Hantavirus Pernah Ditemukan di Kasus Istri Gene Hackman
Dunia dikejutkan dengan temuan penyebaran virus mematikan di kapal pesiar mewah, MV Hondius, yang sedang berlayar di Samudra Atlantik. Virus berjenis Hantavirus ini telah menelan tiga korban jiwa.
Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga saat ini, tercatat ada delapan kasus yang terdeteksi, terdiri dari lima kasus konfirmasi dan tiga kasus suspect.
Entertainment Weekly pada Kamis (7/5) memberitakan hantavirus ini menarik perhatian besar setelah jenis virus yang sama juga merenggut nyawa Betsy Arakawa, istri dari aktor legendaris peraih Oscar, Gene Hackman.
Hasil autopsi final mengungkapkan bahwa Betsy Arakawa meninggal dunia akibat Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di rumah mereka, kawasan Santa Fe, New Mexico pada pertengahan Februari 2025.
Sementara itu, Gene Hackman dinyatakan meninggal akibat penyakit kardiovaskular serta komplikasi penyakit Alzheimer.
Di kediaman mereka, pihak berwenang menemukan jejak kotoran tikus dan sarang hewan pengerat yang menjadi sumber penularan virus tersebut.
Perbedaan mencolok antara kasus di kapal pesiar dan kematian istri Gene Hackman terletak pada pola penularannya.
Jika Betsy Arakawa terinfeksi melalui kontak langsung dengan kotoran tikus di rumahnya, WHO menduga wabah di MV Hondius menyebar melalui kontak antarmanusia, fenomena yang sangat jarang terjadi untuk jenis Hantavirus.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Hantavirus biasanya menular melalui kontak dengan urine, kotoran, maupun air liur tikus. Virus ini dapat memicu sindrom paru-paru yang fatal hingga demam berdarah dengan sindrom ginjal.
Kronologi di kapal pesiar sendiri dimulai sejak MV Hondius bertolak dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April. Kematian pertama dilaporkan terjadi pada 11 April di tengah laut. Saat kapal bersandar di St. Helena pada 24 April, puluhan penumpang sempat turun ke darat bersama jenazah korban.
Kematian kedua terjadi di Afrika Selatan setelah seorang penumpang terbang dari pelabuhan tersebut, sementara korban ketiga mengembuskan napas terakhir di atas kapal pada 2 Mei lalu.
Hingga saat ini, kapal pesiar tersebut masih dalam pemantauan ketat dan dijadwalkan akan bersandar di Tenerife, Kepulauan Canary, untuk penanganan medis lebih lanjut bagi para penumpang lainnya.
(chri)