Fan A Business Proposal Kesal, Falcon dan Abidzar Buat Surat Terbuka
CNN Indonesia
Selasa, 04 Feb 2025 07:53 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Studio Falcon Pictures membuat surat terbuka untuk para penggemar cerita webtun dan drama Korea, A Business Proposal. (Screenshot dari Instagram @falconpictures_ )
Jakarta, CNN Indonesia --
Studio Falcon Pictures membuat surat terbuka untuk para penggemar cerita webtun dan drama Korea, A Business Proposal, yang kisahnya mereka garap ulang menjadi film versi Indonesia berjudul sama.
Surat ini dirilis setelah selama beberapa minggu terakhir aktor film remake versi Indonesia tersebut, Abidzar Al-Ghifari menjadi sasaran kritik fans A Business Proposal karena sejumlah pernyataannya yang viral di media sosial.
Salah satunya adalah saat jumpa media, Abidzar mengaku hanya menyaksikan sebagian episode pertama dramanya dan kemudian memutuskan tak menyaksikan lebih lanjut karena ingin mengembangkan karakternya sendiri.
Padahal Abidzar memerankan versi Indonesia dari karakter pria utama cerita tersebut yang dalam versi drakor bernama Kang Tae-moo (Ahn Hyo-seop). Sementara lawan mainnya, Ariel Tatum, mengaku menyaksikan versi drama sebelum berakting sebagai karakter utama kisah itu.
Selain itu, Abidzar juga menjadi sasaran kritik lantaran dalam sebuah siniar menilai para penggemar tersebut "fanatik". Kata tersebut terbilang sensitif bagi penggemar hallyu karena dinilai sebagai stereotipe dan melecehkan.
Maka dari itu, para penggemar A Business Proposal meramaikan komentar di berbagai kolom komentar akun media sosial Falcon dan bintang film tersebut bahwa mereka akan memboikot film yang rencananya tayang pada 6 Februari 2025.
Kini dalam surat terbuka yang dirilis pada Senin (3/2), Falcon menyebut bahwa cerita A Business Proposal dipilih untuk diadaptasi karena "kecintaan terhadap ceritanya, baik dalam versi webtoon dan serial".
"Oleh karena itu, kami berhati-hati dalam prosesnya. Hasil adaptasi ini adalah hasil kerja dan usaha lebih dari 100 orang kru dan 20 seniman, muda dan senior," kata Falcon.
"Yang mengerjakan cerita ini dengan hati, dan sangat hati-hati. Dalam prosesnya, setiap hari mereka ke lokasi syuting dengan mindset: memberikan penampilan dan usaha terbaik untuk merayakan cerita ini," lanjutnya.
"Berita mengenai cast yang tidak menyaksikan serialnya terlebih dahulu bukan berakar kesombongan, tapi berakar dari pemilihan pendekatan akting," klaim Falcon.
Falcon berdalih, seniman "memiliki banyak cara (dan semua cara, valid) dalam melakukan pendekatan terhadap cerita". Maka dari itu, kata mereka, ada yang memiliki referensi serta ada yang berpegang pada naskah yang dibuat.
"Semua cara, sama-sama diawali dengan niat memberikan yang terbaik untuk hasilnya," kata Falcon.
"Kami meminta maaf atas perkataan dan perbuatan yang tidak tepat. Kami pastkkan tidak pernah ada niat buruk terkandung dalam hati. Juga kami pastikan lebih dari 100 orang kru dan 20 seniman yang terlibat dalam film ini bekerja dengan niat yang baik, dan memberikan usaha terbaik mereka," lanjutnya.
Tak lama setelah Falcon mengunggah pernyataan tersebut, Abidzar juga mengunggah hal serupa di media sosialnya.
Lanjut ke sebelah...
Dalam pernyataan tersebut, ia meminta maaf atas sikap dan pernyataan yang menyinggung para penggemar A Business Proposal.
"Saya memohon maaf untuk semua yang telah tersakiti atas sikap, perbuatan, dan ucapan saya yang salah. Terima kasih buat kalian semua sudah memberikan saya pelajaran yang sangat berharga," kata Abidzar.
"Hal ini menjadi pembelajaran yang besar untuk saya dalam berproses menjad seseorang yang dewasa dan bijaksana," lanjutnya.
CNNIndonesia.com sudah meminta izin kepada Abidzar untuk mengutip unggahan tersebut.
Namun pernyataan keduanya tak serta merta membuat redam emosi para penggemar yang sudah membara selama beberapa waktu terakhir. Mereka tetap skeptis bahkan membalas balik pernyataan studio dan Abidzar.
"Kenapa penonton harus mikirin 20 Seniman & 100 kru kalo 1 orang aktornya ngga bisa mikirin mereka?" kata seorang penggemar.
"Ga dimaafkan. Aku fanatik soalnya. Aku boikot aja," kata yang lain.
"heol~sepertinya mereka takut film nya tidak ada yg menonton," kata yang lain.
"maless nonton, aktor lu BAD ATTITUDE," timpa yang lain.
"Male lead-nya tiap diwawancara makin blunder, makin blunder. Damage has been done..." kata penggemar lainnya.
"Sebenernya bukan karena gak nnton doang sih. Perkataan pemain utama lelaki yang kesannya menganggap fans kdrama itu fanatik sekali terhadap korea padahal tdk semua seperti itu. Seharusnya beliau itu "mendekati" kami, karena mayoritas yg akan nonton pasti adalah kdrama lovers yg penasaran jika ini di remake oleh Indonesia. Jadi ini terkesan malah "menjauhi" kami hehe cmiiw yaa," kata yang lain.
"Maaf kami, FANS FANATIK. apalagi Kang Tae moo-ku jadi hideung," timpa lainnya.
"Cemas kau dekkk, padahal kami santai aja kan ga diundang ke premiere jg hahahh," kata penggemar.
"Sans aja bi kita kita ga bakal nonton juga," kata yang lain.
"Tenang aja kita ga bakal nonton, ga usah minta maaf gitu ah," kata lainnya.
Film A Business Proposal mengisahkan Sari (Ariel Tatum) yang memiliki kesulitan keuangan. Untuk mengatasi masalah tersebut, ia sepakat menggantikan sahabatnya yang bernama Yasmin dalam sebuah kencan buta.
Di sana, ia bertemu dengan seorang pria bernama Utama (Abidzar Al Ghifari). Ternyata pria yang ia temui dalam kencan buta tersebut merupakan seorang bos dan pemilik sebuah perusahaan ternama.
Film A Business Proposal ini naskahnya ditulis oleh Adhitya Mulya berdasarkan webtun karya Hae Hwa, dan digarap oleh Rako Prijanto.
Studio Falcon Pictures membuat surat terbuka untuk para penggemar cerita webtun dan drama Korea, A Business Proposal, yang kisahnya mereka garap ulang menjadi film versi Indonesia berjudul sama.
Surat ini dirilis setelah selama beberapa minggu terakhir aktor film remake versi Indonesia tersebut, Abidzar Al-Ghifari menjadi sasaran kritik fans A Business Proposal karena sejumlah pernyataannya yang viral di media sosial.
Salah satunya adalah saat jumpa media, Abidzar mengaku hanya menyaksikan sebagian episode pertama dramanya dan kemudian memutuskan tak menyaksikan lebih lanjut karena ingin mengembangkan karakternya sendiri.
Padahal Abidzar memerankan versi Indonesia dari karakter pria utama cerita tersebut yang dalam versi drakor bernama Kang Tae-moo (Ahn Hyo-seop). Sementara lawan mainnya, Ariel Tatum, mengaku menyaksikan versi drama sebelum berakting sebagai karakter utama kisah itu.
Selain itu, Abidzar juga menjadi sasaran kritik lantaran dalam sebuah siniar menilai para penggemar tersebut "fanatik". Kata tersebut terbilang sensitif bagi penggemar hallyu karena dinilai sebagai stereotipe dan melecehkan.
Maka dari itu, para penggemar A Business Proposal meramaikan komentar di berbagai kolom komentar akun media sosial Falcon dan bintang film tersebut bahwa mereka akan memboikot film yang rencananya tayang pada 6 Februari 2025.
Kini dalam surat terbuka yang dirilis pada Senin (3/2), Falcon menyebut bahwa cerita A Business Proposal dipilih untuk diadaptasi karena "kecintaan terhadap ceritanya, baik dalam versi webtoon dan serial".
"Oleh karena itu, kami berhati-hati dalam prosesnya. Hasil adaptasi ini adalah hasil kerja dan usaha lebih dari 100 orang kru dan 20 seniman, muda dan senior," kata Falcon.
"Yang mengerjakan cerita ini dengan hati, dan sangat hati-hati. Dalam prosesnya, setiap hari mereka ke lokasi syuting dengan mindset: memberikan penampilan dan usaha terbaik untuk merayakan cerita ini," lanjutnya.
"Berita mengenai cast yang tidak menyaksikan serialnya terlebih dahulu bukan berakar kesombongan, tapi berakar dari pemilihan pendekatan akting," klaim Falcon.
Falcon berdalih, seniman "memiliki banyak cara (dan semua cara, valid) dalam melakukan pendekatan terhadap cerita". Maka dari itu, kata mereka, ada yang memiliki referensi serta ada yang berpegang pada naskah yang dibuat.
"Semua cara, sama-sama diawali dengan niat memberikan yang terbaik untuk hasilnya," kata Falcon.
"Kami meminta maaf atas perkataan dan perbuatan yang tidak tepat. Kami pastkkan tidak pernah ada niat buruk terkandung dalam hati. Juga kami pastikan lebih dari 100 orang kru dan 20 seniman yang terlibat dalam film ini bekerja dengan niat yang baik, dan memberikan usaha terbaik mereka," lanjutnya.
Tak lama setelah Falcon mengunggah pernyataan tersebut, Abidzar juga mengunggah hal serupa di media sosialnya.
Lanjut ke sebelah...
Maaf dari Abidzar dan Respons Penggemar
Studio Falcon Pictures membuat surat terbuka untuk para penggemar cerita webtun dan drama Korea, A Business Proposal. (Screenshot dari Instagram @falconpictures_ )
Dalam pernyataan tersebut, ia meminta maaf atas sikap dan pernyataan yang menyinggung para penggemar A Business Proposal.
"Saya memohon maaf untuk semua yang telah tersakiti atas sikap, perbuatan, dan ucapan saya yang salah. Terima kasih buat kalian semua sudah memberikan saya pelajaran yang sangat berharga," kata Abidzar.
"Hal ini menjadi pembelajaran yang besar untuk saya dalam berproses menjad seseorang yang dewasa dan bijaksana," lanjutnya.
CNNIndonesia.com sudah meminta izin kepada Abidzar untuk mengutip unggahan tersebut.
Namun pernyataan keduanya tak serta merta membuat redam emosi para penggemar yang sudah membara selama beberapa waktu terakhir. Mereka tetap skeptis bahkan membalas balik pernyataan studio dan Abidzar.
"Kenapa penonton harus mikirin 20 Seniman & 100 kru kalo 1 orang aktornya ngga bisa mikirin mereka?" kata seorang penggemar.
"Ga dimaafkan. Aku fanatik soalnya. Aku boikot aja," kata yang lain.
"heol~sepertinya mereka takut film nya tidak ada yg menonton," kata yang lain.
"maless nonton, aktor lu BAD ATTITUDE," timpa yang lain.
"Male lead-nya tiap diwawancara makin blunder, makin blunder. Damage has been done..." kata penggemar lainnya.
"Sebenernya bukan karena gak nnton doang sih. Perkataan pemain utama lelaki yang kesannya menganggap fans kdrama itu fanatik sekali terhadap korea padahal tdk semua seperti itu. Seharusnya beliau itu "mendekati" kami, karena mayoritas yg akan nonton pasti adalah kdrama lovers yg penasaran jika ini di remake oleh Indonesia. Jadi ini terkesan malah "menjauhi" kami hehe cmiiw yaa," kata yang lain.
"Maaf kami, FANS FANATIK. apalagi Kang Tae moo-ku jadi hideung," timpa lainnya.
"Cemas kau dekkk, padahal kami santai aja kan ga diundang ke premiere jg hahahh," kata penggemar.
"Sans aja bi kita kita ga bakal nonton juga," kata yang lain.
"Tenang aja kita ga bakal nonton, ga usah minta maaf gitu ah," kata lainnya.
Film A Business Proposal mengisahkan Sari (Ariel Tatum) yang memiliki kesulitan keuangan. Untuk mengatasi masalah tersebut, ia sepakat menggantikan sahabatnya yang bernama Yasmin dalam sebuah kencan buta.
Di sana, ia bertemu dengan seorang pria bernama Utama (Abidzar Al Ghifari). Ternyata pria yang ia temui dalam kencan buta tersebut merupakan seorang bos dan pemilik sebuah perusahaan ternama.
Film A Business Proposal ini naskahnya ditulis oleh Adhitya Mulya berdasarkan webtun karya Hae Hwa, dan digarap oleh Rako Prijanto.