Produser Buka Suara soal Kontroversi Film Aku Harus Mati
Produser buka suara mengenai perdebatan terkait film Aku Harus Mati belakangan ini. Poster film tersebut sempat disebar di beberapa titik kawasan Jabodetabek yang kemudian diturunkan karena dinilai terlalu ekstrem.
Iwet Ramadhan selaku produser Aku Harus Mati mengungkapkan penurunan materi iklan tersebut tidak berkaitan dengan tekanan publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi mulai dari setelah gala premiere 26, 27 (Maret) tuh Billboard naik, itu waktunya sampai 5 April," kata Iwet dalam wawancara virtual seperti diberitakan detikcom, Senin (6/4).
"Jadi per malam ini, kami turunkan materinya supaya 5 April selesai karena kami akan lanjut masuk ke fase berikutnya."
Iwet kemudian menegaskan tim produksi memegang teguh aturan yang berlaku bahwa semua materi promosi telah melewati proses penilaian resmi dari lembaga pemerintah sebelum dipasang ke publik.
Oleh sebab itu, ia memastikan jajarannya memilih untuk tidak reaktif dalam menghadapi kritik serta situasi publik terhadap konten dan promosi Aku Harus Mati.
"Seluruh cast mengapresiasi yang sangat dalam kepada Lembaga Sensor Film dan juga Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Karena semua materi kami sudah dievaluasi sama mereka, sudah dievaluasi lalu diberikan persetujuan."
"Kalau misalnya kami reaktif, bergerak secara sporadis malah nanti blunder gitu. Sehingga balik lagi kan enggak elok kalau perangnya di sosmed," tuturnya.
"Jadi makanya kami betul-betul ikuti aturan, kami ikuti fase-fasenya baru kemudian setelah semuanya beres ya kami bicara."
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencopot banner iklan film horor 'Aku Harus Mati' di tiga titik lokasi usai memicu protes publik karena dinilai terlalu menyeramkan dan tidak ramah anak oleh warga, Minggu (5/4).
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, mengatakan pihaknya menertibkan iklan tersebut melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta.
Sinopsis Aku Harus Mati
Aku Harus Mati mengisahkan kehidupan kota besar menjadikan Mala (Hana Saraswati) terlena dan haus akan validasi, yang membuatnya terlilit hutang demi hidup hedon dan foya-foya.
Mala mencoba menenangkan diri dengan kembali ke panti asuhan untuk bertemu sahabat lamanya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jogo (Bambang Paningron), pemilik panti yang seperti orang tua sendiri.
Karena peristiwa aneh, tujuan Mala menenangkan diri berubah menjadi pencarian jati dirinya yang penuh misteri. Ditemani Tiwi dan Nugra, Mala melakukan perjalanan menuju rumah misterius di tengah hutan.
Di sana, mereka menghadapi teror dan penuh gangguan roh jahat. Perjalanan itu pada akhirnya mengungkap rahasia gelap masa lalu satu keluarga.
(chri) Add
as a preferred source on Google
