The Art of Sarah Sentil Kasus Penipuan Barang Mewah di Korea
Drama Korea terbaru dibintangi Shin Hye-sun dan Lee Jun-hyuk, The Art of Sarah, sukses mencuri perhatian dunia hingga memuncaki daftar tontonan non-Bahasa Inggris global.
Di balik ketegangannya, serial ini ternyata membangkitkan ingatan publik pada skandal penipuan barang mewah yang nyata terjadi di Korea Selatan satu dekade silam.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Art of Sarah berfokus pada Sarah Kim (Shin Hye-sun), penipu ulung yang menggunakan berbagai identitas palsu untuk membangun label tas tangannya, Boudoir, menjadi merek yang tampak sangat mewah.
Dipasarkan sebagai merek eksklusif untuk klien VIP dan bangsawan Eropa, Boudoir sejatinya hanya kedok.
Tas-tas itu diproduksi murah di Korea menggunakan bahan rendah biaya, sementara dokumen-dokumen palsu digunakan untuk mendukung klaim bahwa tas itu buatan pengrajin Eropa.
Apakah The Art of Sarah kisah nyata?
Meskipun serial itu menyatakan semua karakter dan kejadiannya adalah fiksi, jalan ceritanya bagi warga Korea mengingatkan pada skandal nyata dari brand Vincent & Co. pada 2006.
Saat itu, seperti diberitakan Korea Herald pada Rabu (25/2), satu merek jam tangan tiba-tiba muncul dengan klaim sebagai warisan Swiss selama seabad dan memiliki klien elite, termasuk anggota keluarga kerajaan Inggris.
Merek tersebut mendapatkan kepercayaan publik setelah membagikan jam tangan mereka sebagai hadiah promosi kepada para selebritas ternama, sebelum membuka toko di kawasan elite Cheongdam-dong, Seoul.
Acara pembukaannya dihadiri bintang-bintang besar, seperti Lee Jung-jae, Choi Ji-woo, serta para editor mode ternama.
Jam tangan Vincent & Co. laku keras dengan harga mencapai 100 juta won atau sekitar Rp1,1 miliar per unit. Banyak tokoh hiburan hingga politisi terlihat memakainya di acara publik.
Namun, kebohongan ini runtuh hanya dalam beberapa bulan setelah adanya laporan mengenai kualitas jam tangan yang mencurigakan.
Penyelidik akhirnya menyimpulkan jam tangan tersebut dirakit di dalam negeri menggunakan suku cadang yang diimpor dari Hong Kong dan China.
Mereka kemudian dipasarkan dengan klaim palsu sebagai buatan Swiss atau edisi terbatas pesanan keluarga kerajaan Eropa.
Dalam The Art of Sarah, Sarah Kim memproduksi tas murah di Korea tapi mengirimkannya ke luar negeri untuk pengecekan dan diimpor kembali ke Korea demi mendapatkan dokumen asli. (Netflix/Kim Eun jeong) |
Untuk memperkuat kebohongannya, pengelola Vincent & Co. membawa jam tangan tersebut ke Swiss lalu mengimpornya kembali ke Korea demi mendapatkan dokumen impor asli, taktik yang persis digambarkan dalam The Art of Sarah.
Otak di balik skema Vincent & Co. akhirnya dijatuhi hukuman empat tahun penjara.
Kini, kisah nyata tersebut menjadi pengingat dalam serial The Art of Sarah, yang terus memikat penonton global lewat penggambaran kesombongan manusia dan keinginan untuk keluar dari kehidupan biasa demi mengejar status sosial.
Saat ini, serial tersebut masih menduduki peringkat nomor 1 di banyak negara termasuk Korea, Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Malaysia, serta masuk dalam daftar 10 besar di 38 negara lainnya.
(chri/bac)
Dalam The Art of Sarah, Sarah Kim memproduksi tas murah di Korea tapi mengirimkannya ke luar negeri untuk pengecekan dan diimpor kembali ke Korea demi mendapatkan dokumen asli. (Netflix/Kim Eun jeong)