Hide Ads

Ada Bad Bunny dan Green Day di Super Bowl 2026, Trump Pilih Absen

CNN Indonesia
Rabu, 28 Jan 2026 17:00 WIB
Trump mengonfirmasi tidak akan nonton Super Bowl 2026 (8/2) di Levi's Stadium dengan alasan stadion kejauhan.
Trump mengonfirmasi tidak akan nonton Super Bowl 2026 (8/2) di Levi's Stadium dengan alasan stadion kejauhan. (Getty Images via AFP/Kevin Dietsch)
Jakarta, CNN Indonesia --

Donald Trump mengonfirmasi tidak akan menonton pertandingan Super Bowl 2026 yang akan digelar (8/2) di Levi's Stadium, Santa Clara, California.

Dalam wawancara dengan New York Post, Presiden Amerika tersebut, mengklaim lokasi stadion tempat Super Bowl diselenggarakan itu menjadi faktor utama ketidakhadirannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tempatnya terlalu jauh," ujar Trump seperti diberitakan Entertainment Weekly pada Sabtu (24/1).

"Sebenarnya saya mau. Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Super Bowl. Mereka menyukai saya. Saya akan datang jika jaraknya sedikit lebih dekat."

Pernyataan absennya Trump menandai perubahan sikap politikus Partai Republik itu setelah tahun lalu ia tercatat sebagai presiden pertama yang aktif menghadiri pertandingan besar tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Meski mengklaim tak akan datang karena alasan jarak, Trump turut mengkritik NFL karena memilih Bad Bunny untuk mengisi halftime dan Green Day untuk membuka pertandingan. Ia menilai kedua musisi tersebut penebar kebencian.

"Saya ogah sama mereka," tegas Trump. "Menurut saya ini adalah pilihan yang buruk. Yang dilakukan hanya menebar kebencian. Sangat buruk," tambahnya.

Kritik Trump terhadap Bad Bunny bukan hal baru. Sejak Oktober 2025, Presiden AS itu telah mempertanyakan keputusan NFL memilih musisi asal Puerto Riko tersebut.

"Saya belum pernah mendengar namanya... saya tidak tahu siapa dia," kata Trump tahun lalu.

"Saya tidak tahu mengapa mereka melakukannya. Ini gila," ujarnya.

Bad Bunny merupakan musisi yang vokal dalam menyuarakan isu imigrasi, termasuk menggunakan audio kecerdasan buatan (AI) yang meniru suara Trump untuk menyampaikan pesan pro-imigran dalam video musiknya, "NuevaYol."

Musik video tersebut berisi pidato satir permintaan maaf Trump. Bagian yang paling kontroversial dan memicu kemarahan Donald Trump adalah penggunaan teknologi audio (suara tiruan) yang menyerupai suara Trump.

Dalam video tersebut, sosok Trump palsu memberikan pidato yang sangat tidak mungkin ia ucapkan di dunia nyata

Bad Bunny sebelumnya juga sempat mengungkapkan kekhawatiran terkait kebijakan imigrasi di bawah pemerintahan Trump.

Ia bahkan menghindari tur di daratan Amerika Serikat karena khawatir penggemarnya akan menjadi target operasi ICE (Immigration and Customs Enforcement).

"Ada banyak alasan mengapa saya tidak tampil di AS, dan tidak satu pun didasari kebencian, saya sudah sering tampil di sana," katanya pada September 2025.

"Namun ada masalah, seperti, ICE bisa saja berada di luar [lokasi konser saya]. Dan itu adalah hal yang kami bicarakan serta sangat kami khawatirkan," tambahnya.

Kekhawatiran tersebut terbukti setelah pekan ini Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, mengonfirmasi pengerahan personel ICE secara besar-besaran di lokasi Super Bowl.

"Kami akan berada di seluruh tempat itu. Kami akan menegakkan hukum," ujar Noem.

Green Day juga dikenal sebagai salah satu band legendaris yang memiliki rekam jejak dalam menentang Trump dan agenda MAGA atau Make America Great Again.

Agenda tersebut ditentang banyak masyarakat Amerika karena dinilai memperkuat diskriminasi dan polarisasi sosial, melemahkan kerja sama internasional, serta berpotensi merugikan sebagian kelompok ekonomi.

Vokalis Billie Joe Armstrong kerap mengubah lirik lagu hit mereka, American Idiot, untuk menyindir pendukung Trump. Bahkan ia pernah memamerkan topeng Trump bertuliskan IDIOT saat konser di Washington, D.C. pada 2024.

Hingga saat ini, pihak NFL belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan absennya Donald Trump.

(gis/chri)