Pemilik Bioskop Mau Punya Suara di Oscar: Kami Tonton Semua Film
CNN Indonesia
Senin, 02 Jun 2025 09:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pemilik bioskop ingin lebih banyak dari mereka gabung member the Academy hingga memiliki suara untuk nominasi Piala Oscar. (AFP/Robyn Beck)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemilik bioskop buka suara menyatakan keinginan supaya lebih banyak dari mereka bergabung Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) hingga memiliki suara (vote) untuk nominasi Piala Oscar tiap tahunnya.
Keinginan itu disuarakan menyusul peraturan baru AMPAS bahwa semua pemilik suara wajib menonton semua film yang dikirimkan kepada Academy, termasuk semua yang menjadi nominee Oscar, sebelum memberikan penilaian.
"Oscar memiliki persyaratan baru bagi para pemilih untuk menonton semua film, bukan? Jadi kenapa kalian tidak memasukkan kelompok yang kalian tahu pasti menonton semuanya?" kata seorang pemilik bioskop anonim seperti diberitakan Variety, Jumat (30/5).
"Kami [pemilik bioskop] menonton semuanya... Itu sudah jelas."
Tidak seperti serikat atau asosiasi pada umumnya, keanggotaan Academy tidak terbuka untuk aplikasi pendaftaran.
Keanggotaan hanya berdasarkan undangan, dengan sebagian besar kandidat diharuskan mendapatkan sponsor dari dua anggota yang ada di cabang yang ingin mereka ikuti. Keputusan akhir berada di tangan Dewan Gubernur Academy.
Pengecualian termasuk nominee Oscar, yang secara otomatis dipertimbangkan untuk menjadi anggota tanpa memerlukan sponsor.
AMPAS juga pada akhir Juni 2025 diperkirakan untuk memberikan undangan kepada kelompok anggota baru yang memenuhi kualifikasi profesional untuk bergabung dengan klub paling bergengsi di Hollywood itu.
Secara historis, keanggotaan Academy condong ke arah profesional kreatif, termasuk sutradara, penulis, aktor, produser, dan perajin, serta eksekutif dan teknisi studio.
Sementara segelintir peserta pameran sudah menjadi anggota organisasi, banyak di komunitas pameran teater berpendapat bahwa perspektif unik mereka kurang terwakili, terutama pada saat Academy menggandakan pentingnya rilis teater.
Bukan hal aneh bagi kelompok profesional di Hollywood untuk melobi demi pengakuan atau penyertaan yang lebih besar di Academy.
Kampanye puluhan tahun untuk mengakui profesional di bidang casting dan pemeran pengganti akhirnya membuat kemajuan penting, kategori Oscar baru untuk casting akan memulai debutnya pada 2026, diikuti kategori pemeran pengganti pada 2028.
Tonggak sejarah ini mengikuti advokasi selama bertahun-tahun, petisi anggota, dan musyawarah internal di antara para gubernur Academy.
Academy saat ini dari 19 cabang, masing-masing mewakili klasifikasi ilmu tertentu dalam industri ini, Production and Technology Branch jadi salah satu yang terbaru pada 2023, dan pemisahan film animasi dan film pendek pada 2024.
Komite dalam setiap cabang saat ini sedang bertemu untuk memutuskan rekomendasi keanggotaan pada 2025 - kelas yang akan membantu membentuk masa depan Academy menjelang perayaan 100 tahun pada 2028.
Lanjut ke sebelah...
Saat ini, hanya lima pebisnis bioskop dari 11.000 anggota Academy, salah satunya adalah CEO IMAX Corporation Richard Gelfond.
Ada pula Tim League, pendiri Alamo Drafthouse Cinema (Cabang Eksekutif); Greg Laemmle, CEO Laemmle Theaters (Cabang Asosiasi); dan David dan Patricia Keighley, yang keduanya memegang peran eksekutif di IMAX dan termasuk dalam Production and Technology Branch.
Namun, mereka berlima bukan hanya berperan penting dalam industri bioskop. League, misalnya, adalah salah satu pendiri perusahaan distribusi indie Neon, studio di balik film-film pemenang Oscar, seperti Parasite dan Anora.
Di AS, perusahaan bioskop besar meliputi AMC Theatres, yang dipimpin Adam Aron; Cinemark, yang dipimpin Sean Gamble; dan Regal Cinemas, di bawah kepemimpinan Edward Acuna.
Secara global, para pemimpin industri meliputi Alejandro Ramirez Magaña dari Cinépolis di Meksiko dan Pavan Jain dari PVR INOX di India, keduanya mengawasi ribuan layar di berbagai wilayah.
Di sisi lain, bioskop independen - banyak di antaranya memainkan peran penting dalam platform film indie dan khusus yang sering menjadi pesaing penghargaan. Mereka pun bertanya-tanya apakah pintu akan terbuka bagi mereka juga.
Beberapa di antaranya adalah Doreen Sayegh, pemilik Cranford Theater yang berusia hampir 100 tahun di New Jersey, kemudian The Moviehouse di Millerton, New York, sebuah lembaga budaya lama di wilayah Hudson Valley, yang didirikan pada 1978 dan saat ini dimiliki David Maltby dan Chelsea Altman.
Sementara itu, belum ada komentar resmi dari Academy terkait keinginan pihak pemilik bioskop.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemilik bioskop buka suara menyatakan keinginan supaya lebih banyak dari mereka bergabung Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) hingga memiliki suara (vote) untuk nominasi Piala Oscar tiap tahunnya.
Keinginan itu disuarakan menyusul peraturan baru AMPAS bahwa semua pemilik suara wajib menonton semua film yang dikirimkan kepada Academy, termasuk semua yang menjadi nominee Oscar, sebelum memberikan penilaian.
"Oscar memiliki persyaratan baru bagi para pemilih untuk menonton semua film, bukan? Jadi kenapa kalian tidak memasukkan kelompok yang kalian tahu pasti menonton semuanya?" kata seorang pemilik bioskop anonim seperti diberitakan Variety, Jumat (30/5).
"Kami [pemilik bioskop] menonton semuanya... Itu sudah jelas."
Tidak seperti serikat atau asosiasi pada umumnya, keanggotaan Academy tidak terbuka untuk aplikasi pendaftaran.
Keanggotaan hanya berdasarkan undangan, dengan sebagian besar kandidat diharuskan mendapatkan sponsor dari dua anggota yang ada di cabang yang ingin mereka ikuti. Keputusan akhir berada di tangan Dewan Gubernur Academy.
Pengecualian termasuk nominee Oscar, yang secara otomatis dipertimbangkan untuk menjadi anggota tanpa memerlukan sponsor.
AMPAS juga pada akhir Juni 2025 diperkirakan untuk memberikan undangan kepada kelompok anggota baru yang memenuhi kualifikasi profesional untuk bergabung dengan klub paling bergengsi di Hollywood itu.
Secara historis, keanggotaan Academy condong ke arah profesional kreatif, termasuk sutradara, penulis, aktor, produser, dan perajin, serta eksekutif dan teknisi studio.
Sementara segelintir peserta pameran sudah menjadi anggota organisasi, banyak di komunitas pameran teater berpendapat bahwa perspektif unik mereka kurang terwakili, terutama pada saat Academy menggandakan pentingnya rilis teater.
Bukan hal aneh bagi kelompok profesional di Hollywood untuk melobi demi pengakuan atau penyertaan yang lebih besar di Academy.
Kampanye puluhan tahun untuk mengakui profesional di bidang casting dan pemeran pengganti akhirnya membuat kemajuan penting, kategori Oscar baru untuk casting akan memulai debutnya pada 2026, diikuti kategori pemeran pengganti pada 2028.
Tonggak sejarah ini mengikuti advokasi selama bertahun-tahun, petisi anggota, dan musyawarah internal di antara para gubernur Academy.
Academy saat ini dari 19 cabang, masing-masing mewakili klasifikasi ilmu tertentu dalam industri ini, Production and Technology Branch jadi salah satu yang terbaru pada 2023, dan pemisahan film animasi dan film pendek pada 2024.
Komite dalam setiap cabang saat ini sedang bertemu untuk memutuskan rekomendasi keanggotaan pada 2025 - kelas yang akan membantu membentuk masa depan Academy menjelang perayaan 100 tahun pada 2028.
Lanjut ke sebelah...
Pebisnis Bioskop Besar dan Independen di AS
Ilustrasi bioskop. Pemilik bioskop ingin lebih banyak dari mereka gabung member the Academy hingga memiliki suara untuk nominasi Piala Oscar. (Istockphoto/dolgachov)
Saat ini, hanya lima pebisnis bioskop dari 11.000 anggota Academy, salah satunya adalah CEO IMAX Corporation Richard Gelfond.
Ada pula Tim League, pendiri Alamo Drafthouse Cinema (Cabang Eksekutif); Greg Laemmle, CEO Laemmle Theaters (Cabang Asosiasi); dan David dan Patricia Keighley, yang keduanya memegang peran eksekutif di IMAX dan termasuk dalam Production and Technology Branch.
Namun, mereka berlima bukan hanya berperan penting dalam industri bioskop. League, misalnya, adalah salah satu pendiri perusahaan distribusi indie Neon, studio di balik film-film pemenang Oscar, seperti Parasite dan Anora.
Di AS, perusahaan bioskop besar meliputi AMC Theatres, yang dipimpin Adam Aron; Cinemark, yang dipimpin Sean Gamble; dan Regal Cinemas, di bawah kepemimpinan Edward Acuna.
Secara global, para pemimpin industri meliputi Alejandro Ramirez Magaña dari Cinépolis di Meksiko dan Pavan Jain dari PVR INOX di India, keduanya mengawasi ribuan layar di berbagai wilayah.
Di sisi lain, bioskop independen - banyak di antaranya memainkan peran penting dalam platform film indie dan khusus yang sering menjadi pesaing penghargaan. Mereka pun bertanya-tanya apakah pintu akan terbuka bagi mereka juga.
Beberapa di antaranya adalah Doreen Sayegh, pemilik Cranford Theater yang berusia hampir 100 tahun di New Jersey, kemudian The Moviehouse di Millerton, New York, sebuah lembaga budaya lama di wilayah Hudson Valley, yang didirikan pada 1978 dan saat ini dimiliki David Maltby dan Chelsea Altman.
Sementara itu, belum ada komentar resmi dari Academy terkait keinginan pihak pemilik bioskop.