Review Film: Wake Up Dead Man - A Knives Out Mystery

Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 20:16 WIB
Review Wake Up Dead Man - A Knives Out Mystery: Bila biasanya kreator mulai mati gaya setelah membuat dua seri, agaknya itu tidak berlaku untuk Rian Johnson. (dok. Netflix via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bila biasanya kreator mulai mati gaya setelah membuat dua seri, agaknya itu tidak berlaku untuk Rian Johnson. Saga ketiga Knives Out, Wake Up Dead Man, membuktikan otaknya masih on fire menghasilkan kasus dan cerita kreatif bagi Benoit Blanc.

Di seri ketiga ini, karakter detektif yang kerap bertindak suka-suka itu masih dimainkan secara konsisten oleh Daniel Craig. Blanc bahkan mungkin lebih bisa menunjukkan kemampuan akting dari mantan agen 007 itu.

Wake Up Dead Man masih menampilkan kecerdasan Johnson dalam menyusun kasus dan bermain dengan logika, ruang, dan terduga pelaku yang terbatas selayaknya film whodunit.

Tiga film Knives Out sudah dilahirkan oleh Johnson, dan semuanya punya cita rasa dan ketegangannya masing-masing. Bila dalam statistika tiga kali ulangan sudah cukup sebagai representasi, maka tiga saga ini sepenuhnya membuktikan kualitas serial Knives Out dan Rian Johnson.

Wake Up Dead Man yang kuat dengan gaya narator ini bukan hanya menyajikan gaya penceritaan yang berbeda dibandingkan Knives Out (2019) dan Glass Onion (2022), tetapi juga hingga urusan teknis sinematik.

Johnson mungkin sadar bahwa whodunit film memang secara umum akan memiliki pola yang sama atau serupa dalam tiap kasusnya. Maka dari itu, ia mencoba bereksperimen pada aspek gaya penceritaan dan sinematik di luar urusan latar dan karakter. Namun bagusnya adalah, eksperimen tersebut dijalani dengan total oleh Johnson.

Wake Up Dead Man dibuka dengan narasi seolah-olah surat untuk Blanc yang menjadi keputusan cerdas untuk melalui babak pengenalan dengan cara yang berbeda dari biasanya.

Review film Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery: Dari seluruh aspek tersebut, penampilan para pemain dalam Wake Up Dead Man terbilang paling matang. Bukan hanya dari Daniel Craig dengan rambutnya yang lebih panjang dan kerutan wajah yang makin banyak, tetapi dari seluruh pemainnya. (dok. Netflix via IMDb)


Johnson tidak berhenti di situ. Ia kemudian menjadikan narasi tersebut sebagai lepasan adegan dari bagian permasalahan di tengah konflik, yang memperkuat struktur pemahaman penonton.

Masih belum berhenti. Johnson lalu menjadikan narasi tersebut sebagai bagian penting dalam menjawab teka-teki kasus. Ia menyelipkannya dengan sangat halus hingga nyaris tak disadari dan sempat berlalu begitu saja.

Johnson juga dengan kreatif menyelipkan berbagai isu sosial dan politik yang berkaitan dengan agama yang ramai terjadi di Amerika Serikat dan berbagai negara di dunia, tanpa harus terasa terlalu politis.

Itu baru satu dari sekian banyak upaya kreatif yang dilakukan Rian Johnson dalam membangun cerita Wake Up Dead Man. Seperti judulnya, Johnson berusaha membangun cara kreatif dalam pola cerita film misteri yang biasanya itu-itu saja.

Belum lagi dengan hasil kolaborasi kembali Johnson dan sinematografer Steve Yedlin. Yedlin sepertinya mengikuti mood Johnson yang mencoba bereksperimen dengan Wake Up Dead Man. Hasilnya, Wake Up Dead Man terbilang punya visual yang paling dramatis di antara tiga saga Knives Out.

Yedlin juga banyak memainkan efek kamera yang membuat Wake Up Dead Man secara visual lebih dinamis dibanding pendahulunya dan memperkuat drama juga misteri dari cerita Johnson.

Dari seluruh aspek tersebut, penampilan para pemain dalam Wake Up Dead Man terbilang paling matang. Bukan hanya dari Daniel Craig dengan rambutnya yang lebih panjang dan kerutan wajah yang makin banyak, tetapi dari seluruh pemainnya.

Review film Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery:  Johnson berusaha membangun cara kreatif dalam pola cerita film misteri yang biasanya itu-itu saja. (dok. Netflix via IMDb)

Selain Daniel Craig yang memang berperan memahamkan logika kasus kepada penonton, Josh O'Connor, Glenn Close, dan Josh Brolin adalah trio yang memainkan emosi serta mood cerita. Chemistry dan konflik antara ketiganya sebenarnya sudah cukup menjadi sajian utama kasus Wake Up Dead Man.

Ketiganya benar-benar terlepas dari citra peran yang pernah mereka mainkan sebelumnya, seperti O'Connor yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Charles dalam serial The Crown, Glenn Close sebagai Cruella de Vil dalam 101 Dalmatians (1996), dan Josh Brolin sebagai Thanos di Avengers: Infinity Saga.

Terlepas dari berbagai penilaian rasional yang positif atas film ini, harus diakui Wake Up Dead Man memang belum cukup untuk sampai menyentuh pada menggetarkan emosi atau pun sebagai capaian berkesan seperti pada Knives Out (2019).

Selain itu, faktor ada lebih banyak film dengan naskah orisinal lainnya yang lebih menarik perhatian juri festival film, sehingga membuat Knives Out 3 sedikit tersisih dalam pertarungan penghargaan perfilman.

Meski begitu, Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery masih sangat patut jadi tontonan yang menggugah rasa penasaran tanpa harus terbebani saat menontonnya.

(end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK