Sinopsis Hotel Sakura, Teror Horor dari Setan Jepang
CNN Indonesia
Kamis, 10 Jul 2025 14:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Hotel Sakura mengangkat kisah horor yang dibalut dengan teror psikologis bergaya film horor Jepang era dekade '90-an. (dok. HERS Production/Kakatua Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hotel Sakura adalah film horor terbaru yang digarap oleh Krishto D Alam dan Rudy Soedjarwo. Film ini dibintangi oleh Clara Bernadeth, Taskya Namya, dan Shindy Huang.
Hotel Sakura mengangkat kisah horor yang dibalut dengan teror psikologis bergaya film horor Jepang era dekade '90-an. Gaya film tersebut juga kental dari kisah dan teror yang akan muncul dalam film ini.
Agustus 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak dibom atom. Kejadian itu membuat seluruh pasukan Dai Nippon di berbagai daerah jajahan, termasuk Indonesia, mengibarkan bendera putih.
Namun seorang jenderal di sebuah daerah di Indonesia menolak untuk menyerah. Baginya, Hiroshima dan Nagasaki boleh menjadi debu, tapi pamali baginya untuk menyerah.
Ia bahkan tega membantai prajurit dan keluarganya yang menyatakan menyerah setelah kejadian tersebut. Salah satu korbannya adalah seorang perempuan Jepang bernama Setsuko yang dibantai pada malam itu di sebuah bangunan gaya kolonial.
Puluhan tahun kemudian, pada masa kini. Sarah masih suka termenung saat terbangun dari tidurnya. Ia masih kerap mimpi buruk dan merasa hampa setelah kematian ibunya semasa ia duduk di bangku SMP.
Sarah hanya rindu kepada perempuan paruh baya yang dulu membantu keuangan keluarga dengan berjualan di kantin sekolahnya itu. Akibatnya, Sarah menjadi pribadi yang tertutup dari sekelilingnya.
Hanya Nida, sahabatnya, yang menjadi tempat Sarah bertukar cerita. Nida yang bekerja di sebuah kafe kerap menemani Sarah ke mana pun bila perempuan ingin pergi, berusaha mengobati rasa rindunya kepada sang ibunda.
Suatu kali, materi kuliah Antropologi yang diikuti Sarah pagi itu berkaitan dengan supranatural. Sarah baru mengetahui bahwa masyarakat Jepang yang tak religius pun percaya akan hal gaib.
Bahkan, ada keyakinan bahwa sebuah lokasi bisa menjadi tempat di mana roh halus dari orang-orang yang sudah mati berada, atau bernama Yomi no Kuni. Entah mengapa, Sarah jadi tertarik.
Lanjut ke sebelah...
Tiba-tiba, seorang teman kelasnya yang bernama Aldo mengatakan kepadanya bahwa ia meyakini Yomi no Kuni ada di Indonesia. Tanpa Sarah duga, Aldo menyerahkan alamat tersebut yang berada di kota tetangga. Aldo menyebut ia berhasil menemui mendiang adiknya di situ.
Sarah pun mengajak Nida untuk pergi ke lokasi yang kini disebut Hotel Sakura itu. Nida semula menolak, tapi Sarah yang merajuk membuatnya luluh. Nida akhirnya mau menemui Sarah ke lokasi tersebut untuk berusaha bertemu dengan arwah ibunya.
Namun Nida mengatakan bahwa usaha mereka kali itu adalah untuk terakhir kalinya karena ia mulai gerah dengan Sarah yang tak jua ikhlas melepas rasa bersalah atas ibunya itu. Sarah pun mengangguk setuju.
Hanya saja, mereka tak menduga perjalanan pertama kali ke Hotel Sakura itu akan mengubah banyak hal.
Hotel Sakura merupakan film horor yang ditulis oleh Upi Avianto dan Ian Adiwibowo. Selain dari film-film horor Jepang dekade '90-an, Hotel Sakura juga terinspirasi dari kejadian nyata yang terjadi di lokasi syuting film ini.
"Sampai sekarang hotel itu masih aktif. Namanya juga berganti-ganti sesuai sama zamannya. Dan kami pakai nama yang asli," kata Krishto Damar Alam selaku sutradara kala berbincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
"Dan karakter-karakter yang ada di dalamnya, maksud saya setannya, itu semua berdasarkan dari, terinspirasi dari riset kami melalui paranormal di hotel itu. Jadi, semua bentuk-bentuk yang ada itu riil," lanjutnya.
Hotel Sakura dibintangi oleh Clara Bernadeth, Taskya Namya, Randy Martin, Shindy Huang, Donny Damara, Tio Pakusadewo, Landung Simatupang, Nungki Kusumastuti, Whani Darmawan, dan Rukman Rosadi.
Hotel Sakura untuk penonton 13+ tahun ke atas, tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Juli 2025.
Hotel Sakura adalah film horor terbaru yang digarap oleh Krishto D Alam dan Rudy Soedjarwo. Film ini dibintangi oleh Clara Bernadeth, Taskya Namya, dan Shindy Huang.
Hotel Sakura mengangkat kisah horor yang dibalut dengan teror psikologis bergaya film horor Jepang era dekade '90-an. Gaya film tersebut juga kental dari kisah dan teror yang akan muncul dalam film ini.
Agustus 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak dibom atom. Kejadian itu membuat seluruh pasukan Dai Nippon di berbagai daerah jajahan, termasuk Indonesia, mengibarkan bendera putih.
Namun seorang jenderal di sebuah daerah di Indonesia menolak untuk menyerah. Baginya, Hiroshima dan Nagasaki boleh menjadi debu, tapi pamali baginya untuk menyerah.
Ia bahkan tega membantai prajurit dan keluarganya yang menyatakan menyerah setelah kejadian tersebut. Salah satu korbannya adalah seorang perempuan Jepang bernama Setsuko yang dibantai pada malam itu di sebuah bangunan gaya kolonial.
Puluhan tahun kemudian, pada masa kini. Sarah masih suka termenung saat terbangun dari tidurnya. Ia masih kerap mimpi buruk dan merasa hampa setelah kematian ibunya semasa ia duduk di bangku SMP.
Sarah hanya rindu kepada perempuan paruh baya yang dulu membantu keuangan keluarga dengan berjualan di kantin sekolahnya itu. Akibatnya, Sarah menjadi pribadi yang tertutup dari sekelilingnya.
Hanya Nida, sahabatnya, yang menjadi tempat Sarah bertukar cerita. Nida yang bekerja di sebuah kafe kerap menemani Sarah ke mana pun bila perempuan ingin pergi, berusaha mengobati rasa rindunya kepada sang ibunda.
Suatu kali, materi kuliah Antropologi yang diikuti Sarah pagi itu berkaitan dengan supranatural. Sarah baru mengetahui bahwa masyarakat Jepang yang tak religius pun percaya akan hal gaib.
Bahkan, ada keyakinan bahwa sebuah lokasi bisa menjadi tempat di mana roh halus dari orang-orang yang sudah mati berada, atau bernama Yomi no Kuni. Entah mengapa, Sarah jadi tertarik.
Lanjut ke sebelah...
Dari Kisah Nyata?
Hotel Sakura mengangkat kisah horor yang dibalut dengan teror psikologis bergaya film horor Jepang era dekade '90-an. (dok. HERS Production/Kakatua Pictures)
Tiba-tiba, seorang teman kelasnya yang bernama Aldo mengatakan kepadanya bahwa ia meyakini Yomi no Kuni ada di Indonesia. Tanpa Sarah duga, Aldo menyerahkan alamat tersebut yang berada di kota tetangga. Aldo menyebut ia berhasil menemui mendiang adiknya di situ.
Sarah pun mengajak Nida untuk pergi ke lokasi yang kini disebut Hotel Sakura itu. Nida semula menolak, tapi Sarah yang merajuk membuatnya luluh. Nida akhirnya mau menemui Sarah ke lokasi tersebut untuk berusaha bertemu dengan arwah ibunya.
Namun Nida mengatakan bahwa usaha mereka kali itu adalah untuk terakhir kalinya karena ia mulai gerah dengan Sarah yang tak jua ikhlas melepas rasa bersalah atas ibunya itu. Sarah pun mengangguk setuju.
Hanya saja, mereka tak menduga perjalanan pertama kali ke Hotel Sakura itu akan mengubah banyak hal.
Hotel Sakura merupakan film horor yang ditulis oleh Upi Avianto dan Ian Adiwibowo. Selain dari film-film horor Jepang dekade '90-an, Hotel Sakura juga terinspirasi dari kejadian nyata yang terjadi di lokasi syuting film ini.
"Sampai sekarang hotel itu masih aktif. Namanya juga berganti-ganti sesuai sama zamannya. Dan kami pakai nama yang asli," kata Krishto Damar Alam selaku sutradara kala berbincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
"Dan karakter-karakter yang ada di dalamnya, maksud saya setannya, itu semua berdasarkan dari, terinspirasi dari riset kami melalui paranormal di hotel itu. Jadi, semua bentuk-bentuk yang ada itu riil," lanjutnya.
Hotel Sakura dibintangi oleh Clara Bernadeth, Taskya Namya, Randy Martin, Shindy Huang, Donny Damara, Tio Pakusadewo, Landung Simatupang, Nungki Kusumastuti, Whani Darmawan, dan Rukman Rosadi.
Hotel Sakura untuk penonton 13+ tahun ke atas, tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Juli 2025.