Britney Spears Daftar Rehab setelah Tertangkap Nyetir Sambil Mabuk
Britney Spears telah mendaftarkan diri ke fasilitas perawatan rehabilitasi setelah ditangkap karena mengemudi dalam kondisi mabuk (DUI) pada awal Maret 2026.
Variety pada Minggu (12/4) menyebut bahwa Spears mendaftarkan diri ke rehabilitasi tersebut secara sukarela, sejalan dengan keinginan lingkungan penyanyi itu alih-alih masuk penjara.
Britney Spears ditangkap polisi akibat menyetir dalam kondisi mabuk atau DUI pada Rabu (4/3) malam di di Ventura County, California, Amerika Serikat. Ia kena razia California Highway Patrol pada pukul 21.30 dan ditahan pada Kamis pagi sekitar pukul 03.00.
Menurut catatan, Britney Spears sudah dibebaskan sementara untuk saat ini. Namun dirinya harus hadir dalam persidangan pada 4 Mei 2026.
"Ini adalah insiden yang tidak menguntungkan dan sama sekali tidak dapat dimaafkan," kata perwakilan Spears dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Variety.
"Britney akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum, dan mudah-mudahan ini bisa menjadi langkah pertama dalam perubahan yang sudah lama tertunda yang perlu terjadi dalam hidup Britney."
"Mudah-mudahan, dia bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang dia butuhkan selama masa sulit ini," lanjut pernyataan tersebut.
"Anak-anaknya akan menghabiskan waktu bersamanya. Orang-orang terkasihnya akan membuat rencana yang sudah lama dibutuhkan untuk mempersiapkannya agar sukses dan sejahtera."
Tak lama setelah tersandung kasus tersebut, Britney Spears disebut takut bisa masuk penjara yang membuat ayahnya, Jamie, bisa kembali masuk dan mengatur kehidupannya.
"Dia sangat terpukul," kata sumber tersebut kepada Page Six seperti yang diberitakan Jumat (6/3). "Kejadian itu sangat membuatnya takut."
"Britney tahu dia harus menghadapi konsekuensi apa pun itu," kata sumber tersebut. "Orang-orang terdekatnya hanya berdoa agar dia masuk rehabilitasi dan bukan penjara."
Sumber Page Six juga menyampaikan bahwa putra-putranya Britney Spears saat ini sedang bersama penyanyi tersebut dalam menghadapi apa pun konsekuensi kasus itu.
"Mereka menyayanginya dan ingin mendukungnya serta hanya ingin ia merasa lebih baik," kata sumber tersebut. "Semua orang hanya menunggu untuk melihat apa yang akan diungkapkan oleh tes atas apa yang ditemukan di mobilnya."
(end)