Alyssa Soebandono Bantah Terima Beasiswa LPDP: Tidak Pernah Daftar
Alyssa Soebandono buka suara setelah nama dan fotonya disertakan dalam unggahan deret selebriti yang menjadi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Hal itu dilakukan setelah masyarakat belakangan ini aktif mencari tahu para penerima beasiswa LPDP dan kontribusi yang diberikan kepada Indonesia setelah selesai kuliah.
Melalui komentar di Instagram, Alyssa Soebandono membantah menggunakan beasiswa LPDP untuk menyelesaikan S1 dan S2nya beberapa tahun yang lalu.
"Izin menanggapi dan meluruskan ya. Faktanya, saya bukan lah penerima beasiswa LPDP dan tidak pernah mendaftarkan diri," tulis Alyssa di Instagram, Selasa (24/2).
Ia kemudian membeberkan detail jenjang studinya dan latar pendanaannya. Bintang sinetron sekaligus model itu berharap penjelasannya bisa meluruskan pemberitaan dan rumor yang beredar.
"Saya menempuh S1 di Monash University dengan biaya sendiri dan S2 mendapatkan beasiswa penuh dari London School of Public Relations," ungkapnya.
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Alysssa Soebandono untuk mengutip komentar tersebut.
Semua bermula setelah seorang warga negara Indonesia (WNI) Dwi Sasetyaningtyas (DS) alumnus beasiswa negara LPDP mengeluarkan pernyataan, "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan" viral di media sosial.
Netizen langsung menyoroti bahwa ia bersama suaminya yang juga penerima LPDP dan kini bekerja di Jerman, memilih menetap di luar negeri. Hal itu memicu kemarahan publik karena dianggap melanggar janji kepada negara.
Berdasarkan ketentuan, seluruh awardee dan alumni LPDP berkewajiban untuk melakukan masa pengabdian kontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun.
LPDP menerangkan DS telah menyelesaikan studi S2 dengan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017 dan telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan.
Namun, Arya Iwantoro selaku suami DS diduga belum menyelesaikan tanggung jawabnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Arya bersedia mengembalikan dana beasiswa LPDP yang telah diterima, termasuk besaran bunga sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pak Dirut LPDP sudah bicara dengan suami terkait dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai LPDP nilainya jadi termasuk bunganya. Kan saya juga taruh uang di bank ada bunganya," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Januari, Senin (23/2).
Ia juga mengancam blacklist penerima beasiswa LPDP yang menghina negara masuk ke pemerintahan buntut konten bangga anak menjadi warga negara asing (WNA).
Purbaya menyayangkan adanya penerima beasiswa dari negara yang justru melontarkan hinaan terhadap Indonesia. Pemerintah tidak akan tinggal diam jika dana tersebut digunakan untuk tujuan yang dinilai merugikan negara.
(chri)