsikan idol lain, terutama terkait fisik mereka. Ulasan ini disusun setiap pekan dan dibagikan ke eksekutif HYBE dan sub-labelnya.
Beberapa frasa yang digunakan, seperti "Mereka mendebutkan para anggota di usia yang canggung, tidak ada satu pun fitur mereka yang menonjol," "Operasi plastik mereka berlebihan," dan "Anggota lainnya sangat tidak menarik."
Nama-nama idol, selama audit, tidak disebut atau sudah disunting. Hal tersebut juga tidak dipertanyakan lebih lanjut selama sesi audit.
Ia hanya menampilkan bukti sedikit yang dinilai masih layak ditampilkan setelah disensor dari begitu banyak berkas hinaan dan kata-kata yang dianggap sangat tidak pantas.
Menteri Kebudayaan Yu In-chon, yang hadir, juga menyampaikan kekhawatiran, dengan mengatakan, "Ungkapan-ungkapan itu terlalu kasar. Itu berlebihan, terutama mengingat karyawan dan keluarga mereka mungkin melihat dokumen-dokumen ini."
Lanjut ke sebelah...
Berikut isi surat permintaan maaf CEO HYBE Lee Jae-sang.
"Sebagai CEO HYBE, saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya terkait dokumen pemantauan HYBE.
Terkait dokumen pemantauan kami yang disorot selama audit Komite Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Majelis Nasional pada 24 Oktober, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para artis, pemangku kepentingan industri, dan penggemar.
Dokumen ini dibuat sebagai bagian dari proses mengumpulkan berbagai reaksi dan opini publik secara retrospektif tentang tren dan isu industri.
Meskipun dimaksudkan untuk dibagikan hanya kepada sejumlah kecil pimpinan untuk memahami sentimen pasar dan penggemar, isinya sangat tidak pantas. Dokumen tersebut berisi ekspresi provokatif dan eksplisit yang ditujukan kepada artis K-pop, menyertakan opini dan evaluasi pribadi penulis, dan disimpan dalam bentuk tertulis.
Sebagai perwakilan perusahaan, saya mengakui semua kesalahan dan bertanggung jawab penuh. Saya sangat menyesal dan sedih tentang kecurigaan yang tidak berdasar tentang pemasaran viral terbalik yang sama sekali tidak benar, yang menyebabkan kesalahpahaman dan kerugian bagi artis dan individu yang tidak bersalah.
Saya secara resmi dan dengan hormat meminta maaf kepada artis eksternal yang disebutkan dalam dokumen yang telah menderita kerugian dan kesusahan. Kami juga menghubungi setiap agensi secara individual untuk menyampaikan permintaan maaf kami secara langsung.
Selain itu, saya juga dengan tulus menyampaikan permintaan maaf resmi kepada semua artis HYBE Music Group yang telah menjadi sasaran kritik karena perusahaan.
Saya mengakui kurangnya kesadaran di antara para pemimpin yang menerima dokumen tersebut dan, sebagai CEO, saya segera menghentikan pembuatan dokumen pemantauan tersebut. Saya berjanji untuk menetapkan pedoman dan memperkuat kontrol internal untuk mencegah masalah seperti itu terjadi lagi.
Tangkapan layar isi surat permintaan maaf CEO HYBE Lee Jae-sang. (HYBE)
Sekali lagi, saya meminta maaf kepada para artis, pemangku kepentingan industri, penggemar, dan semua orang yang mencintai dan mendukung K-pop atas rasa sakit yang disebabkan oleh insiden ini.
Sebagai perwakilan perusahaan, saya berkomitmen untuk melakukan refleksi menyeluruh dan pemeriksaan diri untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan memprioritaskan hak-hak semua artis K-pop dan menghormati penggemar.
Kami akan melakukan yang terbaik untuk berkontribusi pada perkembangan industri K-pop yang sehat.
Terima kasih.
CEO HYBE Lee Jae-sang"
Jakarta, CNN Indonesia --
CEO HYBE Lee Jae-sang meminta maaf setelah laporan mingguan perusahaan mereka terungkap ke publik dan menuai kritik keras dari banyak pihak saat audit Majelis Nasional beberapa waktu lalu.
Dalam laporan tren industri yang dibagikan kepada pimpinan perusahaan setiap pekan itu, tim HYBE kerap memberikan komentar provokatif dan hinaan fisik kepada artis lain, termasuk idol di bawah umur.
"Terkait dokumen pemantauan kami yang disorot selama audit Komite Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Majelis Nasional pada 24 Oktober, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para artis, pemangku kepentingan industri, dan penggemar," kata Lee Jae-sang melalui keterangan resmi di laman perusahaan.
Ia pun mengakui bahwa isi dokumen atau laporan tersebut merupakan kata-kata yang tidak pantas dan penuh dengan opini pribadi terhadap banyak idol lain.
"Meskipun dimaksudkan untuk dibagikan hanya kepada sejumlah kecil pimpinan untuk memahami sentimen pasar dan penggemar, isinya sangat tidak pantas. Dokumen tersebut berisi ekspresi provokatif dan eksplisit yang ditujukan kepada artis K-pop, menyertakan opini dan evaluasi pribadi penulis, dan disimpan dalam bentuk tertulis."
"Sebagai perwakilan perusahaan, saya mengakui semua kesalahan dan bertanggung jawab penuh," tuturnya.
Lee Jae-sang kemudian mengatakan HYBE juga sudah menghubungi langsung agensi yang idolnya disebut dalam laporan tak pantas tersebut dan meminta maaf kepada mereka, termasuk para artis yang berada di bawah anak perusahaan HYBE.
"Kami juga menghubungi setiap agensi secara individual untuk menyampaikan permintaan maaf kami secara langsung," pengakuannya.
"Selain itu, saya juga dengan tulus menyampaikan permintaan maaf resmi kepada semua artis HYBE Music Group yang telah menjadi sasaran kritik karena perusahaan."
Pada akhir keterangan tertulis, ia kembali meminta maaf kepada semua pihak, agensi, idol K-pop, hingga para penggemar atas hal-hal yang tak pantas yang sudah beredar selama ini melalui laporan mingguan tren industri perusahaan mereka.
Laporan berisi hinaan itu terungkap dalam audit beberapa waktu lalu. Min Hyung-bae dari Partai Demokrat Korea selama audit yang diadakan Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mencecar COO HYBE Kim Tae-ho.
Min Hyung-bae mengungkapkan dokumen internal HYBE yang bertajuk Weekly Music Industry Report atau Laporan Industri Musik Mingguan yang berisikan tinjauan tren industri.
Dalam laporan tersebut, Min Hyung-bae menyoroti penggunaan kata-kata yang tidak pantas dalam mendeskripsikan idol lain, terutama terkait fisik mereka. Ulasan ini disusun setiap pekan dan dibagikan ke eksekutif HYBE dan sub-labelnya.
Beberapa frasa yang digunakan, seperti "Mereka mendebutkan para anggota di usia yang canggung, tidak ada satu pun fitur mereka yang menonjol," "Operasi plastik mereka berlebihan," dan "Anggota lainnya sangat tidak menarik."
Nama-nama idol, selama audit, tidak disebut atau sudah disunting. Hal tersebut juga tidak dipertanyakan lebih lanjut selama sesi audit.
Ia hanya menampilkan bukti sedikit yang dinilai masih layak ditampilkan setelah disensor dari begitu banyak berkas hinaan dan kata-kata yang dianggap sangat tidak pantas.
Menteri Kebudayaan Yu In-chon, yang hadir, juga menyampaikan kekhawatiran, dengan mengatakan, "Ungkapan-ungkapan itu terlalu kasar. Itu berlebihan, terutama mengingat karyawan dan keluarga mereka mungkin melihat dokumen-dokumen ini."
Lanjut ke sebelah...
Terjemahan Lengkap Isi Surat CEO HYBE Lee Jae-sang Minta Maaf
CEO HYBE Lee Jae-sang meminta maaf setelah laporan mingguan internal yang provokatif terungkap ke publik saat audit Majelis Nasional. (AFP/Anthony Wallace)
Berikut isi surat permintaan maaf CEO HYBE Lee Jae-sang.
"Sebagai CEO HYBE, saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya terkait dokumen pemantauan HYBE.
Terkait dokumen pemantauan kami yang disorot selama audit Komite Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Majelis Nasional pada 24 Oktober, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para artis, pemangku kepentingan industri, dan penggemar.
Dokumen ini dibuat sebagai bagian dari proses mengumpulkan berbagai reaksi dan opini publik secara retrospektif tentang tren dan isu industri.
Meskipun dimaksudkan untuk dibagikan hanya kepada sejumlah kecil pimpinan untuk memahami sentimen pasar dan penggemar, isinya sangat tidak pantas. Dokumen tersebut berisi ekspresi provokatif dan eksplisit yang ditujukan kepada artis K-pop, menyertakan opini dan evaluasi pribadi penulis, dan disimpan dalam bentuk tertulis.
Sebagai perwakilan perusahaan, saya mengakui semua kesalahan dan bertanggung jawab penuh. Saya sangat menyesal dan sedih tentang kecurigaan yang tidak berdasar tentang pemasaran viral terbalik yang sama sekali tidak benar, yang menyebabkan kesalahpahaman dan kerugian bagi artis dan individu yang tidak bersalah.
Saya secara resmi dan dengan hormat meminta maaf kepada artis eksternal yang disebutkan dalam dokumen yang telah menderita kerugian dan kesusahan. Kami juga menghubungi setiap agensi secara individual untuk menyampaikan permintaan maaf kami secara langsung.
Selain itu, saya juga dengan tulus menyampaikan permintaan maaf resmi kepada semua artis HYBE Music Group yang telah menjadi sasaran kritik karena perusahaan.
Saya mengakui kurangnya kesadaran di antara para pemimpin yang menerima dokumen tersebut dan, sebagai CEO, saya segera menghentikan pembuatan dokumen pemantauan tersebut. Saya berjanji untuk menetapkan pedoman dan memperkuat kontrol internal untuk mencegah masalah seperti itu terjadi lagi.
Tangkapan layar isi surat permintaan maaf CEO HYBE Lee Jae-sang. (HYBE)
Sekali lagi, saya meminta maaf kepada para artis, pemangku kepentingan industri, penggemar, dan semua orang yang mencintai dan mendukung K-pop atas rasa sakit yang disebabkan oleh insiden ini.
Sebagai perwakilan perusahaan, saya berkomitmen untuk melakukan refleksi menyeluruh dan pemeriksaan diri untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan memprioritaskan hak-hak semua artis K-pop dan menghormati penggemar.
Kami akan melakukan yang terbaik untuk berkontribusi pada perkembangan industri K-pop yang sehat.