Pangeran William Sempat Hubungi Andrew setelah Diusir Istana

CNN Indonesia
Sabtu, 11 Apr 2026 05:00 WIB
Pangeran William disebut sempat menghubungi pamannya, Andrew Mountbatten-Windsor, setelah diusir Istana terkait skandal Jeffrey Epstein files.
Pangeran William disebut sempat menghubungi pamannya, Andrew Mountbatten-Windsor, setelah diusir Istana terkait skandal Jeffrey Epstein files. (AFP/ ADRIAN DENNIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pangeran William disebut sempat menghubungi pamannya, Andrew Mountbatten-Windsor, setelah diusir Istana terkait skandal Jeffrey Epstein files dan gelar kerajaannya dicabut.

Menurut penulis Robert Hardman dalam buku barunya, Elizabeth II: In Private. In Public. The Inside Story., William menghubungi adik ayahnya itu untuk menyampaikan "simpati."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tindakan Pangeran William tersebut membuat Andrew tersentuh karena keponakannya itu menjadi "salah satu dari sedikit orang" yang menghubunginya ketika bencana itu terjadi.

Page Six pada Kamis (9/4) menyebut sudah menghubungi Istana Kensington terkait klaim tersebut, tapi tak mendapatkan tanggapan.

Meski begitu, laporan sebelumnya pada Februari 2026 menyebut bahwa Pangeran William adalah pihak yang meminta kepada ayah dan mendiang neneknya untuk mengusir Andrew Mountbatten-Windsor pada 2019.

Permintaan William tersebut karena pamannya itu sempat membela hubungannya dengan Epstein dalam sebuah wawancara dengan BBC kala itu, Newsnight.

"William benar-benar bersikeras setelah melihat wawancara BBC Newsnight dengan pamannya dan penjelasan buruk yang ia berikan tentang persahabatannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein," kata penulis kerajaan Russell Myers kepada Us Weekly.

"[Andrew] Menolak untuk meminta maaf atas hubungannya itu dan menolak untuk mengakui trauma sebenarnya yang dialami para korban Epstein adalah red flag mutlak bagi William," katanya seperti diberitakan Page Six pada Rabu (25/2).

"William benar-benar mengatakan kepada mendiang ratu dan ayahnya [Raja Charles III], 'Dia harus diusir. Andrew harus disingkirkan dari keluarga kerajaan, baik di depan publik maupun secara pribadi'."

Andrew Mountbatten-Windsor sebelumnya ditangkap pada ulang tahunnya pada Februari 2026 karena hubungannya dengan mendiang pedofil Jeffrey Epstein.

Kondisi hukum pria berusia 66 tahun ini kian terpojok. Selain skandal pelecehan, putra kedua Ratu Elizabeth II itu kini menghadapi dakwaan baru atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik.

Ia dituduh membocorkan dokumen perdagangan rahasia Inggris kepada Epstein saat masih menjabat sebagai utusan perdagangan resmi. Jika terbukti bersalah, Andrew terancam hukuman penjara seumur hidup.

Kedua putri Andrew, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, sangat malu dengan skandal bapak mereka. Keduanya bahkan sampai mundur dari jabatan di berbagai organisasi dan berencana cabut dari Inggris.

(end) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]