Kak Seto Buka Suara soal Tuduhan Abaikan Aduan Aurelie Moeremans

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 16:00 WIB
Seto Mulyadi atau yang dikenal sebagai Kak Seto buka suara setelah muncul tudingan mengabaikan aduan Aurelie Moeremans pada 2010. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seto Mulyadi atau yang dikenal sebagai Kak Seto buka suara setelah namanya jadi perbincangan publik belakangan ini. Namanya mencuat setelah Aurelie Moeremans merilis digital buku Broken Strings.

Dalam buku yang menceritakan kisah grooming dan kekerasan yang dialami Aurelie itu, muncul tudingan dirinya mengabaikan aduan yang pernah disampaikan sang artis pada 2010.

"Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru," kata Kak Seto di media sosialnya, seperti diberitakan detikcom, Kamis (15/1).

"Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya."

Sebelum memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans viral di awal 2026, cerita masa lalu Aurelie sempat mencuat ke lembaga perlindungan anak lebih dari 10 tahun lalu.

[Gambas:Video CNN]

Berdasarkan sejumlah laporan yang kembali ramai dibahas publik, ayah Aurelie, Jean Marc Moeremans, pernah mengajukan laporan ke Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) yang kala itu dipimpin Seto Mulyadi.

Jean Marc Moeremans melaporkan seorang pria yang diduga terlibat dalam permasalahan seperti yang diangkat Aurelie dalam bukunya. Namun, laporan tersebut tidak berlanjut ke tindakan yang diharapkan.

Kecam child grooming

Dalam unggahan yang lain, Seto Mulyadi menyatakan praktik masa lalu menjadi bahan refleksi sekaligus proses pembelajaran berkelanjutan dalam memperkuat perlindungan anak di masa mendatang.

Ia pun memastikan dirinya mengecam segala bentuk grooming terhadap anak. Ia turut mengapresiasi keberanian orang-orang dalam menyuarakan pengalaman masa lalunya.

"Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming," tulis Seto Mulyadi di Instagram Story, Rabu (14/1).

"Anak tidak pernah berada dalam posisi setara untuk diminta pertanggungjawaban atas relasi yang dibangun melalui tekanan, bujuk rayu, atau ketimpangan kuasa."

"Kami menghormati keberanian siapa pun yang memilih untuk bersuara atas pengalaman masa lalunya, dan memandang suara tersebut sebagai pengingat penting agar sistem perlindungan anak terus diperbaiki, diperkuat, dan semakin berpihak pada kepentingan terbaik anak," ia menegaskan.

CNN Indonesia telah meminta izin untuk mengutip unggahan tersebut.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK