Project Hail Mary Bertahan di Puncak Box Office Amerika Pekan Ini
Project Hail Mary sukses mempertahankan takhta di puncak box office domestik Amerika Utara dua pekan berturut-turut. Capaian ini sekaligus mengukuhkan karya Amazon MGM Studios tersebut sebagai blockbuster besar pertama pada 2026.
Pada akhir pekan keduanya, film yang dibintangi Ryan Gosling ini meraup US$54,5 juta atau setara dengan Rp925,6 miliar (US$1=Rp16.985), menggenapi pendapatan domestiknya menjadi US$164,3 juta atau Rp2,7 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka penjualan tiket film fiksi ilmiah pekan kedua ini hanya mengalami penurunan sebesar 32 persen dibandingkan pekan perdana yaitu, US$80,5 juta.
Variety pada Minggu (29/3) memberitakan, keberhasilan ini menjadi catatan manis bagi Amazon MGM Studios dalam memperluas strategi rilis bioskop mereka setelah sebelumnya fokus pada layanan streaming.
Di sisi lain, film arahan duet sutradara Phil Lord dan Christopher Miller tersebut semakin memperkuat daya tarik komersial Ryan Gosling setelah fenomena Barbie.
Sementara itu bagi penulis novel yang menjadi sumber inspirasi film tersebut, Andy Weir, capaian ini adalah kemenangan beruntun setelah kesuksesan adaptasi buku sebelumnya, yaitu The Martian.
Di sisi lain, Hoppers menyusul Project Hail Marry dengan menempati posisi kedua dan memperoleh US$12,2 juta pada minggu keempat penayangannya. Hingga kini, film keluarga tersebut telah meraup US$138,6 juta di Amerika Utara dan total US$297,6 juta secara global.
Nasib berbeda dialami oleh rilisan baru Warner Bros. dan New Line Cinema, They Will Kill You. Film horor yang dibintangi Zazie Beetz itu tampil mengecewakan di posisi ketiga dengan hanya meraih US$5 juta dari 2.778 lokasi.
Meski biaya produksinya hanya US$20 juta, performa film arahan Kirill Sokolov ini dinilai buruk. Hal ini menjadi catatan bagi David Ellison dan Andy Muschietti selaku investor melalui Nocturna Pictures, di tengah proses akuisisi Warner Bros. oleh Ellison lewat Paramount.
Selain itu, film horor Ready or Not 2: Here I Come ikut anjlok di akhir pekan kedua dengan raihan US$4 juta, sehingga total domestiknya tertahan di angka US$16,3 juta.
Sementara itu, film Bollywood, Dhurandhar 2: The Revenge, berhasil menempati posisi keempat dengan US$4,7 juta. Meskipun tayang di layar yang jauh lebih sedikit, total pendapatannya kini mencapai US$22,8 juta, hampir melampaui raihan They Will Kill You.
Melengkapi lima besar adalah drama romantis Reminders of Him. Adaptasi novel Colleen Hoover produksi Universal Pictures itu menambah US$4,7 juta, membawa total pendapatannya menjadi US$41,1 juta dari anggaran produksi US$25 juta.
Dari rilisan terbatas, dokumenter The AI Doc meraup US$650 ribu, sementara film body horror Julia Ducournau, Alpha, menghasilkan US$121 ribu.
Kabar menarik datang dari rilis ulang The Mummy Returns yang meraih US$600 ribu. Momentum ini diduga dipicu oleh antusiasme penggemar terhadap laporan sekuel baru yang akan mempertemukan kembali Brendan Fraser dan Rachel Weisz.
Peta persaingan diprediksi akan berubah pekan depan dengan kehadiran The Super Mario Galaxy Movie. Kolaborasi Universal dan Nintendo tersebut diperkirakan akan memperkuat tren positif industri bioskop tahun 2026 yang penjualannya sudah naik 23 persen.
(gis/end) Add
as a preferred source on Google

