Matt Damon Klaim Film dari Layanan Streaming Memang Dibuat Beda

CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2026 03:30 WIB
Matt Damon mengungkapkan adanya perubahan cara pembuatan film dalam layanan streaming. (dok. Netflix via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Matt Damon mengungkapkan adanya perubahan cara pembuatan film dalam layanan streaming. Salah satunya adalah soal pengulangan alur cerita dalam dialog.

Dalam siniar Joe Rogan Experience untuk promosi film Netflix terbaru Matt Damon bersama Ben Affleck, The Rip, Damon bilang Netflix meminta pengulangan karena perilaku penonton yang main ponsel saat menonton.

Damon menjelaskan tingkat perhatian penonton di rumah sangat berbeda dibandingkan saat berada di bioskop. Hal ini memicu kebijakan baru dari penyedia layanan streaming untuk memastikan penonton tetap memahami jalan cerita meski konsentrasi terpecah.

Diberitakan Variety pada Sabtu (17/1), selain pengulangan dialog, kata Damon, strategi produksi film aksi pun turut bergeser.

Jika secara tradisional adegan klimaks dengan anggaran terbesar ditempatkan di akhir film, kini pihak studio menuntut aksi besar dilakukan di lima menit pertama untuk menjaga retensi penonton agar tidak beralih ke konten lain.

"Cara standar membuat film aksi yang kami pelajari adalah, biasanya ada tiga adegan besar. Satu di babak pertama, satu di babak kedua, satu di babak ketiga. Anda menghabiskan sebagian besar uang Anda untuk adegan di babak ketiga. Itu adalah adegan puncaknya," kata Matt Damon.

"Dan sekarang mereka seperti, 'Bisakah kita membuat adegan besar di lima menit pertama? Kami ingin orang-orang tetap menonton. Dan tidak akan buruk jika Anda mengulang plot tiga atau empat kali dalam dialog karena orang-orang menggunakan ponsel mereka saat menonton,'" tambahnya.

Tujuan layanan streaming itu ingin film langsung menarik sejak awal dan ceritanya dibuat jelas karena penonton streaming sering tidak fokus dan mudah pindah tontonan.

Senada dengan Damon, Ben Affleck menyoroti bahwa formula tersebut bukanlah satu-satunya tolok ukur kesuksesan sebuah karya.

Affleck memberikan contoh melalui serial terbatas Netflix bertajuk Adolescence yang justru meraih kesuksesan tanpa mengikuti tren narasi yang repetitif.

Ben Affleck optimis bahwa audiens masih mampu mengapresiasi karya berkualitas tinggi tanpa perlu mengikuti trik-trik Netflix untuk menyenangkan penonton.

"Tapi kemudian kau melihat Adolescence, dan film itu tidak melakukan hal-hal seperti itu (trik-trik Netflix)," kata Affleck. "Dan film itu sangat bagus. Dan juga gelap. Tragis dan intens."

The Rip merupakan film yang diproduksi oleh Artists Equity, studio milik Matt Damon dan Ben Affleck. Film ini dibeli oleh Netflix hak distribusinya untuk ditayangkan sebagai konten original mereka.

Film ini mengikuti tim polisi narkotika Miami-Dade yang dipimpin oleh Letnan Dane Dumars (Matt Damon) dan Sersan J.D. Byrne (Ben Affleck).

Saat melakukan penggerebekan di sebuah rumah persembunyian milik kartel, mereka menemukan uang tunai jutaan dolar yang kemudian memicu konflik internal dan pengkhianatan.

The Rip tayang 16 Januari di Netflix.

(gis/end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK