Justin Baldoni dan Blake Lively Mendadak Damai, Sebelum Met Gala Mulai
Justin Baldoni dan Blake Lively mendadak berdamai setelah ribut sejak film mereka pada 2024, It Ends With Us. Keduanya bersepakat mengakhiri perseteruan pada Senin (4/5), sesaat sebelum Met Gala dimulai dan Lively hadir di acara itu.
Kesepakatan damai itu juga terjadi dua pekan sebelum persidangan resmi gugatan Lively terhadap Baldoni yang mestinya dimulai pada 18 Mei, setelah hakim sebelumnya menolak 10 dari 13 gugatan Lively.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil akhirnya - film It Ends With Us - adalah sumber kebanggaan bagi kami semua yang bekerja untuk mewujudkannya," kata kedua pihak dalam pernyataan bersama seperti yang diberitakan Page Six pada Senin (4/5) waktu AS.
"Meningkatkan kesadaran, dan memberikan dampak yang berarti dalam kehidupan para penyintas kekerasan dalam rumah tangga, dan semua penyintas, adalah tujuan yang kami dukung."
"Kami mengakui bahwa proses tersebut menghadirkan tantangan dan menyadari bahwa kekhawatiran yang diangkat oleh Lively layak untuk didengar," kata pernyataan tersebut.
"Mereka tetap berkomitmen penuh pada tempat kerja yang bebas dari pelanggaran dan lingkungan yang tidak produktif," lanjutnya.
"Harapan tulus mereka bahwa ini membawa penyelesaian dan memungkinkan semua pihak yang terlibat untuk bergerak maju secara konstruktif dan damai, termasuk lingkungan yang saling menghormati secara daring."
Justin Baldoni dan Blake Lively sempat menjalani mediasi yang merupakan bagian dari praperadilan pada 11 Februari silam, tetapi tidak membuahkan hasil sepakat.
Kemudian pada 2 April 2026, hakim Distrik Lewis Liman menolak 10 dari 13 klaim dalam gugatan Lively. Klaim pelecehan seksual yang dilakukan Justin Baldoni jadi salah satu di antaranya.
Blake Lively melayangkan gugatan pelecehan seksual terhadap Justin Baldoni pada akhir 2024. Dugaan pelecehan itu terjadi selama produksi film It Ends With Us pada tahun 2024 lalu.
Selain terhadap Baldoni, Lively juga melayangkan gugatan perdata di pengadilan federal New York, Amerika Serikat terhadap Wayfarer Studios dan beberapa pihak lainnya.
Lively menuduh Baldoni membuat komentar seksual terhadap wanita di lokasi syuting dan berbicara tentang kehidupan seks pribadi pria itu, termasuk menyoal kecanduan pornografi.
Baldoni juga diduga melakukan adegan intim secara improvisasi yang tidak direncanakan, termasuk seperti dalam beberapa cuplikan video yang telah dirilis.
Baldoni mengatakan bahwa tuduhan tersebut hanyalah 'salah paham dan komentar yang canggung'. Beberapa percakapan dianggapnya relevan karena film tersebut membahas tema-tema dewasa.
"Tim produksi mendengarkan kekhawatiran Lively pada saat itu dan menerapkan perubahan yang dimintanya," ujar Baldoni.
Lively juga menuduh Baldoni dan timnya membentuk 'pasukan digital' untuk membuat narasi yang merugikannya usai film tersebut dirilis.
Pada Januari 2025, Baldoni mengajukan gugatan pencemaran nama baik senilai US$400 juta terhadap Lively dan suaminya, Ryan Reynolds. Ia menuduh keduanya 'membajak' filmnya dan berupaya menghancurkan kariernya. Namun, gugatan itu resmi dibatalkan.
(end) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
