Pemerintah Inggris Resmi Blokir Kunjungan Kanye West Imbas Anti-Semit
Pemerintah Inggris resmi melarang Kanye West masuk ke negara mereka. Pelarangan itu diumumkan jelang sang musisi dijadwalkan menjadi penampil utama Festival Wireless dalam waktu dekat di London.
Kantor Dalam Negeri, seperti diberitakan Variety pada Selasa (7/4), dilaporkan menolak permohonan Otorisasi Perjalanan Elektronik (Electronic Travel Authorisation/ETO) West setelah diajukan pada Senin (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menyatakan melarang Kanye West masuk dengan "kehadirannya tidak akan bermanfaat bagi kepentingan umum."
Kanye West sempat menawarkan untuk bertemu anggota komunitas Yahudi di Inggris setelah kehebohan terkait penampilannya sebagai penampil utama di Festival Wireless tahun ini.
Hal itu terjadi juga saat sponsor terus menarik diri dan para politisi terus menekan pemerintah untuk melarang masuknya dia.
Dalam pernyataan yang diperoleh Variety, rapper itu telah "mengikuti percakapan seputar Wireless dan ingin menanggapinya secara langsung."
"Satu-satunya tujuan saya adalah datang ke London dan menampilkan pertunjukan perubahan, membawa persatuan, perdamaian, dan cinta melalui musik saya," dan menawarkan untuk bertemu langsung dengan anggota komunitas "untuk mendengarkan."
"Saya tahu kata-kata saja tidak cukup - saya harus menunjukkan perubahan melalui tindakan saya. Jika Anda terbuka, saya di sini."
Sementara itu, dampak komersial dari penampilannya pada 10-12 Juli di Finsbury Park tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.
Pepsi selaku mitra penyelenggara selama lebih dari satu dekade mengonfirmasi telah menarik diri, diikuti Diageo, Rockstar Energy, dan PayPal, yang tidak akan lagi mengizinkan merek mereka dalam materi promosi festival.
Aktor David Schwimmer juga ikut berkomentar, berterima kasih kepada Pepsi, PayPal, dan Diageo di Instagram karena telah menarik diri dan mendesak sponsor yang tersisa untuk mengikuti jejak mereka.
"Saya percaya pada pengampunan, tetapi dibutuhkan lebih dari ini," kata David Schwimmer.
West, yang merilis lagu Heil Hitler tahun lalu, menerbitkan permintaan maaf satu halaman penuh di Wall Street Journal pada Januari, yang mengaitkan perilakunya dengan episode manik yang disebabkan gangguan bipolar.
as a preferred source on Google
