Diskusi Publik Kemenbud Ungkap Temuan Mutakhir Situs Gunung Padang
CNN Indonesia
Rabu, 12 Feb 2025 18:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah temuan teranyar terkait Situs Gunung Padang dipaparkan dalam Diskusi Publik yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan pada 11 Februari 2025 di Jakarta.
Diskusi publik tersebut diikuti oleh sekitar 250-an peserta yang terdiri dari berbagai elemen baik peneliti, akademisi, pemerintah, ikatan profesi, jurnalis, dan komunitas.
Diskusi ini mencoba memperlihatkan bagaimana nilai-nilai penting Gunung Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional mampu menjadi suatu stimulan upaya Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Cagar Budaya.
Diskusi ini juga bertujuan mempublikasikan nilai penting termutakhir berdasarkan penelitian terkini oleh para ahli di Gunung Padang.
Ada enam narasumber yang memaparkan hasil temuannya dalam acara ini, yakni arkeolog Junus Satrio Atmodjo, Dr Taqyuddin dari Departemen Geografi UI, ahli geologi gunung api Prof. Ris. Dr. Sutikno Bronto, ahli geologi gempa bumi BRIN Prof. Dr. Danny Hilman Natawidjaja, peneliti Balai Arkeologi Bandung Dr. Lutfi Yondri, dan arkeolog Dr. Ali Akbar.
Taqyuddin memaparkan nilai-nilai penting Gunung Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional dapat menjadi suatu stimulan dalam upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya.
Dengan demikian, kata Taqyuddin, Gunung Padang dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bukti kejayaan peradaban nusantara di masa lampau.
Prof. Ris. Dr. Sutikno Bronto kemudian menyampaikan kesimpulannya bahwa Gunung Padang adalah situs arkeologis dan geologis yang unik, tetapi rentan terhadap bencana alam, sehingga perlu perhatian khusus dalam pelestariannya.
Prof. Dr. Danny Hilman Natawidjaja menemukan bahwa semua lapisan batuan kolom di bagian atas bukit Gunung Padang disusun oleh manusia dan tidak ada yang alamiah.
Sementara Dr. Lutfi Yondri mengatakan perlu dilakukan penelitian berkelanjutan untuk mengungkapkan lebih banyak tentang situs ini, serta mengembangkan potensi pariwisata yang dapat mendukung ekonomi lokal dan melestarikan kebudayaan Indonesia.
Lanjut ke sebelah...
Sedangkan Dr. Ali Akbar memaparkan hasil uji laboratorium dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mendukung usia Situs Gunung Padang yang mencapai ribuan tahun.
Menurutnya, situs ini memiliki makna spiritual dan historis, yang mengarah pada kemungkinan bahwa Gunung Padang bukan hanya struktur alami tetapi juga dibentuk oleh manusia, sejalan dengan temuan Prof Danny.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan penelitian mendalam diharapkan dapat dilanjutkan untuk menggali lebih dalam informasi valid yang ada di situs tersebut. Ia tidak menutup kemungkinan hal ini dilakukan dengan melibatkan ahli dari luar negeri.
"Kita masih dalam tahap early stage, tahap awal penelitian, tentu kalau kita lakukan riset lebih lanjut terhadap Gunung Padang ini perlu adanya kolaborasi dengan banyak lembaga, pihak dan ahli-ahli diperlukan juga mengundang ahli dari luar untuk melakukan riset megalitik Gunung Padang," kata Fadli.
"Kalau saya sebagai orang awam sifat keingintahuannya sangat common sense yakni tempat itu apa, dan kapan dibuatnya. Sebenarnya ini yang kita ingin dengar dari 6 narasumber kita." lanjutnya.
Menteri Fadli juga menekankan pentingnya forum diskusi antar para ahli, pemerintah, dan pihak terkait untuk mencari solusi upaya penelitian lebih lanjut sekaligus pelestarian situs tersebut kepada para peserta yang terdiri dari sejumlah kementerian dan juga lembaga masyarakat.
Peserta diskusi berasal dari Kemenko PMK, Setditjen DPR RI, Kemenpar RI, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Perkumpulan Ahli Arkeologi (IAAI), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), hingga Komunitas Forum Masyarakat Peduli Gunung Padang dan sejumlah mahasiswa.
Situs Gunung Padang yang berada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebelumnya ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 023/M/2014.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah temuan teranyar terkait Situs Gunung Padang dipaparkan dalam Diskusi Publik yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan pada 11 Februari 2025 di Jakarta.
Diskusi publik tersebut diikuti oleh sekitar 250-an peserta yang terdiri dari berbagai elemen baik peneliti, akademisi, pemerintah, ikatan profesi, jurnalis, dan komunitas.
Diskusi ini mencoba memperlihatkan bagaimana nilai-nilai penting Gunung Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional mampu menjadi suatu stimulan upaya Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Cagar Budaya.
Diskusi ini juga bertujuan mempublikasikan nilai penting termutakhir berdasarkan penelitian terkini oleh para ahli di Gunung Padang.
Ada enam narasumber yang memaparkan hasil temuannya dalam acara ini, yakni arkeolog Junus Satrio Atmodjo, Dr Taqyuddin dari Departemen Geografi UI, ahli geologi gunung api Prof. Ris. Dr. Sutikno Bronto, ahli geologi gempa bumi BRIN Prof. Dr. Danny Hilman Natawidjaja, peneliti Balai Arkeologi Bandung Dr. Lutfi Yondri, dan arkeolog Dr. Ali Akbar.
Taqyuddin memaparkan nilai-nilai penting Gunung Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional dapat menjadi suatu stimulan dalam upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya.
Dengan demikian, kata Taqyuddin, Gunung Padang dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bukti kejayaan peradaban nusantara di masa lampau.
Prof. Ris. Dr. Sutikno Bronto kemudian menyampaikan kesimpulannya bahwa Gunung Padang adalah situs arkeologis dan geologis yang unik, tetapi rentan terhadap bencana alam, sehingga perlu perhatian khusus dalam pelestariannya.
Prof. Dr. Danny Hilman Natawidjaja menemukan bahwa semua lapisan batuan kolom di bagian atas bukit Gunung Padang disusun oleh manusia dan tidak ada yang alamiah.
Sementara Dr. Lutfi Yondri mengatakan perlu dilakukan penelitian berkelanjutan untuk mengungkapkan lebih banyak tentang situs ini, serta mengembangkan potensi pariwisata yang dapat mendukung ekonomi lokal dan melestarikan kebudayaan Indonesia.
Lanjut ke sebelah...
Fadli Zon: Riset Gunung Padang Perlu Banyak Kolaborasi
Sejumlah temuan teranyar terkait Situs Gunung Padang dipaparkan dalam Diskusi Publik yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan pada 11 Februari 2025 di Jakarta. (Arsip Kementerian Kebudayaan RI)
Sedangkan Dr. Ali Akbar memaparkan hasil uji laboratorium dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mendukung usia Situs Gunung Padang yang mencapai ribuan tahun.
Menurutnya, situs ini memiliki makna spiritual dan historis, yang mengarah pada kemungkinan bahwa Gunung Padang bukan hanya struktur alami tetapi juga dibentuk oleh manusia, sejalan dengan temuan Prof Danny.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan penelitian mendalam diharapkan dapat dilanjutkan untuk menggali lebih dalam informasi valid yang ada di situs tersebut. Ia tidak menutup kemungkinan hal ini dilakukan dengan melibatkan ahli dari luar negeri.
"Kita masih dalam tahap early stage, tahap awal penelitian, tentu kalau kita lakukan riset lebih lanjut terhadap Gunung Padang ini perlu adanya kolaborasi dengan banyak lembaga, pihak dan ahli-ahli diperlukan juga mengundang ahli dari luar untuk melakukan riset megalitik Gunung Padang," kata Fadli.
"Kalau saya sebagai orang awam sifat keingintahuannya sangat common sense yakni tempat itu apa, dan kapan dibuatnya. Sebenarnya ini yang kita ingin dengar dari 6 narasumber kita." lanjutnya.
Menteri Fadli juga menekankan pentingnya forum diskusi antar para ahli, pemerintah, dan pihak terkait untuk mencari solusi upaya penelitian lebih lanjut sekaligus pelestarian situs tersebut kepada para peserta yang terdiri dari sejumlah kementerian dan juga lembaga masyarakat.
Peserta diskusi berasal dari Kemenko PMK, Setditjen DPR RI, Kemenpar RI, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Perkumpulan Ahli Arkeologi (IAAI), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), hingga Komunitas Forum Masyarakat Peduli Gunung Padang dan sejumlah mahasiswa.
Situs Gunung Padang yang berada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebelumnya ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 023/M/2014.