REVIEW KONSER

Lawan Distopia Penuh Kesan dari ONE OK ROCK di Jakarta

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 19:00 WIB
ONE OK ROCK: Detox Asia Tour 2026 menjadi pertunjukan musik berkelas dari band veteran yang didukung oleh aspek teknis yang mumpuni.
ONE OK ROCK: Detox Asia Tour 2026 menjadi pertunjukan musik berkelas dari band veteran yang didukung oleh aspek teknis yang mumpuni. (dok. Masahiro Yamada)
4
Dengan segala penampilan dan aspek teknis, konser ini akan bersemayam lama di ingatan.
Jakarta, CNN Indonesia --

Kuartet band asal Jepang ONE OK ROCK sukses menggelar konser bertajuk Detox Asia Tour 2026 di Indonesia Arena, Jakarta pada Sabtu (16/5). Tak berlebihan bila konser ini jadi penutup yang mantap dari rangkaian tur yang berlangsung sejak 2025 lalu.

Selama dua jam, Takahiro 'Taka' Moriuchi (vokal), Toru Yamasita (gitar), Tomoya Kanki (drum), dan Ryota Kohama (bass), menyuguhkan penampilan energik penuh adrenalin. Suguhan yang membayar lunas kerinduan penggemar, OORer, sejak kunjungan terakhir mereka lewat Luxury Disease Asia Tour 2023 lalu.

Selama dua jam, ONE OK ROCK membawakan 18 lagu berlirik Inggris-Jepang yang dikurasi dengan apik. Setlist yang mencerminkan kedewasaan bermusik dari band yang berusia lebih dari dua dekade ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai dengan nama turnya, sebagian besar lagu berasal dari album studio ke-11, Detox. Album ini banyak mengusung lirik yang kental dengan nuansa distopia dan semangat perlawanan terhadap dunia yang kacau balau.

Konser dimulai tepat pukul 20.00 WIB. Taka langsung menggebrak dengan membawakan Puppets Can't Control You dari album Detox, diikuti dengan OST film live action Rurouni Kenshin, The Beginning, yang sudah dihafal penggemar di luar kepala.

Pria berusia 38 tahun ini tak pelit memamerkan kemampuan vokalnya yang mampu menjangkau nada-nada tinggi dengan falsetto yang jernih. Ia pun aktif mengajak penonton ikut bernyanyi dan mengangkat tangan mengikuti irama.

"Make some noise Indonesia!" pinta Taka yang langsung disambut oleh OORer.

Konser berlanjut dengan Save Yourself dari album ke-10 mereka, Luxury Disease. Setelah itu, mereka langsung menggeber dengan NASTY yang provokatif dan Renegades yang menyajikan aransemen rock alternatif yang megah dan bikin merinding. Di lagu Party's Over, Toru unjuk gigi memainkan gitar solo sebagai intro.

Konser ONE OK ROCK di Detox Asia Tour 2026 di Indonesia Arena, Jakarta pada Sabtu (16/5). (dok. Masahiro Yamada)Konser ONE OK ROCK di Detox Asia Tour 2026 di Indonesia Arena, Jakarta pada Sabtu (16/5). (dok. Masahiro Yamada)

Lepas berjingkrakan, Taka cs menurunkan tensi dengan menyanyikan lagu balada emosional Tiny Pieces. Di lagu ini, penggemar menyalakan lampu telepon genggam sambil menemani sang vokalis bersenandung patah hati. Pemandangannya sangat indah, terutama di tribun penonton yang terisi penuh.

"Terima kasih karena berada di sini. Kami telah telah melakukan tur ini hampir 1,5 tahun, perjalanan yang panjang dan tidak mudah," ujar Taka selepas lagu itu rampung.

Ia berharap OORer bisa menemani mereka selamanya yang diikuti oleh intro lagu ikonis Wherever You Are. Lewat lagu yang dirilis 2010 ini, penggemar diajak bernostalgia dengan melodi dan lirik yang romantis.

"Wherever you are, I'll always make you smile/ Wherever you are, I'm always by your side/ Whatever you say, kimi wo omou kimochi/ I promise you forever right now," lantun ribuan penonton membawakan petikan reff lagu itu.

Selesai bernostalgia, Ryota, Toru dan Tomoya menyapa penggemar.

"Ini adalah hari terakhir tur. Kami tidak perlu memikirkan untuk tur berikutnya. Kami tidak perlu khawatir akan hari esok. Kami hanya peduli malam ini. Mari bersenang-senang," kata Ryota.

Konser ONE OK ROCK di Detox Asia Tour 2026 di Indonesia Arena, Jakarta pada Sabtu (16/5). (dok. Masahiro Yamada)Selama dua jam, ONE OK ROCK membawakan 18 lagu berlirik Inggris-Jepang yang dikurasi dengan apik. Setlist yang mencerminkan kedewasaan bermusik dari band yang berusia lebih dari dua dekade ini. (dok. Masahiro Yamada)

"Saya dengar fans Jakarta adalah yang memiliki suara paling keras di dunia dua, apakah kalian yang paling keras? Ayo kita bersenang-senang," ujar Toru.

"Apa kabar Jakarta? Saya senang sekali bisa kembali ke sini. Terima kasih. Saya suka cilok. Saya suka semua," canda Tomoya dengan bahasa Indonesia.

Setelah itu ONE OK ROCK membawakan Make It Out Alive, single upbeat yang mengajak penonton lompat dan headbanging. TEM Presents dan Live Nation selaku promotor memberikan ruang yang cukup bagi penonton kelas festival untuk bergoyang dan menikmati konser dengan nyaman.

Di paruh kedua, ONE OK ROCK semakin menggila dengan lagu-lagu yang bersemangat dan berisi pesan perlawanan pada ketidakadilan.

Mereka mengawali dengan harmani Ryota, Toru, dan Tomoya yang memamerkan keahlian memainkan instrumen masing-masing. Setelah itu, C.U.R.I.O.S.I.T.Y. dan Dystopia mengguncang Indonesia Arena.

Konser ONE OK ROCK di Detox Asia Tour 2026 di Indonesia Arena, Jakarta pada Sabtu (16/5). (dok. Masahiro Yamada)Mereka mengawali dengan harmani Ryota, Toru, dan Tomoya yang memamerkan keahlian memainkan instrumen masing-masing. Setelah itu, C.U.R.I.O.S.I.T.Y. dan Dystopia mengguncang Indonesia Arena. (dok. Masahiro Yamada)

Sebelum membawakan Delusion:All, Taka bercerita sedikit tentang proses pembuatan album Detox yang ia tahu mendapat respons bervariasi. Lewat album itu,ONE OK ROCK menyuarakan keresahan melihat banyak pihak menjadi korban dari keegoisan kelompok.

Taka berharap album yang diproduseri oleh personel Greenday Rob Cavallo ini bisa mendetoksifikasi dari hal-hal negatif dan menjadi bentuk perlawanan terhadap distopia.

"Kami tidak bisa menghentikan itu, karena kami bukan pemerintah. Kami bukan barang politik, kami hanya band rock and roll. Tapi kami bisa mengatakan sesuatu pada dunia, ini bukan sesuatu yang benar," ujar Taka.

Hal itu cukup mengagetkan. Pasalnya, bukan hal yang lazim bagi artis Jepang berbicara soal politik. Namun, tak bisa dipungkiri, lirik lagu Delusion:all memang relevan dengan kondisi saat ini.

"Why does it feel like they don't feel anything?/ I pray there's a future behind those walls, but maybe I'm delusional/ Let's make a deal, pretend this bastard democracy/ Is just how we want it and we're not exhausted," demikian petikan reff lagu ditulis oleh Taka bersama Jason Aalon Butler, Dan Lancaster, dan Tyler Carter.

Konser ONE OK ROCK di Detox Asia Tour 2026 di Indonesia Arena, Jakarta pada Sabtu (16/5). (dok. Masahiro Yamada)ONE OK ROCK: Detox Asia Tour 2026 menjadi pertunjukan musik berkelas dari band veteran yang didukung oleh aspek teknis yang mumpuni. Konser ini akan bersemayam lama di ingatan. (dok. Masahiro Yamada)

Setelah itu, ONE OK ROCK kembali menghentak dengan Stand Out Fit In, Kimishidai Ressha, dan Tropical Therapy. Taka mengungkapkan tidak mudah menjadi musisi yang bertahan selama dua puluh tahun. Ia pun berterima kasih kepada penggemar yang menemani perjalanan mereka selama ini.

Setelah itu, ia meminta izin untuk menyampaikan pesan dengan bahasa Jepang sebelum membawakan The Pilot

Selesai The Pilot, lampu padam. Penonton pun meneriakkan "encore" berkali-kali. Tak berapa lama, mereka kembali naik ke panggung dengan membawakan +Matter sebelum menutup malam itu dengan We Are yang mengajak penonton sing-along sebelum berpisah.

Secara keseluruhan, konser ini sungguh meninggalkan kesan. Tak hanya penampilan ONE OK ROCK yang prima tetapi dari aspek audio dan visual amat memanjakan dan berkelas internasional. Berkali-kali ONE OK ROCK sanggup membuat penggemar terpana dengan visual grafis dan tata cahaya yang ciamik.

ONE OK ROCK: Detox Asia Tour 2026 menjadi pertunjukan musik berkelas dari band veteran yang didukung oleh aspek teknis yang mumpuni. Konser ini akan bersemayam lama di ingatan.

(end) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]