Polisi Ungkap Hasil Penyelidikan soal Kim Soo-hyun dan Kim Sae-ron

CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 16:16 WIB
Polisi mengumumkan hasil penyelidikan terkait dugaan Kim Soo-hyun berpacaran dengan Kim Sae-ron saat sang aktris masih di bawah umur. (Gold Medalist)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi mengumumkan hasil penyelidikan terkait dugaan Kim Soo-hyun berpacaran dengan Kim Sae-ron saat sang aktris masih di bawah umur. Mereka menyimpulkan tuduhan itu palsu dan sebagian dibuat dari materi hasil rekayasa AI.

Korea JoongAng Daily pada Kamis (21/5) memberitakan Kepolisian Gangnam Seoul menyatakan bukti tangkapan layar obrolan KakaoTalk dan berkas audio yang disebarkan Kim Se-eui, pengelola saluran YouTube sayap kanan Hoverlab, hasil manipulasi.

Nama-nama dalam log obrolan tersebut secara sengaja diubah untuk mengidentifikasi Kim Soo-hyun sebagai rekan bicara, sementara berkas audionya direkayasa menggunakan teknologi AI.

Dalam surat perintah penangkapan Kim Se-eui, polisi menegaskan bahwa ia menyebarkan klaim palsu demi meraup keuntungan ekonomi, termasuk pendapatan dari YouTube, meskipun mengetahui informasi itu tidak benar.

"Tersangka menyebarkan informasi palsu dengan niat mencemarkan nama baik Kim Soo-hyun, meskipun ia sepenuhnya sadar bahwa sang aktor tidak pernah menjalin hubungan dengan mendiang sejak masih di bawah umur," bunyi dokumen polisi tersebut.

Investigasi menemukan bahwa pesan KakaoTalk yang dirilis Kim Se-eui pada Maret 2025 sebagai bukti hubungan tersebut adalah hasil rekayasa.

Tahun lalu, Kim Se-eui menerima total 11 tangkapan layar percakapan 2016 antara mendiang aktris dan "orang tak dikenal" dari salah satu anggota keluarga Kim Sae-ron.

Polisi menyebut Kim Se-eui mengeditnya di tujuh bagian, termasuk mengubah nama rekan bicara menjadi "Kim Soo-hyun."

Mereka menjelaskan bahwa KakaoTalk sering menampilkan profil sebagai "orang tak dikenal" jika akun telah dihapus atau diblokir.

"Tersangka mengetahui bahwa identitas rekan bicara tersebut belum dikonfirmasi, namun tetap mengunggah materi yang dimanipulasi agar terlihat seolah-olah keduanya benar-benar saling berbicara," kata polisi.

Selain itu, rekaman suara mendiang aktris yang dirilis pada Mei 2025 juga dipastikan sebagai hasil rekayasa AI.

Di sisi lain, penyidik telah menetapkan pengacara keluarga mendiang Kim Sae-ron sebagai tersangka terpisah karena diduga menyerahkan materi tersebut dan terlibat penyebaran informasi palsu secara terorganisasi dan terencana.

Menanggapi perkembangan ini, pengacara Kim Soo-hyun, Ko Sang-rok, memberikan penjelasan bahwa mereka tidak pernah mengajukan laporan terhadap pengacara keluarga mendiang Kim Sae-ron.

"Tampaknya penyidik menemukan bukti konspirasi dan menjadikan pengacara tersebut sebagai tersangka," ujar Ko Sang-rok.

"Sangat tidak biasa bagi seorang pengacara yang awalnya bertindak sebagai penasihat hukum tersangka kemudian diakui sebagai kaki tangan dan diubah statusnya menjadi tersangka sendiri".

Polisi menyatakan bahwa perbuatan Kim Se-eui telah meruntuhkan basis sosial serta aktivitas ekonomi Kim Soo-hyun di berbagai lini, sekaligus menghancurkan fondasi kelangsungan karier profesionalnya.

"Dengan sang aktor yang saat ini masih menerima perawatan psikiatris, penyebaran informasi palsu lebih lanjut oleh tersangka dapat menyebabkan kerugian serius dan tidak dapat diperbaiki," ungkap pihak kepolisian.

Sementara itu, Kim Se-eui membantah pengajuan surat perintah penangkapan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya untuk menghalangi kegiatan liputannya.

"Saya awalnya berencana untuk melakukan pelaporan tambahan mengenai kasus kejahatan seksual yang melibatkan seorang politisi terkemuka tertentu di Hanoi, Vietnam".

Ia menambahkan, "Surat perintah penangkapan tiba-tiba diajukan entah dari mana untuk mencampuri pelaporan kami."

Meski demikian, Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul telah resmi mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Kim Se-eui pada Rabu (20/5) atas dugaan pelanggaran Undang-Undang tentang Kasus Khusus Mengenai Hukuman Kejahatan Seksual, khususnya terkait pembuatan dan penyebaran rekaman ilegal.

Sidang peninjauan surat perintah penangkapan dijadwalkan berlangsung pada Selasa pekan depan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK