Sinopsis Mercy, Ketika Keadilan Ditangani Teknologi AI
Mercy hadir sebagai film thriller terbaru yang mempertemukan Chris Pratt dengan aktris berbakat Rebecca Ferguson. Film tersebut mengeksplorasi sisi gelap kecanggihan teknologi.
Mercy mengisahkan situasi ketika teknologi kecerdasan AI menjadi hakim untuk mengeksekusi seseorang yang dituduh melakukan kejahatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sinopsis Mercy.
Mercy mengambil latar masa depan pada 2029 yang menggambarkan sistem hukum telah mengalami perubahan. Kisah ini berfokus pada Chris Raven (Chris Pratt), detektif Kepolisian Los Angeles (LAPD).
Suatu ketika hidup Chris berubah drastis dalam semalam. Ia terbangun dalam kondisi terikat di kursi eksekusi, mendapati dirinya dituduh membunuh istrinya sendiri secara misterius.
Tanpa proses hukum atau pembelaan pengacara, Chris langsung dihadapkan pada pengadilan Mercy Capital Court.
Mercy Capital Court tersebut dalam wujud Judge Maddox (Rebecca Ferguson), sistem AI super canggih yang dirancang untuk menjatuhkan vonis tanpa kompromi.
Di bawah sistem Mercy Program, Raven harus menyelidiki kasusnya sendiri dengan mengakses data digital dan kamera di seluruh kota.
Namun, perjuangannya semakin berat karena reputasinya sebagai pecandu alkohol dan sikap temperamentalnya justru memperkuat tuduhan tersebut.
Kini, Chris hanya memiliki waktu 90 menit untuk membuktikan dirinya tidak bersalah di hadapan Maddox.
Setiap detik terasa semakin mencekam karena jika ia gagal meyakinkan algoritma tersebut, hukuman mati otomatis akan dijatuhkan tanpa ada ruang untuk banding.
Film ini diarahkan oleh sutradara Timur Bekmambetov, yang dikenal lewat karya visioner seperti Searching (2018) dan War of the Worlds (2025).
Mercy turut dibintangi oleh sederet aktor ternama, mulai dari Chris Pratt, Rebecca Ferguson, Annabelle Wallis, hingga aktris muda Kali Rogers.
Mercy dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia sejak 23 Januari.
(gis/chri)