Imbas The White Lotus, Thailand Makin Gencar Ajak Asing Datang Syuting

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 12:00 WIB
Lisa BLACKPINK atau Lalisa Manobal dalam serial The White Lotus 3 (2025). (HBO via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Thailand semakin gencar mempromosikan negaranya untuk menjadi lokasi syuting film dan serial asing setelah mereka menikmati imbas dijadikan latar lokasi serial The White Lotus Season 3.

Serial populer HBO yang tayang pada 2025 tersebut sebelumnya mengambil latar di Thailand dan menggunakan aktor setempat, termasuk Lisa BLACKPINK.

Imbasnya, serial itu menghabiskan US$36,5 juta atau setara dengan Rp645 miliar (US$1=Rp17.695) selama menjalani syuting 129 hari dan melibatkan 1.000 anggota kru Thailand.

Setelah serial tersebut tayang, pemesanan perjalanan ke Thailand melonjak 300 persen dan pencarian online untuk negara tersebut meningkat 88 persen.

Kini, Departemen Promosi Perdagangan Internasional Thailand (DITP) terbang ke Cannes Film Market di Cannes Film Festival 2026 untuk mempromosikan negaranya kepada para produser film yang lalu-lalang.

Thailand menjanjikan kepada produser internasional adalah rabat tunai 30 persen bagi proyek yang syuting di negara tersebut, tanpa harus memasukkan konten Thailand di dalam karya yang digarap.

DITP membawa 15 perusahaan Thailand ke Cannes Film Market dan mengenalkan slogan "Reimagining Thailand" sebagai kampanye mengundang produser asing itu.

Menurut laporan Variety pada Jumat (22/5), selama dua hari promosi, Thailand sudah mendapatkan kesepakatan kerja sama senilai 500 juta baht atau senilai Rp269 miliar (1 bath=Rp538,1) atau 35 persen dari target 1,4 miliar baht selama periode festival.

Pemerintah Thailand juga sudah merogoh kocek 220 juta baht atau setara Rp118 miliar untuk mendanai 86 produksi lokal sebagai langkah strategis dalam mengembangkan produksi sinema dalam negeri.

"Kami bekerja sangat erat antara industri film dan hiburan Thailand serta lembaga pemerintah Thailand," kata Sunanta Kangvalkulkij, direktur jenderal Departemen Promosi Perdagangan Internasional Thailand (DITP). "Bukan hanya Kementerian Perdagangan."

Thailand juga sudah dikenal sebagai produsen terbesar konten Boys' Love dan Girls' Love di Asia, yang memiliki pasar cukup besar di berbagai negara. Pasar konten asmara LGBTQ itu diproyeksikan mencapai 4,9 miliar baht atau Rp2,6 triliun pada akhir 2025.

"Thailand sekarang memproduksi lebih dari 55 persen dari semua konten Boys' Love di Asia, menjangkau penonton di Jepang, Amerika Latin, Eropa, dan sekitarnya," kata Wakil Perdana Menteri Suphajee Suthumpun.

Kangvalkulkij mengatakan dia mengharapkan jangkauan konten itu akan meluas lebih jauh, dengan delegasi ke Amerika Selatan yang direncanakan dalam beberapa pekan mendatang.

(end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK