Penyebab Bintang Pulp Fiction Peter Greene Meninggal Diungkap
Penyebab kematian bintang film Pulp Fiction dan The Mask, Peter Greene, terungkap. Peter Greene ditemukan meninggal dunia di apartemennya di New York City pada 12 Desember 2025.
Kepala Pemeriksa Medis Kota New York memutuskan bahwa Greene meninggal karena "luka tembak di ketiak kiri dengan cedera pada arteri brakialis."
Lihat Juga : |
Berdasarkan pernyataan resmi, seperti diberitakan Entertainment Weekly pada Rabu (18/2), Cara kematiannya ditentukan sebagai "kecelakaan."
Gregg Edwards selaku manajer Greene mengungkapkan keadaan itu diketahui setelah salah satu tetangga Greene meminta pemeriksaan karena mereka mendengar musik diputar di apartemen aktor tersebut selama lebih dari 24 jam.
Greene ditemukan meninggal di apartemennya di Manhattan sebagai hasil dari pemeriksaan yang dilakukan.
"Tidak ada yang memerankan penjahat lebih baik daripada Peter," kata Edwards tentang aktor tersebut. "Tapi dia juga memiliki, Anda tahu, sisi lembut yang tidak pernah dilihat kebanyakan orang, dan hati yang sebesar emas."
Greene memang memerankan serangkaian penjahat legendaris selama tiga dekade kariernya sebagai aktor.
Dari gangster Dorian Tyrell yang mengancam dalam The Mask hingga Zed, penjaga keamanan yang bersama saudaranya Maynard (Duane Whitaker) menculik dan memerkosa Marsellus Wallace (Ving Rhames) dalam Pulp Fiction.
Tatapan mata Greene yang tajam dan wajah tanpa ekspresi terbukti sangat cocok untuk peran antagonis yang diakui banyak orang.
Namun jangkauan aktingnya jauh melampaui peran penjahat. Ia memerankan beberapa detektif dan penegak hukum, seperti dalam drama Training Day, dan dalam film Kiss & Tell.
Ia juga memerankan karakter pendeta dalam film thriller Final Engagement, alien dalam Earthling, dan bahkan muncul sebagai perampok bank dalam video musik untuk single Jadakiss pada 2019 "Me."
Greene mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Sissy Gamache bahwa ia awalnya menolak peran yang ditawarkan Quentin Tarantino kepadanya di Pulp Fiction karena terlalu "brutal."
"Saya meminta sutradara mengimprovisasi adegan tersebut karena cara penulisannya sangat brutal, maksud saya, Anda bisa bayangkan," kata Greene kala itu.
Tarantino pun "menepati janjinya," sehingga Greene dapat menjadikan salah satu karakter khasnya sebagai miliknya sendiri.
(chri)