ART Datangi Polisi Bongkar Perlakuan Erin Soal Dugaan Penganiayaan

CNN Indonesia
Senin, 04 Mei 2026 12:38 WIB
ART berinisial H tersebut datang didampingi oleh penyalurnya yang juga sekaligus pemilik akun media sosial yang menyebarkan dugaan tersebut, Nia.
ART berinisial H tersebut datang didampingi oleh penyalurnya yang juga sekaligus pemilik akun media sosial yang menyebarkan dugaan tersebut, Nia. (Tangkapan layar instagram @erintaulany)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan asisten rumah tangga (ART) Rien Wartia Trigina alias Erin mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk memberikan keterangan terkait laporannya soal Erin diduga melakukan penganiayaan terhadap ART.

ART berinisial H tersebut datang didampingi oleh penyalurnya yang juga sekaligus pemilik akun media sosial yang menyebarkan dugaan tersebut, Nia, serta kuasa hukum mereka pada Senin (4/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilaporkan detikHot pada Senin (4/5), H tampak gugup saat berjalan ke ruang pemeriksaan. Ketika ditanya soal kondisinya dalam menjalani proses hukum ini, perempuan tersebut tidak banyak bicara.

Nia yang tampak tenang masuk ke ruangan Polres Metro Jakarta Selatan juga menyatakan mereka menyerahkan seluruh proses hukum kepada tim pengacara, termasuk saat ditanya tanggapannya terkait bantahan dari Erin.

"Saya serahkan kepada pengacara," tutur Nia. "Ya nanti kita lihat bagaimana semuanya."

Pihak kuasa hukum menegaskan mereka akan memberikan penjelasan secara mendalam kepada penyidik mengenai kronologi perlakuan yang diterima oleh H selama bekerja, termasuk detail kejadian dugaan kekerasan hingga ancaman.

"Intinya kami masuk dulu," kata kuasa hukum mereka.

Rien Wartia Trigina atau Erin sebelumnya membantah kabar ia menganiaya ART tersebut dan memutuskan untuk melayangkan somasi kepada H beserta lembaga penyalurnya, karena narasi yang beredar dianggap melampaui batas dan sangat merugikan reputasi.

"Kami juga akan lebih pertegas dengan melakukan somasi," ungkap Siti Hajar selaku kuasa hukum Erin di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (30/4).

"Somasi kepada penyalurnya, juga kepada ART-nya untuk mengingatkan bahwa tidak semudah itu untuk melakukan pencemaran dan juga membuatkan fitnah yang belum tentu ada kebenarannya, dan itu tidak dilakukan sebenarnya," lanjutnya.

Keputusan somasi menjadi babak baru setelah pihak Erin merasa tidak melihat adanya itikad baik dari pelapor untuk memberikan klarifikasi terkait tuduhan kekerasan fisik tersebut.

Tim hukum pun memastikan akan memburu siapa pun yang menjadi otak di balik penyebaran informasi ini, termasuk pemilik akun media sosial yang pertama kali membuat isu tersebut viral.

Erin tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengaku heran dengan munculnya tuduhan penganiayaan, padahal sang ART baru bekerja di rumahnya dalam hitungan hari. Ia bahkan menegaskan telah memenuhi seluruh kewajiban administrasi kepada pihak penyalur.

"Baru, baru banget, baru. Belum ada sebulan. Baru belum sampai sebulan. Belum ada gajian. Belum satu bulan. Dan saya juga sudah bayar ke penyalur itu kan, jadi ya kita lihat saja prosesnya. Pokoknya saya akan tindak lanjuti dengan tegas," ujar Erin.

Kasus ini dimulai setelah ART berinisial H melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/4) dini hari. Dalam laporannya, Erin dituduh melakukan kekerasan fisik, seperti pemukulan, pencekikan, hingga pengancaman menggunakan senjata tajam di rumahnya di kawasan Bintaro.

Namun, Erin membantah keras seluruh tudingan tersebut. Ia mengklaim punya bukti kuat berupa rekaman CCTV serta kesaksian dari pekerja rumah tangga lain dan pihak keamanan yang membuktikan bahwa insiden penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi.

(end) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]