Bareng WB, Bos Paramount Janji Rilis 30 Film Setahun di Bioskop

CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 03:30 WIB
Paramount Skydance menegaskan janjinya bahwa mereka akan merilis 30 film di bioskop per tahun setelah mengakuisisi Warner Bros Discovery (WBD).
Paramount Skydance menegaskan janjinya bahwa mereka akan merilis 30 film di bioskop per tahun setelah mengakuisisi Warner Bros Discovery (WBD). (MARIO TAMA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paramount Skydance menegaskan janjinya bahwa mereka akan merilis 30 film di bioskop per tahun setelah mengakuisisi Warner Bros Discovery (WBD). Dengan kata lain, masing-masing studio merilis 15 film per tahun di bioskop.

Penayangan itu juga dikuatkan dengan janji mereka akan tetap membiarkan film-film yang dirilis itu tayang di bioskop setidaknya selama 45 hari sebelum pindah ke layanan streaming.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti yang telah kami katakan secara konsisten, kami berkomitmen untuk menghadirkan serangkaian cerita berkualitas tinggi, termasuk 15 film teatrikal per tahun per studio, dengan total setidaknya 30 film setiap tahunnya," kata CEO Paramount, David Ellison, pada Senin (2/3).

"Kami benar-benar percaya bahwa film harus ditonton di bioskop," tambahnya kepada para analis seperti diberitakan Deadline.

Ellison menyebut berani mengatakan janji tersebut karena perusahaan gabungan ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi film. Paramount akan merilis 15 film pada 2026 yang merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya. Sementara Warner Bros. tahun lalu hanya merilis 11 film, di bawah target janji Ellison.

Meski tidak mencapai 15 film tahun lalu, Warner Bros. mendapatkan pujian Ellison karena sanggup merilis berbagai "film luar biasa" seperti Superman dan Minecraft yang membuat perusahaan itu mencatat box office hingga US$4 miliar.

Paramount Skydance CEO David Ellison speaks during the Bloomberg Screentime conference in Los Angeles on October 9, 2025. (Photo by Patrick T. Fallon / AFP)CEO Paramount Skydance, David Ellison, mengatakan Paramount dan Warner Bros. yang saat ini menuju bergabung akan menghormati masa tayang 45 hari di bioskop sebelum film-film mereka tayang perdana di platform hiburan rumah. (AFP/PATRICK T. FALLON)

"Jika Anda melihat ruang bioskop, yang merupakan sesuatu yang sangat kami yakini, waralaba besar dan karya intelektual besar diluncurkan di bioskop, titik," kata Ellison.

"Saya pribadi mempelajari pelajaran ini pada 2022. Kami pada dasarnya memiliki film dengan pendapatan box office teater terbesar dengan Top Gun: Maverick, yang menjadi fenomena budaya, menghasilkan US$1,5 miliar."

"Pada saat yang sama, kami merilis The Adam Project pada musim panas di Netflix, yang pada saat dirilis, merupakan film paling sukses di Netflix, mendapat sambutan yang sangat baik dari penonton tetapi memiliki resonansi budaya yang berbeda."

"Kami mengatakan sejak Hari Pertama ketika kami [Skydance Media] mengakuisisi Paramount bahwa kami tidak akan terlibat dalam bisnis pembuatan film langsung untuk streaming," kata Ellison.

Namun Variety menyebut anak buah David Ellison tidak semuanya sejalan. Presiden Paramount, Jeff Shell, sempat membuat kebijakan mengurangi masa tayang film di bioskop dari beberapa bulan menjadi 17 hari saat menjabat sebagai kepala NBCUniversal kala pandemi.

Meski begitu, Ellison mengatakan Paramount dan Warner Bros. yang saat ini menuju bergabung akan menghormati masa tayang 45 hari di bioskop sebelum film-film mereka tayang perdana di platform hiburan rumah.

Sementara itu, David A. Gross dari konsultan Franchise Entertainment Research mengatakan perusahaan yang mampu untuk merilis 15 film per tahun memang tinggal Warner Bros. dan Paramount.

"Jika ada studio yang dapat merilis lebih dari 15 film secara luas per tahun, sedikit lebih dari satu film per bulan, dan sukses, merekalah yang akan melakukannya," kata Gross kepada Variety.

"Dalam kurun waktu satu tahun, tidak lebih dari 15 cerita yang memiliki daya tarik luas yang dapat dikembangkan, diproduksi, dipasarkan, dan didistribusikan secara efektif oleh sebuah studio di seluruh dunia; merilis 30 film secara luas sangatlah tidak realistis."

(end)


[Gambas:Video CNN]