Fakta-fakta Kelam soal Von Erich dalam The Iron Claw
CNN Indonesia
Jumat, 27 Feb 2026 23:30 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Berikut fakta-fakta soal Von Erich dalam film The Iron Claw yang dibintangi Zac Efron. (A24/Lionsgate)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dunia gulat profesional mengenal keluarga Von Erichsebagai dinasti yang tak terkalahkan di atas ring. Namun di balik layar, mereka menyimpan sejarah kelam yang sering disebut sebagai "Kutukan Von Erich."
Istilah itu merujuk pada kenyataan pahit bahwa lima dari enam putra Fritz Von Erich meninggal dunia mendahului sang ayah. Dari seluruh persaudaraan tersebut, kini hanya Kevin Von Erich.
Kisah itu yang kemudian diangkat menjadi film biografi The Iron Claw. Zac Efron memerankan Kevin Von Erich yang masih hidup untuk menceritakan kisah mereka.
Nama "Von Erich" sendiri sebenarnya hanyalah nama panggung yang diadopsi Fritz yang sesungguhnya lahir dengan nama Jack Barton Adkisson saat ia memerankan karakter penjahat Nazi di atas ring.
Namun nama itu akhirnya menjadi identitas yang melekat pada seluruh keturunannya.
Berikut fakta-fakta soal Von Erich dalam film The Iron Claw.
Kutukan ini sering kali dipandang sebagai peringatan keras tentang tekanan besar yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya.
Setidaknya tiga dari putra Fritz meninggal karena bunuh diri, sesuatu yang sering dianggap sebagai peringatan tentang tekanan yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anak mereka dan potensi bahaya dalam bisnis gulat profesional.
Fritz Von Erich, sang kepala keluarga, menciptakan lingkungan kompetisi yang sangat ketat di antara putra-putranya, memaksa mereka terus bersaing demi kejayaan bisnis keluarga.
Ketangguhan Fritz dalam mendidik anak-anaknya kabarnya berakar dari masa kecilnya yang keras di Texas, di mana ayahnya sering mengatur pertarungan tinju tangan kosong untuk melatih mentalnya.
Fritz kemudian bertemu legenda gulat Stu Hart di Kanada dan membangun karier sebagai pegulat antagonis yang ditakuti.
Meski Kevin Von Erich sendiri bersyukur atas disiplin yang ditanamkan ayahnya, ia mengakui bahwa ada kalanya hubungan mereka menjadi sangat tegang akibat standar tinggi yang ditetapkan sang ayah.
Bagaimana Von Erich bersaudara meninggal?
Jack Adkisson Jr.
Putra sulung, Jack Jr., alias Jackie, meninggal dunia pada 7 Maret 1959 saat berusia enam tahun ketika Fritz sedang pergi bergulat.
Jack Jr. secara tidak sengaja tersengat listrik saat menyentuh kabel listrik yang terbuka ketika ia sedang bermain di taman karavan Niagara Falls tempat mereka menginap. Ia jatuh ke tanah dalam keadaan tidak sadar dan tenggelam saat mendarat di genangan salju yang mencair.
David Von Erich
Putra ketiga Fritz, David, meninggal pada 1984 dalam kamar hotel di Tokyo. Meskipun Kedutaan Besar AS mencantumkan penyebab resmi kematian David sebagai enteritis akut (peradangan pada usus halus), sesama pegulat, termasuk Ric Flair dan Mick Foley, percaya bahwa David Von Erich meninggal karena overdosis obat-obatan.
Lanjut ke sebelah...
Mike Von Erich
Mike yang berusia 23 tahun meninggalkan catatan bunuh diri untuk keluarganya dan kemudian overdosis obat tidur Placidyl setelah meminum alkohol.
Jenazahnya ditemukan dalam sleeping bag di semak belukar yang lebat dekat Danau Lewisville di Texas. Dia telah menikah dua tahun sebelumnya dan melukai bahunya saat bergulat di Israel.
Dia sempat operasi untuk memperbaiki bahunya tetapi bakteri langka masuk ke tubuhnya selama operasi. Akibatnya, ia menderita sindrom syok toksik dengan demam 41,6 derajat Celsius yang dilaporkan menyebabkan kerusakan otak.
Kerusakan yang disebabkan oleh syok toksik tersebut meninggalkannya dengan masalah koordinasi dan memori, yang lebih lanjut memengaruhi penampilannya di atas ring.
Pada September 1991, Chris bunuh diri saat berusia 21 tahun dengan menembak kepalanya sendiri menggunakan pistol.
Dia tidak pernah mencapai tingkat kesuksesan gulat yang diraih saudara-saudaranya dan menjadi depresi atas kegagalannya untuk berkembang. Dia juga sangat terpukul atas kematian saudaranya, Mike, pada 1987, dan beralih ke obat-obatan untuk membantunya mengatasi rasa sakit tersebut.
Kerry Von Erich
Pada 18 Februari 1993, anggota keluarga Von Erich yang paling terkenal menembak jantungnya sendiri dengan peluru kaliber .44. Kerry saat berusia 33 tahun, mengakhiri hidupnya di peternakan ayahnya di Texas.
Tujuh tahun sebelumnya, ia mengalami kecelakaan sepeda motor yang hampir fatal yang akhirnya mengakibatkan kakinya diamputasi. Dia kembali bergulat dengan kaki palsu tetapi akhirnya kecanduan obat-obatan dan pereda nyeri.
Menurut autobiografi Bret Hart, Kerry telah memberi tahu Hart tentang rencananya untuk mengakhiri hidupnya beberapa bulan sebelum dia melaksanakannya. Pernikahannya hancur dan dia merasa mendiang saudara-saudaranya sedang menunggunya.
Tidak. Kevin membantah gagasan keluarganya dikutuk.
"Ada pembicaraan soal kutukan keluarga kami," ujarnya dalam Dark Side of the Ring. "Itu konyol. Kutukan? Apa yang terjadi hanya hal yang mengerikan, tapi bukan kutukan."
Ketika ditanya apa yang ia ingin orang-orang petik dari film The Iron Claw, ia mengatakan, "Hidup itu keras dan segala hal bisa terjadi, dan ada banyak orang yang mengalaminya lebih buruk daripada saya, hanya saja kisah saya terekspos publik."
"Namun, jangan menyerah. Berjuanglah dengan gigih. Berjuanglah lebih keras, dan berserah lah kepada Tuhan. Itu yang membawa saya melewati semua itu. Memang tidak mudah, tapi Anda bisa melakukannya. Berjuanglah untuk itu."