Daftar Negara yang Kecam dan Larang Tayang Masha and the Bear

CNN Indonesia
Minggu, 31 Mei 2026 08:50 WIB
Beberapa negara ternyata pernah mengecam hingga melarang penayangan resmi Masha and the Bear di layar kaca. (dok. Animaccord Animation Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masha and the Bear merupakan serial animasi populer dari Rusia yang mengisahkan petualangan anak perempuan kecil bersama beruang pelindungnya bernama Mishka.

Meski sangat populer dan digemari banyak penonton, sejumlah episode Masha and the Bear ternyata pernah dikecam di beberapa negara. Bahkan, Masha and the Bear dilarang tayang di Iran.

Berikut daftar negara yang kecam Masha and the Bear.

Iran

Pada 2015, pemerintah Iran melarang Masha and the Bear ditayangkan di televisi pemerintah. Karakter Masha yang dikisahkan begitu aktif dan dipenuhi rasa penasaran dianggap memberi contoh buruk bagi anak-anak.

Berdasarkan laporan Zamin (4/4), pemerintah Iran menganggap karakter Masha begitu aktif, tidak patuh kepada orang dewasa, hingga melanggar aturan.

Hal itu dinilai sebagai contoh buruk bagi anak-anak. Perilaku Masha dianggap berbahaya bagi negara Iran yang dikenal menjunjung tinggi budaya kesopanan.

Serial kartun tersebut menampilkan kehidupan sehari-hari Masha yang begitu aktif dan dipenuhi rasa penasaran. Masha kerap menghabiskan waktu untuk bermain dan mencoba hal-hal baru meski sering terkena sial karena ceroboh.

AS

Kritik tajam serupa pernah diberikan sejumlah orang tua di Amerika Serikat. Para orang tua mengkritik bahwa karakter Masha jadi "mendorong ketidakpatuhan" bagi anak-anaknya.

Meskipun tidak ada larangan resmi terkait penayangan animasi populer tersebut, beberapa seruan muncul di media sosial untuk menghapus kartun tersebut dari saluran anak-anak.

Sementara itu, para psikolog di AS menilai bahwa sejatinya anak-anak dapat membedakan kartun dengan kenyataan. Mereka juga menilai humor adalah bagian dari pendidikan.

Kanada

Kecaman juga sempat diberikan penonton Kanada saat animasi Masha and the Bear menayangkan adegan dukun dalam episode Distant Relative (2015).

Episode itu menimbulkan banyak keberatan. Penonton menilai adanya stereotip tertentu tentang masyarakat setempat hingga berujung pada hilangnya episode tersebut dari katalog Netflix Kanada.

Namun, para kreator menjelaskan bahwa adegan tersebut merupakan parodi dari cerita rakyat Rusia, bukan diangkat dari kisah penduduk asli Amerika.

Di sisi lain, larangan penayangan Masha and the Bear malah meningkatkan jumlah penonton secara signifikan. Larangan penayangan di Iran malah meningkatkan jumlah pengikut media sosial Masha and the Bear sebesar 30 persen.

Upaya pelarangan tersebut justru membuat Masha and the Bear kian menjadi proyek yang lebih populer. Hal serupa juga pernah terjadi saat kartun The Simpsons dan South Park dilarang tayang di beberapa negara.

Selain meningkatkan ketenaran Masha and the Bear, perselisihan global tersebut membuat karakter Masha yang aktif, berani, dan suka melanggar aturan semakin mudah diingat.

Serial ini tayang pertama kali pada Januari 2009 dan menjadi acara animasi Rusia pertama yang dirilis dalam format 4K.

Masha and the Bear kemudian melejit dan disukai anak-anak di berbagai negara. Serial itu berlanjut hingga enam musim dengan total 117 episode.

Sebagian besar episode Masha and the Bear juga sukses besar ketika dirilis di YouTube. Bahkan, salah satu episode itu mendapat 4,5 juta views per April 2022, hingga menjadi video nonmusik ke-14 dengan penonton terbanyak.

(van/chri/bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK