A Business Proposal Sepi Penonton, Imbas Kena Cancel dari Fan?
CNN Indonesia
Jumat, 07 Feb 2025 16:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Permintaan maaf dari studio dan Abidzar Al-ghifari tak bisa berbuat banyak menyelamatkan A Business Proposal (2025) dari cancel penggemar konten Korea. (dok. Falcon Pictures via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia --
Permintaan maaf dan surat terbuka dari studio dan Abidzar Al-ghifari tampaknya tak bisa berbuat banyak dalam menyelamatkan film A Business Proposal (2025) dari cancel dan boikot penggemar konten Korea.
Angka penjualan perdana tiket film yang juga dibintangi Ariel Tatum dan diadaptasi dari kisah webtoon serta drama Korea tersebut dilaporkan sangat kecil untuk film sekelasnya.
Selain itu, pada hari pertama penayangan atau pada 6 Februari 2025, sejumlah netizen bercerita bahwa studio yang menayangkan film tersebut tak pernah terisi penuh.
Bahkan hingga hari pertama rampung, Falcon Pictures selaku studio juga tampak sepi dari promosi dan mengunggah ulang tiket yang dibeli penonton seperti yang biasa dilakukan studio-studio lainnya kala masa promosi film.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada hari kedua, atau pada Jumat 7 Februari 2025 sekitar pukul 14.00 dan 16.00 WIB, film tersebut bahkan sudah mengalami penurunan layar yang cukup drastis di sejumlah jaringan bioskop.
Pantauan jumlah penonton A Business Proposal (2025)di Blok M Square yang dikenal sebagai pusat penayangan film lokal. (Screenshot dari laman https://m.21cineplex.com/ )
Di jaringan bioskop XXI wilayah Jakarta pada Jumat (7/2) misalnya, film tersebut hanya ditayangkan di 17 lokasi dengan masing-masing 2-5 jadwal penayangan. Bahkan di sejumlah lokasi hanya ada satu jadwal tersedia.
Selain itu, saat diperiksa secara acak, kursi yang tersedia untuk film ini masih banyak yang kosong. Termasuk di Blok M Square yang dikenal sebagai pusat penayangan film lokal, penonton film ini tak sampai lima orang saat dicek pukul 14.07 WIB untuk jam penayangan 16.40 WIB dan 21.05 WIB.
Di jaringan bioskop XXI wilayah Jakarta pada Jumat (7/2), film A Business Proposal hanya ditayangkan di 17 lokasi dengan masing-masing 2-5 jadwal penayangan. (Screenshot dari laman https://m.21cineplex.com/ )
Kondisi yang lebih parah terjadi di jaringan bioskop Cinepolis kawasan Jakarta. Nyaris seluruh jadwal penayangan film A Business Proposal di berbagai lokasi bioskop Cinepolis masih tanpa penonton untuk seluruh jam tayang.
Pihak Falcon Pictures juga belum mengumumkan jumlah raihan hari pertama mereka di media sosial.
Meski begitu, masih ada peluang film A Business Proposal menampung penonton hingga akhir pekan pertama yang selesai pada Minggu (9/2). Selain itu, film ini juga masih berpeluang mendapatkan penonton dari jaringan bioskop di daerah luar Jabodetabek.
Nyaris seluruh jadwal penayangan film A Business Proposal di berbagai lokasi bioskop Cinepolis masih tanpa penonton untuk seluruh jam tayang. (Screenshot dari laman https://cinepolis.co.id)
Masih ada peluang film A Business Proposal menampung penonton hingga akhir pekan pertama yang selesai pada Minggu (9/2). (Screenshot dari laman https://cinepolis.co.id)
Namun bila kondisi penjualan tiket A Business Proposal tak membaik bahkan memburuk pada akhir pekan, bukan tidak mungkin film ini akan bisa menghilang dengan cepat dari layar pada pekan kedua penayangannya dan menjadi kerugian besar bagi Falcon Pictures.
Merespons situasi tersebut, Produser Falcon Pictures, Frederica, menyatakan bahwa pihaknya hanya akan tetap menjalani rencana yang sudah ditetapkan untuk film ini sebelumnya.
"Jalani saja. Kami jalani aja sih. Kan teman-teman pasti tahu yang terjadi, kita bisa baca semua di sosial media" kata Frederica saat ditemui CNNIndonesia.com di Jakarta Selatan, Jumat (7/2).
Situasi ini terjadi setelah berbagai penggemar konten Korea Selatan, terutama penggemar drama Korea A Business Proposal, menyerukan cancel atau boikot terhadap film tersebut akibat perilaku Abidzar yang menuai kontroversi.
Salah satunya adalah saat jumpa media, Abidzar mengaku hanya menyaksikan sebagian episode pertama dramanya dan kemudian memutuskan tak menyaksikan lebih lanjut karena ingin mengembangkan karakternya sendiri.
Padahal Abidzar memerankan versi Indonesia dari karakter pria utama cerita tersebut yang dalam versi drakor bernama Kang Tae-moo (Ahn Hyo-seop). Sementara lawan mainnya, Ariel Tatum, mengaku menyaksikan versi drama sebelum berakting sebagai karakter utama kisah itu.
Selain itu, Abidzar juga menjadi sasaran kritik lantaran dalam sebuah siniar menilai para penggemar tersebut "fanatik". Kata tersebut terbilang sensitif bagi penggemar hallyu karena dinilai sebagai stereotipe dan melecehkan.
Belum lagi Abidzar dalam sebuah siniar menyampaikan ia tidak peduli dengan protes dan kritikan yang datang mengenai dirinya, bahkan dengan gamblang menyatakan para pengkritik "enggak bakal diundang nanti di premier".
Tak lama, Falcon dan Abidzar menyampaikan pernyataan terbuka dan meminta maaf terkait kontroversi yang ada. Namun ternyata itu dinilai tak cukup tulus oleh para penggemar, mengingat Falcon membahas kontribusi jumlah kru di balik film tersebut.
"Kenapa penonton harus mikirin 20 Seniman & 100 kru kalo 1 orang aktornya ngga bisa mikirin mereka?" kata seorang penggemar.
"Ga dimaafkan. Aku fanatik soalnya. Aku boikot aja," kata yang lain.
"heol~sepertinya mereka takut film nya tidak ada yg menonton," kata yang lain.
"maless nonton, aktor lu BAD ATTITUDE," timpa yang lain.
"Male lead-nya tiap diwawancara makin blunder, makin blunder. Damage has been done..." kata penggemar lainnya.
"Sebenernya bukan karena gak nnton doang sih. Perkataan pemain utama lelaki yang kesannya menganggap fans kdrama itu fanatik sekali terhadap korea padahal tdk semua seperti itu. Seharusnya beliau itu "mendekati" kami, karena mayoritas yg akan nonton pasti adalah kdrama lovers yg penasaran jika ini di remake oleh Indonesia. Jadi ini terkesan malah "menjauhi" kami hehe cmiiw yaa," kata yang lain.
Permintaan maaf dan surat terbuka dari studio dan Abidzar Al-ghifari tampaknya tak bisa berbuat banyak dalam menyelamatkan film A Business Proposal (2025) dari cancel dan boikot penggemar konten Korea.
Angka penjualan perdana tiket film yang juga dibintangi Ariel Tatum dan diadaptasi dari kisah webtoon serta drama Korea tersebut dilaporkan sangat kecil untuk film sekelasnya.
Selain itu, pada hari pertama penayangan atau pada 6 Februari 2025, sejumlah netizen bercerita bahwa studio yang menayangkan film tersebut tak pernah terisi penuh.
Bahkan hingga hari pertama rampung, Falcon Pictures selaku studio juga tampak sepi dari promosi dan mengunggah ulang tiket yang dibeli penonton seperti yang biasa dilakukan studio-studio lainnya kala masa promosi film.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada hari kedua, atau pada Jumat 7 Februari 2025 sekitar pukul 14.00 dan 16.00 WIB, film tersebut bahkan sudah mengalami penurunan layar yang cukup drastis di sejumlah jaringan bioskop.
Pantauan jumlah penonton A Business Proposal (2025)di Blok M Square yang dikenal sebagai pusat penayangan film lokal. (Screenshot dari laman https://m.21cineplex.com/ )
Di jaringan bioskop XXI wilayah Jakarta pada Jumat (7/2) misalnya, film tersebut hanya ditayangkan di 17 lokasi dengan masing-masing 2-5 jadwal penayangan. Bahkan di sejumlah lokasi hanya ada satu jadwal tersedia.
Selain itu, saat diperiksa secara acak, kursi yang tersedia untuk film ini masih banyak yang kosong. Termasuk di Blok M Square yang dikenal sebagai pusat penayangan film lokal, penonton film ini tak sampai lima orang saat dicek pukul 14.07 WIB untuk jam penayangan 16.40 WIB dan 21.05 WIB.
Di jaringan bioskop XXI wilayah Jakarta pada Jumat (7/2), film A Business Proposal hanya ditayangkan di 17 lokasi dengan masing-masing 2-5 jadwal penayangan. (Screenshot dari laman https://m.21cineplex.com/ )
Kondisi yang lebih parah terjadi di jaringan bioskop Cinepolis kawasan Jakarta. Nyaris seluruh jadwal penayangan film A Business Proposal di berbagai lokasi bioskop Cinepolis masih tanpa penonton untuk seluruh jam tayang.
Pihak Falcon Pictures juga belum mengumumkan jumlah raihan hari pertama mereka di media sosial.
Meski begitu, masih ada peluang film A Business Proposal menampung penonton hingga akhir pekan pertama yang selesai pada Minggu (9/2). Selain itu, film ini juga masih berpeluang mendapatkan penonton dari jaringan bioskop di daerah luar Jabodetabek.
Nyaris seluruh jadwal penayangan film A Business Proposal di berbagai lokasi bioskop Cinepolis masih tanpa penonton untuk seluruh jam tayang. (Screenshot dari laman https://cinepolis.co.id)
Masih ada peluang film A Business Proposal menampung penonton hingga akhir pekan pertama yang selesai pada Minggu (9/2). (Screenshot dari laman https://cinepolis.co.id)
Namun bila kondisi penjualan tiket A Business Proposal tak membaik bahkan memburuk pada akhir pekan, bukan tidak mungkin film ini akan bisa menghilang dengan cepat dari layar pada pekan kedua penayangannya dan menjadi kerugian besar bagi Falcon Pictures.
Merespons situasi tersebut, Produser Falcon Pictures, Frederica, menyatakan bahwa pihaknya hanya akan tetap menjalani rencana yang sudah ditetapkan untuk film ini sebelumnya.
"Jalani saja. Kami jalani aja sih. Kan teman-teman pasti tahu yang terjadi, kita bisa baca semua di sosial media" kata Frederica saat ditemui CNNIndonesia.com di Jakarta Selatan, Jumat (7/2).
Situasi ini terjadi setelah berbagai penggemar konten Korea Selatan, terutama penggemar drama Korea A Business Proposal, menyerukan cancel atau boikot terhadap film tersebut akibat perilaku Abidzar yang menuai kontroversi.
Permintaan maaf dari studio dan Abidzar Al-ghifari tak bisa berbuat banyak menyelamatkan A Business Proposal (2025) dari cancel penggemar konten Korea. (dok. Falcon Pictures via YouTube)
Salah satunya adalah saat jumpa media, Abidzar mengaku hanya menyaksikan sebagian episode pertama dramanya dan kemudian memutuskan tak menyaksikan lebih lanjut karena ingin mengembangkan karakternya sendiri.
Padahal Abidzar memerankan versi Indonesia dari karakter pria utama cerita tersebut yang dalam versi drakor bernama Kang Tae-moo (Ahn Hyo-seop). Sementara lawan mainnya, Ariel Tatum, mengaku menyaksikan versi drama sebelum berakting sebagai karakter utama kisah itu.
Selain itu, Abidzar juga menjadi sasaran kritik lantaran dalam sebuah siniar menilai para penggemar tersebut "fanatik". Kata tersebut terbilang sensitif bagi penggemar hallyu karena dinilai sebagai stereotipe dan melecehkan.
Belum lagi Abidzar dalam sebuah siniar menyampaikan ia tidak peduli dengan protes dan kritikan yang datang mengenai dirinya, bahkan dengan gamblang menyatakan para pengkritik "enggak bakal diundang nanti di premier".
Tak lama, Falcon dan Abidzar menyampaikan pernyataan terbuka dan meminta maaf terkait kontroversi yang ada. Namun ternyata itu dinilai tak cukup tulus oleh para penggemar, mengingat Falcon membahas kontribusi jumlah kru di balik film tersebut.
"Kenapa penonton harus mikirin 20 Seniman & 100 kru kalo 1 orang aktornya ngga bisa mikirin mereka?" kata seorang penggemar.
"Ga dimaafkan. Aku fanatik soalnya. Aku boikot aja," kata yang lain.
"heol~sepertinya mereka takut film nya tidak ada yg menonton," kata yang lain.
"maless nonton, aktor lu BAD ATTITUDE," timpa yang lain.
"Male lead-nya tiap diwawancara makin blunder, makin blunder. Damage has been done..." kata penggemar lainnya.
"Sebenernya bukan karena gak nnton doang sih. Perkataan pemain utama lelaki yang kesannya menganggap fans kdrama itu fanatik sekali terhadap korea padahal tdk semua seperti itu. Seharusnya beliau itu "mendekati" kami, karena mayoritas yg akan nonton pasti adalah kdrama lovers yg penasaran jika ini di remake oleh Indonesia. Jadi ini terkesan malah "menjauhi" kami hehe cmiiw yaa," kata yang lain.