icon-close
Pengunjung melihat karya seni dalam pameran Staging Desire di Galeri Salihara, Jakarta. Sabtu, 28 Juni 2025. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pameran yang digelar oleh Komunitas Salihara tersebut mempertemukan dua seniman dengan pendekatan yang berbeda, yaitu Imam Sucahyo dan Nindityo Adipurnomo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pameran yang berlangsung pada 14 Juni hingga 27 Juli 2025 di Galeri Salihara, itu mempertemukan dua seniman dengan praktik material yang menjadi arena negosiasi antara kehendak pribadi dan ekspektasi eksternal. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bermula saat Nindityo pertama kali melihat wayang karton potongan tangan Imam Sucahyo di Tuban, Jawa Timur. Nindityo terkesima oleh bentuk dan ekspresi yang lahir dari benda-benda sederhana seperti kardus bekas. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pertemuan itu memicu percakapan selama setahun tentang identitas dan bagaimana hasrat membentuk praktik kreatif, yang menjadi landasan pameran. Mengajak pengunjung untuk meninjau ulang cara memandang simbol budaya dan mempertanyakan relevansinya dalam lanskap sosial masa kini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Meskipun material dan bentuk mereka berbeda, di mana karya Nindityo yang terstruktur dan terampil kontras dengan ekspresi mentah Imam, tapi karya mereka bersinggungan dalam kepedulian lingkungan, budaya, dan simbolik yang sama. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Staging Desire dirancang menyerupai pertunjukan. Pengunjung diajak memasuki ruang galeri melalui lorong yang dibentuk seperti area panggung belakang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
icon-chevron-left
icon-chevron-right