SM, JYP, YG, HYBE Siapkan Festival Kpop Besar bak Coachella
Empat agensi ternama hiburan Korea Selatan SM Entertainment, JYP Entertainment, YG Entertainment, dan HYBE mengonfirmasi bekerja sama untuk memperluas budaya K-Pop ke pasar global.
Kolaborasi yang dilakukan empat agensi raksasa tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan proyek festival K-Pop global setara Coachella.
"Kami sedang membahas strategi kemitraan publik-swasta dengan Komite Pertukaran Budaya Populer pemerintah untuk mempromosikan ekspansi global industri K-Culture," tulis JYP Entertainment seperti diberitakan Ten Asia pada Kamis, (16/4).
JYP Entertainment mengonfirmasi bahwa ia bersama tiga agensi lain dalam divisi musik komite tersebut sedang dalam proses mendirikan perusahaan untuk meluncurkan acara bertajuk Fanomenon.
Dalam pernyataan resmi itu, keempat agensi disebut sedang menjajaki berbagai struktur kolaborasi untuk memastikan operasional bisnis yang stabil.
Proses tersebut termasuk menjalani prosedur hukum dan administratif yang diperlukan, seperti mengajukan laporan penggabungan usaha kepada Komisi Perdagangan Adil.
"Kami masih dalam tahap awal peninjauan, sehingga detail bisnis spesifik dan metode operasional belum diselesaikan," ungkap perwakilan JYP Entertainment.
"Kami berencana untuk mengambil keputusan bisnis yang cermat dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan mengumpulkan pendapat dari berbagai sektor," lanjutnya.
Nama Fanomenon itu sendiri pertama kali sudah diucapkan pendiri JYP Entertainment, Park Jin-young, pada Oktobe 2026.
Hal itu ia sampaikan selaku ketua Komite Pertukaran Budaya Populer. Park Jin-young mengungkapkan rencananya helar acara berskala besar bertajuk Fanomenon, yang menggabungkan kata 'fan' dan 'phenomenon', di seluruh dunia.
Langkah menggabungkan keempat agensi raksasa tersebut dinilai sebagai upaya untuk mewujudkan visi Park Jin-young untuk menciptakan venue khusus K-Pop kelas dunia dan menyelenggarakan festival musik global yang melampaui acara seperti Coachella.
Kabar itu pun mendapatkan reaksi tegas dari netizen Korea Selatan yang menilai bahwa festival K-Pop berskala global lebih baik diselenggarakan di Korea guna menarik kunjungan turis, dibandingkan melakukan ekspansi di seluruh dunia.
"Berhentilah berpikir untuk pergi ke luar negeri dan lakukan (festival) di Korea agar turis bisa datang ke sini. Apa gunanya pergi dan meraih kesuksesan di luar negeri?," tulis salah satu netizen seperti diberitakan theqoo pada Kamis (16/4).
"Acara itu hanya akan bermanfaat jika diadakan di Korea. Jika diadakan di luar negeri, apakah orang akan datang? Maksud saya, turis akan datang, tapi...," tulis netizen lainnya.
"Mari lakukan, tetapi berhenti ekspansi ke luar negeri," tulis lainnya.
(van/chri)