5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Tonton Para Perasuk
Para Perasuk resmi tayang di bioskop Indonesia pada 23 April 2026. Film ini digarap sutradara Wregas Bhanuteja yang dikenal lewat film Penyalin Cahaya (2021) dan Budi Pekerti (2023).
Film drama supernatural ini akan menyajikan unsur mistik sekaligus budaya lewat eksplorasi fenomena manusia kerasukan roh hewan. Wregas menyebut ide film ini berasal dari pengalaman pribadi dirinya bersama sang adik semasa kecil.
Berikut 5 hal yang perlu diketahui sebelum menonton Para Perasuk:
1. Apakah Para Perasuk film horor?
Para Perasuk akan mengeksplorasi fenomena manusia kerasukan roh hewan. Namun alih-alih horor, kerasukan digambarkan sebagai pengalaman fisik yang menyenangkan.
"Misalnya kita kerasukan roh bulus (kura-kura). Nanti si pelamun (orang yang kerasukan) akan masuk ke alam sambetan yang penuh dengan satu tempat tidur yang sangat nyaman, cahaya yang temaram," kata Wregas dalam saat jumpa media di Jakarta Selatan, Senin (9/3).
"Terus mereka akan merasa kayak lagi dipijetin. Padahal di dunia aslinya, mereka tuh kayak lagi dipukulin oleh rotan, begitu. Jadi ibaratnya kayak seperti tertutup oleh tempurung bulus."
Wregas menjelaskan dalam film ini dirinya akan menampilkan 20 jenis "roh hewan" yang idenya berasal dari pengalaman pribadi Wregas semasa kecil bersama adiknya yang memiliki kemampuan lebih.
Berbeda dari sosok gaib pada umumnya, papar Wregas, roh-roh ini terinspirasi dari hewan yang sering dilihat sang adik di sekitar rumah, seperti kucing raksasa hingga kodok.
2. Pesta dan desa fiksi
Para Perasuk mengisahkan kehidupan warga Desa Latas yang memiliki tradisi unik bernama Pesta Sambetan, sebuah ritual kerasukan roh binatang untuk masuk ke alam halusinasi yang indah.
Jika melihat trailernya, film ini seperti sarat akan budaya kerasukan di Indonesia. Meski begitu, Desa Latas dan Pesta Sambetan dalam film perasuk merupakan kisah fiksi yang dibangun oleh Wregas, tidak benar-benar ada di Indonesia.
3. Isu sosial
Para Perasuk tidak hanya menghadirkan unsur horor, tetapi juga sarat akan isu sosial yang digambarkan melalui konflik antara warga Desa Latas dengan sebuah perusahaan besar.
Dalam film itu, tradisi Sambetan terancam oleh rencana sebuah perusahaan besar yang ingin menggusur mata air keramat tempat persemayaman para roh untuk membangun kawasan industri.
Konflik ini menggambarkan realitas sosial terkait pertentangan antara kepentingan pembangunan dan pelestarian nilai budaya serta kepercayaan lokal yang seringkali terjadi di Indonesia.
4. Para pemain kelas kakap
Para Perasuk menghadirkan sejumlah nama besar di industri hiburan Indonesia. Film ini menyatukan Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, hingga penyanyi legendaris Anggun C. Sasmi sebagai pemeran utama.
Kehadiran para tokoh tersebut semakin memperkuat daya tarik film, apalagi masing-masing karakter yang diperankan memiliki peran penting dalam menghadapi konflik utama dalam cerita.
Para Perasuk juga menjadi debut akting Anggun C. Sasmi setelah lebih dari 35 tahun berkarier sebagai penyanyi.
5. Ada buku saku pendamping
Sutradara Wregas Bhanuteja merilis sebuah buku saku pendamping film Para Perasuk yang berfungsi sebagai panduan serba-serbi mengenai Desa Latas yang merupakan desa fiksi dalam film ini dan Pesta Sambetan.
Buku itu mencakup jenis-jenis roh hewan serta panduan teknis mengenai cara bertapa atau ritual yang harus dilakukan di mata air keramat untuk memanggil roh tertentu.
Meski begitu, penonton tetap dapat menikmati film tanpa buku panduan.
Sinopsis singkat Para Perasuk
Para Perasuk mengisahkan kehidupan warga Desa Latas yang memiliki tradisi unik bernama Pesta Sambetan, sebuah ritual kerasukan roh binatang untuk masuk ke alam halusinasi yang indah.
Namun, tradisi mereka terancam oleh rencana sebuah perusahaan besar yang ingin menggusur mata air keramat tempat persemayaman para roh untuk membangun kawasan industri.
Menghadapi situasi ini, Guru Asri merencanakan Pesta Sambetan besar-besaran sebagai upaya mengumpulkan dana guna membeli kembali lahan tersebut.
Para Perasuk telah melaksanakan world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada Januari 2026 dan mendapatkan sambutan yang positif dari para kritikus.
Para Perasuk tayang 23 April di Bioskop Indonesia.